JUARA SUARA
TEKNIK DUBBING BERITA: HARD NEWS, SOFT NEWS, FEATURE
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.
150 Menit, Tujuh Bagian
Suara dilatih seperti otot: sedikit tiap hari lebih baik daripada banyak sekali. Ketuk bagian mana pun untuk melompat.
Semua peristiwa, tokoh, dan produk dalam contoh naskah fiktif. Alat rekam butuh izin mikrofon dan halaman https; semua latihan lain jalan tanpa mikrofon.
DASAR DUBBING
Suara adalah wajah berita di telinga penonton
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Penonton Mendengar Dulu
Suara yang jernih dan meyakinkan membuat berita dipercaya. Suara yang kacau membuat fakta terdengar ragu.
Tiap kata terdengar. Penonton tidak bisa memutar ulang.
Nada mengikuti isi berita, bukan menghakimi.
Napas dan jeda wajar; tidak terdengar membaca.
Durasi suara sesuai panjang gambar.
Dari Naskah Sampai Diserahkan
Dubbing bukan sekadar membaca. Ada persiapan sebelum dan pemeriksaan sesudah rekaman.
Pahami naskah
- Baca keras satu kali tanpa merekam.
- Garis bawahi angka, nama, dan istilah sulit; periksa cara bacanya.
- Tandai jeda, napas, dan kata yang ditekan.
- Tanyakan editor bila ada yang meragukan.
Latihan singkat
- Pemanasan napas dan artikulasi 3 sampai 5 menit.
- Baca dengan tempo target dan hitung durasi.
- Ulang bagian yang tersendat, jangan seluruh naskah.
Rekam
- Pakai headphone dan ruang tenang.
- Beri jeda sebelum mulai dan sesudah selesai.
- Rekam beberapa take; jangan menunggu satu take sempurna.
- Ulang kalimat yang salah dari awal kalimat, bukan dari tengah.
Dengar ulang
- Dengar dengan headphone: nama, angka, dan istilah benar?
- Napas keras, plosif, dan klik mulut?
- Durasi pas dengan gambar?
- Pilih take terbaik.
Serahkan ke editor
- Beri nama berkas yang jelas.
- Sertakan naskah final.
- Catat bagian yang masih ragu.
Satu Suara, Tiga Karakter
Jenis berita menentukan nada, tempo, dan jeda. Kamu tetap dirimu, tetapi takarannya berbeda.
| Hard news | Soft news | Feature | |
|---|---|---|---|
| Nada | Tegas, netral, mantap | Hangat, ringan, bersahabat | Bercerita, mengalir, intim |
| Tempo | Sedang cepat, terarah | Sedang, santai | Lebih pelan, banyak jeda |
| Variasi nada | Sedang; hindari dramatisasi | Lebih lebar, ada senyum di suara | Lebar, naik turun mengikuti adegan |
| Tekanan | Fakta kunci: angka, dampak | Kata yang menyenangkan atau mengajak | Detail yang menyentuh |
| Risiko | Terdengar datar atau berlebihan | Terdengar seperti iklan | Terdengar dibuat-buat |
Nada yang Tepat ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Berita banjir bandang: seorang warga masih dicari. Nada mana yang tepat?
Hard news: netral dan mantap.
Berita pasar kuliner malam yang ramai. Nada mana yang tepat?
Soft news: hangat tetapi tidak berlebihan.
Feature tukang tambal ban yang membuka perpustakaan kecil.
Feature: bercerita dan mengalir.
Tempo mana yang biasanya paling pelan di antara tiga genre?
Feature memberi ruang lewat jeda.
Mana yang paling berisiko terdengar seperti iklan?
Soft news mudah bergeser ke promosi.
NAPAS
Napas adalah bahan bakar suara
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Postur dan Napas Perut
Postur yang tegak dan rileks membuka ruang bagi napas. Napas perut memberi napas panjang dan stabil; ada dua jenis napas lain yang dibahas di slide berikutnya.
Postur
- Berdiri atau duduk tegak; kaki selebar bahu.
- Dagu sejajar lantai, tidak menunduk melihat naskah.
- Bahu rileks, jangan terangkat.
- Pegang naskah setinggi dada atau gunakan penyangga.
