LIPUTAN INVESTIGASI
DAN OSINT
DARI PETUNJUK TERBUKA SAMPAI BUKTI YANG BISA DIUJI: VERIFIKASI, GEOLOKASI, PENELUSURAN PERUSAHAAN, DAN KEAMANAN
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.
150 Menit, Enam Bagian
OSINT adalah alat, bukan jalan pintas. Hasilnya baru berguna bila diverifikasi, dicatat, dan dikonfirmasi. Ketuk bagian mana pun untuk melompat.
Kasus, tokoh, dan angka dalam latihan adalah fiktif. Materi ini edukatif dan bukan nasihat hukum. Portal dan alat pihak ketiga sering berubah: periksa versi terbaru.
Dasar Investigasi dan OSINT
Apa itu liputan investigasi, apa tempat OSINT di dalamnya, dan bagaimana menimbang kekuatan bukti.
Disusun oleh Agung Hardiansyah
OSINT Itu Alat, Investigasi Itu Kerja
OSINT membantu menemukan dan menguji petunjuk. Investigasi menyatukan petunjuk menjadi temuan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Liputan mendalam
- Mengungkap hal yang belum diketahui publik atau sengaja ditutupi, demi kepentingan publik.
- Berbasis bukti dan proses yang bisa diuji ulang oleh editor, narasumber, dan pembaca.
- Membutuhkan waktu, rencana, dan dukungan redaksi.
Informasi sumber terbuka
- Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang tersedia secara publik, misalnya media sosial, citra satelit, basis data, dan arsip web.
- Berkeley Protocol memakai istilah informasi sumber terbuka digital dan menekankan cara kerja yang profesional, legal, dan etis.
OSINT satu bagian dari kerja
- Investigasi juga memakai wawancara, dokumen lewat permohonan informasi publik, kunjungan lapangan, dan sumber manusia.
- OSINT memberi petunjuk dan pembanding; konfirmasi tetap datang dari orang dan dokumen.
- Temuan OSINT yang tak terkonfirmasi cukup menjadi petunjuk, bukan kesimpulan.
Terbuka tidak berarti bebas dipakai
- Data yang dapat dilihat publik tetap bisa tergolong data pribadi.
- Mengumpulkan banyak data kecil menjadi profil utuh bisa melukai orang.
- Pertimbangan kepentingan publik, proporsionalitas, dan keselamatan berlaku sejak awal.
Delapan Langkah yang Bisa Diulang
Mulai dari pertanyaan yang tajam. Hipotesis memandu pencarian, dan temuan boleh membantahnya.
| Langkah | Yang dilakukan | Hasil yang dicatat |
|---|---|---|
| 1. Pertanyaan | Rumuskan pertanyaan yang dapat dijawab dan penting bagi publik | Satu kalimat pertanyaan |
| 2. Hipotesis | Tulis dugaan sementara yang bisa dibuktikan atau dibantah | Hipotesis dan apa yang membantahnya |
| 3. Rencana sumber | Petakan dokumen, data, dan orang yang bisa menjawab | Daftar sumber dan urutan akses |
| 4. Kumpulkan | Ambil bahan, tangkap layar, unduh, dan arsipkan | Log bahan dengan tanggal dan tautan |
| 5. Verifikasi | Uji keaslian, asal, tanggal, dan lokasi | Status tiap bahan: terverifikasi atau belum |
| 6. Analisis | Hubungkan temuan, cari pola dan celah | Peta hubungan dan kronologi |
| 7. Konfirmasi | Minta tanggapan pihak yang diberitakan dan beri waktu layak | Catatan permintaan dan jawaban |
| 8. Tulis dan arsipkan | Susun berita dengan sumber tertelusur; simpan berkas liputan | Berkas yang bisa diuji bila digugat |
Tulis log sejak langkah 1: apa, dari mana, kapan, siapa yang mengambil. Log yang rapi menyelamatkan Anda saat editor, narasumber, atau hakim bertanya.