Cara napas perut
- Letakkan satu tangan di perut.
- Tarik napas lewat hidung; perut mengembang, bahu diam.
- Hembuskan pelan lewat mulut; perut mengempis.
- Latihan berbaring dulu agar terasa, lalu berdiri.
Melatih kapasitas
- Hembus panjang sambil mendesis "sss" sepanjang mungkin.
- Tambah satu atau dua detik tiap minggu.
- Jangan memaksa sampai pusing.
- Kapasitas membantu kalimat panjang tanpa terputus.
Kesalahan umum
- Menarik napas terlalu keras sampai terdengar di rekaman.
- Bahu naik turun saat menarik napas.
- Menahan napas ketika gugup.
- Menghabiskan seluruh napas sampai suara habis di akhir kalimat.
Perut, Diafragma, Dada
Setiap jenis napas punya teknik dan hasil suara yang berbeda. Kenali ketiganya, lalu tentukan yang paling cocok untukmu.
Napas perut
- Taruh tangan di perut dan bahu rileks. Tarik napas lewat hidung; perut mengembang ke depan, dada nyaris diam.
- Hembuskan pelan sambil bersuara; perut mengempis perlahan.
- Hasil suara: kalimat yang terbaca jauh lebih panjang dalam satu tarikan napas, tetapi warna suara relatif lebih tipis.
- Cocok untuk kalimat panjang dan tempo stabil.
Napas diafragma
- Diafragma adalah otot berbentuk kubah di bawah paru-paru. Saat menarik napas ia turun dan rongga rusuk bawah melebar.
- Taruh kedua tangan di sisi bawah tulang rusuk. Tarik napas lewat hidung sampai rusuk melebar ke samping; perut ikut terdorong lembut.
- Saat bersuara, jaga rusuk tetap terbuka sejenak agar hembusan terkontrol.
- Hasil suara (gambaran umum): di antara napas perut dan napas dada. Kalimat cukup panjang, warna suara lebih seimbang dan stabil.
Napas dada
- Tarik napas sampai dada bagian atas terangkat; perut relatif diam dan bahu cenderung ikut naik.
- Napas cepat terisi, tetapi juga cepat habis.
- Hasil suara: kalimat yang terbaca pendek saja dalam satu tarikan napas, tetapi warna suara tebal atau ngebass.
- Perlu tanda ^ lebih rapat dan frasa lebih pendek. Awasi bahu agar tidak tegang.
Perbandingan
| Napas perut | Napas diafragma | Napas dada | |
|---|---|---|---|
| Bagian yang bergerak | Perut mengembang | Rusuk bawah melebar, perut ikut | Dada atas dan bahu terangkat |
| Kalimat per napas | Paling panjang | Sedang sampai panjang | Pendek |
| Warna suara | Relatif lebih tipis | Seimbang | Tebal, ngebass |
| Perlu hati-hati | Perut ditekan sampai tegang | Rusuk menutup terlalu cepat | Bahu naik dan napas cepat habis |
Rekomendasi untuk dubbing
Untuk dubbing berita, jenis napas yang direkomendasikan adalah napas perut.
Meski begitu, pemilihan jenis napas dikembalikan kepada masing-masing individu, sebab:
- Anatomi dan fisiologi tiap orang berbeda.
- Warna suara yang ingin dihasilkan juga berbeda: lebih tebal atau lebih ringan.
- Naskah dan genre berbeda: kalimat panjang butuh napas panjang.
- Cara memilih: coba ketiganya, rekam (Bagian 6), bandingkan panjang kalimat dan warna suaranya, lalu pilih yang paling nyaman dan sesuai tujuanmu.
Ikuti Lingkaran Napas
Lingkaran membesar saat menarik napas dan mengecil saat menghembus. Bunyi penuntun naik saat menarik dan turun saat menghembus.
Siklus selesai: 0
Latihan 3 sampai 5 siklus sebelum merekam. Bila pusing, berhenti dan bernapas normal. Latihan ini umum dan bukan nasihat medis.
Berapa Lama Satu Napasmu?
Ukur berapa detik kamu bisa menghitung dengan nada stabil dalam satu napas.
0,0 detik
Tarik napas, tekan Mulai, lalu hembuskan sambil menghitung "satu, dua, tiga…" dengan nada stabil. Tekan lagi (Selesai) saat napasmu habis.
| Hasil | Artinya untuk VO |
|---|---|
| Di bawah 8 detik | Latih kapasitas; potong kalimat lebih pendek saat menulis tanda napas. |
| 8 sampai 12 detik | Cukup untuk kebanyakan kalimat VO. |
| Di atas 12 detik | Baik. Tetap beri napas di jeda, jangan sampai habis. |
Napas di Jeda Makna
Ambil napas di batas gagasan, bukan di tengah frasa.
AIR SUNGAI CIKEMBAR MELUAP SEKITAR PUKUL SEMBILAN MALAM// ^ DALAM HITUNGAN MENIT/ AIR MASUK KE PERMUKIMAN//
- Setelah jeda panjang (//) atau di tanda ^.
- Sebelum frasa baru.
- Di tempat jeda yang sudah kamu tandai.
AIR SUNGAI ^ CIKEMBAR MELUAP SEKITAR ^ PUKUL SEMBILAN MALAM//
- Memotong nama atau angka.
- Di antara kata kerja dan objeknya.
- Menghabiskan napas lalu tersengal di akhir kalimat.
Napas ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Kamu ingin membacakan kalimat panjang dalam satu tarikan napas, dengan warna suara relatif lebih tipis. Jenis napas yang biasanya menghasilkan itu?
Napas perut: kalimat lebih panjang per napas, warna suara relatif lebih tipis.
Suara tebal atau ngebass tetapi kalimat per napas pendek. Biasanya memakai?
Napas dada: kalimat pendek, warna suara tebal.
Jenis napas yang direkomendasikan untuk dubbing, dan siapa yang akhirnya memilih?
Anatomi dan suara yang diinginkan tiap orang berbeda.
Saat menarik napas perut, bagian mana yang seharusnya mengembang?
Napas perut: perut mengembang, bahu diam.
Kalimat: "HENDRA MAULANA/ KEPALA BPBD/ MENGATAKAN SERATUS DUA PULUH PERSONEL DIKERAHKAN//" Napas terbaik di mana?
Jangan memotong nama atau angka.
Kamu kehabisan napas di akhir kalimat panjang. Solusi terbaik?
Atur napas lewat jeda.
Sebelum merekam, latihan napas sebaiknya?
Jangan memaksa.
ARTIKULASI
Tiap kata harus terdengar utuh, dari huruf pertama sampai terakhir
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Bibir, Lidah, Gigi, Langit-langit
Artikulasi jelas lahir dari gerak yang tegas, bukan dari bicara keras.
Membentuk p, b, m, dan membulatkan o, u. Kendur membuat suara "mengumam".
Penentu t, d, l, n, r, s. Lidah malas membuat konsonan kabur.
Rahang yang terbuka cukup memberi ruang; rahang kaku membuat suara sempit.
Gerakkan mulutmu lebih lebar daripada biasanya saat latihan. Di rekaman yang sebenarnya, kembali ke ukuran wajar.
Vokal Jernih, Konsonan Tegas
Vokal membawa suara, konsonan membawa makna. Keduanya harus terdengar.
Vokal a, i, u, e, o
- A: mulut terbuka lebar. I: bibir tertarik ke samping. U: bibir bulat maju. O: bulat sedang. E: setengah terbuka.
- Ucapkan "a-i-u-e-o" perlahan dengan bentuk mulut jelas.
- Jangan menelan vokal akhir kata.
- Hindari mengucapkan semua vokal e sama; kenali e pepet dan e taling.
Plosif p, b, t, d, k, g
- Bunyi ledakan kecil saat tertahan lalu terlepas.
- Di mikrofon, p dan b mudah "meledak" menjadi bunyi duk.
- Atasi dengan jarak, sedikit memiringkan mikrofon, dan pop filter.
- Tes: kertas di depan mulut tidak boleh bergerak berlebihan.
S, sy, r
- S yang tajam bisa terdengar mendesis; kurangi dengan jarak dan sudut mikrofon.
- R getar: latih "trrr" ringan tanpa kasar.
- Hindari mengganti r dengan l atau sebaliknya.