Makin Dekat ke Sumber, Makin Kuat
Tidak semua bahan setara. Ukur kekuatan sumber sebelum membangun temuan di atasnya.
| Jenis | Contoh | Kekuatan | Penguat yang dibutuhkan |
|---|---|---|---|
| Dokumen asli dari pemilik atau lembaga | Akta dari AHU, putusan pengadilan, laporan keuangan | Kuat | Periksa keaslian, nomor, dan tanggal |
| Rekaman primer yang terverifikasi | Video dengan lokasi dan waktu terbukti | Kuat | Konfirmasi perekam bila mungkin |
| Salinan terpercaya | Arsip lembaga atau portal resmi | Cukup kuat | Cocokkan dengan sumber lain |
| Kutipan media lain | Berita yang mengutip dokumen | Sedang | Cari dokumen atau sumber aslinya |
| Unggahan anonim atau pesan berantai | Foto tanpa keterangan perekam | Lemah | Jangan dipakai sebelum ada penguat independen |
| Keluaran AI | Ringkasan atau rujukan buatan AI | Petunjuk saja | Telusuri ke sumber asli sebelum dipakai |
Satu bahan kuat lebih berharga daripada sepuluh bahan lemah yang saling mengutip. Hati-hati dengan sumber yang kelihatan banyak tetapi berasal dari satu unggahan awal.
Seberapa Kuat Bahan Ini?
Nilai tiap bahan fiktif: kuat, perlu penguat, atau lemah. Delapan kasus.
Dasar Investigasi dan OSINT ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
OSINT sebaiknya dipahami sebagai...
OSINT hanya satu bagian dari kerja investigasi.
Hipotesis dalam liputan berguna untuk...
Dugaan sementara yang bisa diuji.
Bahan mana yang paling kuat?
Makin dekat ke sumber, makin kuat.
Log bahan berguna karena...
Log dapat diuji ulang oleh editor dan pihak lain.
Informasi terbuka di internet...
Terbuka tidak berarti bebas dipakai.
Verifikasi dan Geolokasi
Menguji asal, waktu, dan lokasi gambar atau video sebelum dipakai atau diberitakan.
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Tanyakan Lima Hal pada Setiap Bahan
Kerangka yang lazim dipakai: asal, sumber, tanggal, lokasi, dan motif. Ketuk tiap pertanyaan.
Apakah ini yang asli?
- Cari unggahan paling awal, bukan yang paling banyak dibagikan.
- Bandingkan versi: potongan, terjemahan, dan tambahan teks sering menyembunyikan asal.
- Pencarian gambar terbalik dan pencarian kata kunci berdasarkan waktu membantu.
Siapa yang merekam?
- Identifikasi perekam atau pengunggah pertama dan jejak akunnya.
- Apakah akun itu konsisten dengan lokasi dan waktu yang diklaim?
- Hubungi perekam bila mungkin: tanyakan apa yang tidak terlihat di gambar.
Kapan direkam?
- Tanggal unggah bukan tanggal rekam.
- Cocokkan dengan cuaca, bayangan, acara, atau berita lain pada hari itu.
- Arsip web dapat menunjukkan kapan sebuah halaman muncul.
Di mana?
- Pencocokan dengan peta, citra satelit, dan foto jalan.
- Cari benda tetap: bangunan, papan nama, jembatan, bentuk garis pantai.
- Satu petunjuk jarang cukup; cari beberapa yang saling menguatkan.
Mengapa direkam dan disebarkan?
- Siapa yang diuntungkan oleh penyebaran bahan ini?
- Apakah ada konteks yang sengaja dipotong?
- Rekaman sah bisa dipakai menipu bila dilepas dari konteksnya.