Gugus konsonan
- str, kr, pl, spr: pecah perlahan lalu cepat.
- Contoh: struktur, strategi, instruksi, konstruksi.
- Jangan menyisipkan vokal ekstra ("sitrategi").
Ujung kata
- Akhiran -kan, -an, -nya, -ng, -k sering hilang.
- Contoh: "dikerahkan", "ditemukan", "mereka", "orang".
- Tahan akhir sepersekian detik; jangan menurunkan volume.
Pelan Dulu, Jelas Dulu
Pilih kalimat, tekan Mulai, ucapkan, lalu tekan lagi saat selesai. Catat waktunya dan ulangi tiga kali tanpa salah.
BIBI BETI MEMBELI BEBEK BESAR DI PASAR BARU
0,0 detik
Mulai pelan dan jelas. Setelah bersih tiga kali berturut-turut, naikkan kecepatan sedikit.
Kejelasan di atas kecepatan. Kalau salah, mulai dari awal dengan tempo lebih pelan.
Artikulasi ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Bunyi "duk" keras muncul tiap kamu mengucap p atau b di mikrofon. Penyebab paling umum?
Plosif meledak; geser jarak dan sudut.
Kata "dikerahkan" terdengar "dikerah". Apa yang hilang?
Ujung kata sering tertelan.
Kamu terus menyisipkan vokal pada "strategi" sehingga terdengar "sitrategi". Latihan terbaik?
Latih kluster pelan dulu.
Tujuan utama latihan tongue twister?
Pelan, jelas, lalu cepat.
Vokal mana yang membutuhkan bibir bulat dan maju?
U: bibir bulat dan maju.
Satu Napas, A I U E O
Gabungkan napas dengan artikulasi: tarik napas lewat hidung, tahan, lalu hembuskan perlahan sambil melafalkan A, I, U, E, O bergantian dengan tempo terjaga.
Pilih jumlah ulangan, lalu tekan Mulai
Ulangan: 0 dari 1
Tarik napas lewat hidung, tahan, lalu hembuskan pelan sambil melafalkan huruf yang muncul. Jaga tempo tetap stabil.
Jangan menarik napas lagi di tengah-tengah melafalkan huruf vokal. Kalau napasmu habis, tekan "Napasku habis" dan catat sampai ulangan keberapa kamu sanggup. Angka itu kapasitas jujurmu hari ini.
INTONASI DAN TEMPO
Nada, tekanan, jeda, dan kecepatan yang membuat berita hidup
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Tekanan, Nada, Jeda, Tempo
Empat pengatur ini bisa kamu mainkan seperti tombol pada mixer.
Tekanan kata
- Pilih satu atau dua kata kunci per kalimat: angka, dampak, pelaku.
- Tekankan dengan sedikit lebih keras, lebih panjang, atau nada sedikit lebih tinggi.
- Menekan semuanya sama dengan tidak menekan apa pun.
- Tekanan berubah makna: "POLISI TIDAK MENUDUH DIA" berbeda dengan "POLISI TIDAK MENUDUH DIA".
Naik turun nada
- Pernyataan: nada biasanya turun di akhir untuk memberi kesan selesai.
- Pertanyaan: nada naik di akhir.
- Daftar: nada naik di tiap butir, turun di butir terakhir.
- Nada naik di akhir pernyataan membuat terdengar ragu.
Jeda
- Jeda pendek (/) menggantikan koma; jeda panjang (//) menggantikan titik atau pergantian gagasan.
- Jeda sebelum fakta penting memberi bobot.
- Jeda setelah angka besar memberi waktu mencerna.
- Jangan menyisipkan "eee" atau "hmm"; diam lebih baik.
Tempo
- Kecepatan wajar berita TV sekitar 2 sampai 3 kata per detik (patokan kasar).
- Mulai lambat dan stabil; percepat sedikit di bagian ringan.
- Lambat di angka dan nama.
- Tempo yang terlalu cepat membuat penonton kehilangan fakta.
Volume dan energi
- Volume stabil; jangan naik karena semangat lalu turun karena lelah.
- Energi bukan berarti keras; energi adalah niat menyampaikan.
- Atur volume lewat mikrofon, bukan lewat berteriak.
Satu Kalimat, Banyak Makna
Ketuk kata yang kamu tekan, pilih pola nada, lalu putar bunyinya. Lihat garis nadanya dan baca maknanya.
Ketuk kata yang kamu tekan:
Bunyi hanya menirukan pola nada (bukan suara manusia). Fokus pada naik-turun dan kata yang ditekan.
Ucapkan kalimat itu tujuh kali dengan tekanan berbeda. Minta rekanmu menebak apa yang kamu maksud.
Hitung Waktu Bacamu
Panjang naskah menentukan apakah VO-mu muat di gambar. Patokan ini kasar; ukur dirimu sendiri.
| Tempo | Kata per detik | Kata per menit | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Pelan | ± 2,0 | ± 120 | Feature, duka, bagian emosional |
| Sedang | ± 2,4 | ± 145 | Hard news dan soft news standar |
| Cepat | ± 2,8 | ± 170 | Ringkasan cepat; pakai seperlunya |
Naskah 60 kata dengan tempo sedang (2,4 kata per detik) membutuhkan sekitar 25 detik. Karena jeda dan napas ikut dihitung, beri ruang tambahan 10 persen.
Angka ini patokan umum bahasa Indonesia; ukur tempo pribadimu dengan stopwatch dan teleprompter pada slide berikutnya.
Datar Itu Bisa Diperbaiki
Monoton adalah keluhan paling umum. Penyebabnya biasanya membaca, bukan bercerita.
Mengapa monoton
- Membaca kata demi kata tanpa memahami kalimat.
- Takut salah sehingga menahan ekspresi.
- Tidak ada tekanan dan jeda yang ditandai.
- Terlalu fokus pada naskah, bukan pada pendengar.
Latihan anti monoton
- Bayangkan satu orang yang kamu ajak bicara.
- Ceritakan ulang isi naskah dengan kata-katamu, lalu kembali ke naskah.
- Tandai tiga kata kunci per paragraf dan tekan.
- Angkat sedikit alis dan senyum tipis saat soft news; rileks wajah saat hard news.
Batas wajar
- Nada naik turun berlebihan terdengar seperti dongeng atau sandiwara.
- Hard news cukup variasi sedang.
- Ukur: bila rekan menganggap "terlalu berakting", kurangi.
Pantau hasil
- Pakai perekam di Bagian 6 untuk melihat grafik nada.
- Garis nada yang hampir lurus tanda cenderung datar (patokan kasar).
- Bandingkan dua rekaman: sebelum dan sesudah latihan.
Intonasi ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Dalam pernyataan berita, nada di akhir kalimat biasanya?
Nada turun memberi kesan selesai.
Kamu menekan semua kata dengan sama keras. Hasilnya?
Tekanan perlu pilihan.
Angka "EMPAT RATUS DUA BELAS KELUARGA" penting. Apa cara yang baik menekankannya?
Beri waktu untuk dicerna.
Naskah 60 kata, tempo sedang 2,4 kata per detik. Durasi sekitar?
60 ÷ 2,4 = 25.
Penonton menganggap VO-mu seperti membaca pengumuman. Perbaikan terbaik?
Bercerita, bukan membaca.
NASKAH DAN GENRE
Membawakan hard news, soft news, dan feature dengan karakter masing-masing
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Naskah yang Sudah Kamu Tandai
Sebelum merekam, tandai naskahmu. Tanda sederhana ini dipakai di teleprompter slide-slide berikutnya.
- Semua teks naskah ditulis dengan HURUF KAPITAL
- Tanda titik dan koma tidak ditulis; diganti tanda jeda
- / jeda pendek (pengganti koma)
- // jeda panjang atau ganti gagasan (pengganti titik)
- ^ ambil napas
- BEDA WARNA untuk kata yang ditekankan
- GARIS BAWAH pada angka dan nama: periksa cara bacanya
AIR SUNGAI CIKEMBAR MELUAP/ SEKITAR PUKUL SEMBILAN MALAM// DALAM HITUNGAN MENIT/ AIR MASUK KE PERMUKIMAN//
Air Sungai Cikembar meluap, sekitar pukul sembilan malam. Dalam hitungan menit, air masuk ke permukiman.
Tanda ini panduan, bukan hukum mutlak. Sesuaikan jeda dan napas dengan caramu menafsirkan kalimat.