Cari Asal Gambar dan Video
Mulai dari alat yang gratis dan mudah diakses. Gunakan beberapa mesin, karena hasilnya berbeda.
| Alat | Fungsi | Catatan |
|---|---|---|
| Google Lens | Mencari gambar serupa dan mengenali objek | Termasuk dalam daftar alat Bellingcat; baik untuk objek dan tempat |
| TinEye, Bing, Yandex | Pencarian gambar terbalik pada indeks yang berbeda | Dipakai bersamaan; hasil kerap saling melengkapi |
| InVID-WeVerify (ekstensi browser) | Memecah video menjadi bingkai kunci untuk dicari terbalik; membaca metadata; memperbesar gambar; analisis forensik gambar diam | Gratis; dikembangkan dari proyek InVID dan WeVerify (didukung Uni Eropa) |
| Wayback Machine, Archive.today | Arsip halaman web untuk melacak versi lama | Termasuk dalam daftar alat Bellingcat |
| Pencarian media sosial berdasarkan waktu | Mencari unggahan paling awal dengan kata kunci dan rentang tanggal | Fitur tiap platform berubah; periksa pengaturan pencarian lanjutan |
Hasil nihil bukan bukti keaslian. Konten baru atau privat mungkin belum terindeks. Daftar alat bisa berubah; Bellingcat mencatat bahwa tidak semua alat dalam daftarnya direkomendasikan tanpa catatan.
Baca Petunjuk di Dalam Gambar
Ketuk tiap petunjuk untuk melihat teknik dan alatnya. Lalu jawab pertanyaan akhir.
Bayangan Bisa Menjawab Jam
Posisi matahari, cuaca, dan peristiwa pembanding membantu memperkirakan kapan sebuah gambar direkam.
Arah dan panjang
- Arah bayangan menunjukkan posisi matahari; panjangnya menunjukkan ketinggiannya.
- Dengan lokasi yang sudah diketahui, alat seperti SunCalc dapat memperlihatkan arah dan sudut matahari pada tanggal tertentu.
- Hasilnya perkiraan, bukan angka pasti.
Cocokkan dengan data
- Bandingkan hujan, mendung, kabut, dan kering dengan data cuaca historis.
- Perhatikan perbedaan wilayah: cuaca bisa berbeda antar kecamatan.
- Basah di tanah belum tentu hujan di hari itu.
Penanda waktu lain
- Papan acara, baliho, atau seragam yang terkait tanggal tertentu.
- Berita lain yang menyebut kejadian pada hari itu.
- Tampilan layar, jam di dinding, atau waktu di bingkai ponsel.
Batas metode
- Satu petunjuk waktu mudah salah; cari beberapa.
- Bayangan dipengaruhi tinggi objek dan medan.
- Saat ragu, tulis rentang waktu dan sebutkan dasarnya.
Berkas Menyimpan Lebih dari Isinya
Metadata dapat membantu atau menyesatkan. Perlakukan sebagai petunjuk, bukan bukti.
Data tentang berkas
- Foto dan video dapat memuat metadata seperti jenis perangkat, waktu, dan kadang koordinat.
- Alat seperti InVID-WeVerify dapat membaca EXIF gambar JPEG dan metadata video MP4 dan membuka koordinat di peta bila ada.
Platform membuang metadata
- Banyak platform media sosial dan aplikasi pesan menghapus atau memampatkan metadata saat berkas diunggah.
- Karena itu, berkas dari pesan berantai jarang membawa metadata asli.
- Minta berkas asli dari perekam bila memungkinkan.
Jangan jadikan satu-satunya dasar
- Metadata dapat diedit; tanggal perangkat bisa salah.
- Cocokkan dengan petunjuk visual dan sumber lain.
- Tulis dalam catatan bahwa metadata sudah dibaca dan hasilnya.
Metadata milik Anda juga
- Foto yang Anda terbitkan dapat membocorkan lokasi atau perangkat.
- Hapus metadata dari foto narasumber sebelum dibagikan bila itu berisiko.
- Pikirkan keselamatan sumber dan tim.