Hard News: Banjir Bandang
Tegas, tenang, dan jelas. Fakta kunci yang dibawa, bukan emosi.
Naskah VO (fiktif)
AIR SUNGAI CIKEMBAR MELUAP/ SEKITAR PUKUL SEMBILAN MALAM// DALAM HITUNGAN MENIT/ AIR MASUK KE PERMUKIMAN// DI TITIK TERPARAH/ TINGGINYA MENCAPAI SATU SETENGAH METER ^ TIGA RUMAH HANYUT TERBAWA ARUS// HINGGA PAGI INI/ EMPAT RATUS DUA BELAS KELUARGA MENGUNGSI/ DI GOR KECAMATAN// SEORANG WARGA LAKI-LAKI BERUSIA LIMA PULUH DUA TAHUN/ MASIH DICARI TIM GABUNGAN//
Cara membawakan
- Nada mantap dan stabil; turun di akhir tiap kalimat.
- Tekan fakta kunci: MELUAP, SATU SETENGAH METER, EMPAT RATUS DUA BELAS.
- Jeda sebelum angka penting agar terdengar.
- Bayangkan menyampaikan kabar penting kepada tetangga: serius, bukan panik.
- Tempo sedang; jangan tergesa meski beritanya mendesak.
Latihan
Hati-hati
- Dramatisasi suara pada berita bencana.
- Mengucapkan angka terlalu cepat.
- Nada naik di akhir kalimat sehingga terdengar ragu.
- Napas habis di kalimat terakhir.
Soft News: Pasar Kuliner Malam
Hangat dan ringan, tetapi tetap faktual dan tidak seperti iklan.
Naskah VO (fiktif)
AROMA SATE BAKAR/ DAN KOPI SUSU/ MENYAMBUT SIAPA PUN YANG MELINTAS// SEJAK TIGA BULAN LALU/ DUA PULUH EMPAT LAPAK/ BUKA SETIAP SABTU/ MULAI PUKUL ENAM SORE ^ PASAR INI DIGAGAS KARANG TARUNA SETEMPAT// PENGUNJUNG DIANJURKAN MEMBAWA WADAH SENDIRI/ UNTUK MENGURANGI SAMPAH// COCOK/ UNTUK MENUTUP AKHIR PEKAN//
Cara membawakan
- Ada senyum di suara; wajah rileks.
- Variasi nada lebih lebar daripada hard news.
- Tekan kata yang mengajak: BUKA, WADAH SENDIRI.
- Tempo santai, sedikit lebih bernyanyi namun tetap terkontrol.
- Klaim angka tetap diucapkan jelas dan beratribusi.
Latihan
Hati-hati
- Terdengar seperti pembawa iklan: terlalu bersemangat dan penuh superlatif.
- Terlalu santai hingga artikulasi kendur.
- Tertawa kecil berlebihan.
- Nada naik-turun seperti sandiwara.
Feature: Perpustakaan di Bengkel Ban
Bercerita dengan tempo lebih pelan, jeda lebih panjang, dan detail yang menyentuh.
Naskah VO (fiktif)
PUKUL TIGA SORE/ KOMPRESOR DI BENGKEL KECIL INI/ BERHENTI BERDERU// ANAK-ANAK BERSERAGAM MERAH PUTIH DATANG/ MELEPAS SEPATU/ LALU MENUJU RAK/ YANG DIBUAT DARI BAN BEKAS ^ DARSA/ LIMA PULUH DELAPAN TAHUN/ MEMBUKA BENGKEL INI SEJAK TAHUN SERIBU SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH EMPAT// LIMA TAHUN LALU/ IA MULAI MEMAJANG BUKU BEKAS/ UNTUK ANAK-ANAK/ YANG MENUNGGU ORANG TUANYA// KINI ADA SEKITAR ENAM RATUS BUKU//
Cara membawakan
- Bayangkan menceritakan adegan kepada seseorang di depanmu.
- Pelankan tempo di adegan; percepat sedikit di keterangan.
- Beri jeda panjang setelah gambaran kuat, misalnya setelah "BERHENTI BERDERU//".
- Tekan detail: BAN BEKAS, ENAM RATUS.
- Nada naik turun lebih lebar, tetapi jangan melodramatis.
Latihan
Hati-hati
- Terlalu berakting atau mendayu.
- Terlalu cepat sehingga adegan tidak sempat terbayang.
- Mengagungkan narasumber dengan nada memuji.
- Menghabiskan napas di kalimat panjang.
Nada yang Menghormati
Berita duka, korban, atau tuduhan membutuhkan kontrol suara ekstra.
Berita duka
- Pelan dan tenang, tanpa dramatisasi.
- Hindari nada meratap atau menghibur berlebihan.
- Jeda yang cukup; jangan terburu-buru.
- Pilih kata bermartabat: meninggal dunia, bukan tewas mengenaskan.
Korban dan anak
- Nada hangat dan hormat.
- Jangan membesar-besarkan penderitaan.
- Tidak menyebut identitas yang dilindungi.
Tuduhan dan kasus hukum
- Netral; jangan menghakimi lewat nada.
- Gunakan atribusi jelas ("menurut polisi", "diduga").
- Tekan sumber informasi, bukan tuduhannya.
Kritik dan konflik
- Sampaikan pernyataan dengan nada setara untuk kedua pihak.
- Jangan sinis.
- Hindari tekanan yang memihak.
Membawakan Genre ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
VO soft news terdengar seperti iklan. Perbaikan terbaik?
Hangat bukan promosi.
Berita korban meninggal dalam kecelakaan. Nada yang tepat?
Hormati korban.
Pada feature, kapan jeda panjang paling berguna?
Jeda memberi ruang bagi gambar.
Kamu membaca hard news dengan nada naik-turun lebar seperti dongeng. Masalahnya?
Hard news butuh variasi sedang.
Berita tersangka kasus. Apa yang dijaga dalam suara?
Praduga tak bersalah berlaku juga untuk nada.
REKAMAN DAN SINKRON
Mikrofon, ruang, durasi, dan pemeriksaan hasil rekaman
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Mikrofon, Ruang, Headphone
Rekaman bersih menghemat waktu editor. Perbaikan di lokasi lebih murah daripada perbaikan di editing.
Jarak dan sudut
- Sekitar sejengkal (kira-kira 15 sampai 20 cm) dari mulut; sesuaikan dengan jenis mikrofon.
- Sedikit di samping atau di atas mulut agar plosif tidak langsung mengenai kapsul.
- Jaga jarak konsisten; jangan maju mundur.
Mengatasi plosif
- Pakai pop filter atau windshield.
- Miringkan mikrofon sedikit.
- Ucapkan p dan b lebih lembut.
Ruang rekam
- Pilih ruang kecil yang lembut: karpet, tirai, lemari pakaian.
- Hindari ruang kosong berdinding keras (gema).
- Matikan kipas, AC, dan notifikasi ponsel.
- Mobil yang diparkir juga bisa menjadi booth darurat.
Headphone dan level
- Pakai headphone untuk memantau suara dan kebisingan.
- Atur level agar tidak pecah dan tidak terlalu kecil.
- Rekam beberapa detik ambien ruang sebelum mulai.
- Hindari menyentuh kabel atau meja saat merekam.
Naskah Harus Muat di Gambar
Empat shot dengan durasi tetap. Tulis narasi tiap shot dan lihat apakah muat pada tempo yang kamu pilih.
Patokan kasar; tempo tiap pembaca berbeda. Tulis angka seperti cara membacanya ("empat ratus dua belas").
Dengarkan Suaramu Sendiri
Aktifkan mikrofon, baca salah satu naskah, lalu putar ulang. Grafik menunjukkan garis nada dan volume. Rekaman tidak diunggah ke mana pun; semuanya tetap di perangkatmu.
Mikrofon belum aktif. Butuh izin mikrofon dan halaman https.
Enam Kebiasaan yang Merusak VO
Kenali yang paling sering kamu lakukan.
| Kebiasaan | Penyebab | Perbaikan |
|---|---|---|
| Monoton | Membaca, bukan bercerita | Tandai kata kunci; bayangkan satu pendengar |
| Menelan akhir kata | Mulut malas, terburu-buru | Latih akhiran -kan, -an; tahan sedikit |
| Napas terdengar | Menarik terlalu cepat, mikrofon dekat | Tarik pelan; ambil napas di jeda |
| Nada naik di akhir | Gugup, ragu | Turunkan nada di akhir pernyataan |
| Terlalu cepat | Takut kehabisan waktu | Pangkas naskah, bukan mempercepat |
| Seperti membaca | Belum memahami naskah | Baca keras beberapa kali; ceritakan dengan kata sendiri |
LATIHAN DAN PROGRAM
Pemanasan, kasus, dan rutinitas yang bisa kamu bawa pulang
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Sepuluh Langkah Sebelum Rekam
Ketuk setiap langkah yang sudah kamu lakukan. Ini rutinitas umum, bukan terapi suara.
Lima Kasus, Satu Solusi
Diskusi kelompok. Semua kasus fiktif.
Tenggat Mepet
Kamu hanya punya 10 menit untuk VO hard news 45 kata. Tenggorokan kering dan gugup.
- Apa yang kamu lakukan dalam 2 menit pertama?
- Bagaimana memastikan durasi muat?
- Berapa take yang masuk akal?
Catatan fasilitator
Napas 3 siklus, tandai naskah, hitung durasi, rekam 2 sampai 3 take saja.
Soft News Terdengar Iklan
Editor bilang VO pasar kuliner terdengar seperti iklan.
- Apa penyebabnya?
- Apa yang kamu ubah di nada dan tekanan?
- Apa yang kamu ubah di naskah?
Catatan fasilitator
Kurangi superlatif dan semangat berlebihan; tekan fakta, bukan ajakan.
Feature Mendayu
VO feature terdengar berakting dan melodramatis.
- Apa yang berlebihan?
- Bagaimana menyederhanakannya?
- Kapan jeda panjang dipakai?
Catatan fasilitator
Kurangi lebar nada; fokus pada detail; beri jeda di gambaran kuat.
Berita Duka
Berita kecelakaan dengan korban anak.
- Nada seperti apa?
- Kata apa yang dihindari?
- Berapa tempo?
Catatan fasilitator
Pelan, tenang, hormat, tanpa dramatisasi.
Gema dan Plosif
Rekaman di ruang kosong penuh gema dan bunyi duk pada p dan b.
- Apa solusi tempat?
- Apa solusi teknik?
- Apa yang bisa kamu lakukan di lapangan?
Catatan fasilitator
Pindah ke ruang lembut, pakai pop filter, jaga jarak dan sudut.
Sepuluh Menit Setiap Hari
Konsistensi mengalahkan intensitas. Mulai dari yang kecil.
| Hari | Fokus | Latihan (10 menit) |
|---|---|---|
| 1 | Napas | Pacer napas, stopwatch satu napas, catat angka awal |
| 2 | Artikulasi | Vokal, plosif, dan dua tongue twister |
| 3 | Intonasi | Pemutar tekanan; ucapkan satu kalimat dengan tujuh tekanan |
| 4 | Hard news | Teleprompter hard news dua kali, rekam dan dengar |
| 5 | Soft news | Teleprompter soft news; perhatikan nada dan tidak seperti iklan |
| 6 | Feature | Teleprompter feature; latih jeda panjang |
| 7 | Evaluasi | Bandingkan rekaman hari 4 sampai 6; pilih satu perbaikan untuk minggu depan |
Sepuluh Pegangan Juara Suara
Bawa pulang, tempel di dinding booth.
- Suara itu wajah berita di telinga penonton.
- Kenali jenis napasmu; napas perut direkomendasikan, pilihan akhir ada padamu.
- Ambil napas di batas gagasan, bukan di tengah nama atau angka.
- Artikulasi tegas: bibir, lidah, ujung kata.
- Tekan satu atau dua kata kunci per kalimat.
- Nada turun di akhir pernyataan.
- Tempo stabil; pelan di angka dan nama.
- Hard news tegas, soft news hangat, feature bercerita.
- Nada selalu menghormati korban dan pihak yang disebut.
- Latihan sepuluh menit tiap hari mengalahkan sekali banyak.
THANK YOU
Butuh diskusi atau kolaborasi lebih lanjut? Silakan hubungi redaksi TILTUP.ID.
Disusun oleh Agung Hardiansyah