Video Viral Masuk, Lalu Apa?
Sebuah video kerusuhan beredar dan editor meminta Anda memeriksanya. Urutkan langkah yang paling masuk akal. Ketuk sesuai urutan, lalu periksa.
Verifikasi dan Geolokasi ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Tanggal unggah sebuah video...
Video lama sering diunggah ulang.
Pencarian gambar terbalik tidak menemukan apa pun. Artinya...
Mungkin gambar baru atau belum terindeks.
Satu petunjuk lokasi yang jelas sebaiknya...
Beberapa petunjuk saling menguatkan.
Metadata berkas dari pesan berantai...
Platform sering membuang atau memampatkan metadata.
Setelah petunjuk cocok, langkah penting berikutnya adalah...
Verifikasi digital belum cukup tanpa konfirmasi manusia.
Orang, Perusahaan, dan Uang
Menelusuri rekam jejak, struktur kepemilikan, perkara, kontrak, dan permohonan informasi publik.
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Rekam Jejak Bukan Profil Pribadi
Telusuri yang relevan dengan kepentingan publik. Jangan menyusun dossier tentang kehidupan pribadi.
Siapa yang ditelusuri?
- Pejabat dan tokoh publik: tugas dan keputusan publiknya sah ditelusuri.
- Warga biasa: perlu alasan kepentingan publik yang jelas dan proporsional.
- Kehidupan pribadi, keluarga, dan anak umumnya di luar cakupan kecuali berkaitan langsung dengan kepentingan publik.
Apa yang dilihat
- Pemberitaan, pernyataan resmi, dan akun resmi.
- Putusan pengadilan dan laporan resmi; jabatan dan pengurus perusahaan.
- Laporan harta pejabat untuk penyelenggara negara.
- Hindari alamat rumah, nomor telepon pribadi, dan data keluarga.
Jangan salah orang
- Nama yang sama banyak. Cocokkan dengan beberapa atribut: tempat dan tanggal lahir, jabatan, perusahaan, foto, dan wilayah.
- Kesalahan identitas pada tuduhan serius adalah salah satu risiko terbesar.
- Konfirmasi ke yang bersangkutan sebelum menyimpulkan.
Tulis status yang akurat
- Bedakan: dilaporkan, diperiksa, tersangka, terdakwa, terpidana, dan putusan berkekuatan hukum tetap.
- Catatan kejahatan termasuk data pribadi yang perlu kehati-hatian ekstra menurut UU PDP.
- Praduga tak bersalah tetap berlaku (UU Pers Pasal 5 ayat 1).
Siapa di Balik Nama Perusahaan?
Perusahaan berlapis sering menyembunyikan pemilik manfaat. Mulailah dari sumber resmi dan bangun petanya.
| Sumber | Isi umum | Catatan |
|---|---|---|
| AHU Online (Kementerian Hukum) | Layanan administrasi badan hukum; juga kanal pelaporan pemilik manfaat | Cakupan akses publik berubah; periksa data apa yang bisa dilihat tanpa kewenangan |
| Pemilik manfaat (beneficial ownership) | Orang yang pada akhirnya mengendalikan atau menikmati manfaat perusahaan | Permenkum 2/2025 mengubah skema lapor mandiri menjadi verifikasi terpadu; sumber media tidak menyebut akses publik |
| Akta, laporan, dan dokumen terbuka | Pengurus, saham, alamat, dan perubahan | Cocokkan antar dokumen; data bisa lama |
| Putusan dan perkara | Sengketa kepemilikan, utang, dan kepailitan | Periksa status putusan |
| OpenCorporates | Pencarian data perusahaan lintas negara | Termasuk dalam daftar alat Bellingcat; cakupan Indonesia terbatas, periksa |
| ICIJ Offshore Leaks Database | Data perusahaan, yayasan, dan dana luar negeri dari bocoran yang dipublikasikan ICIJ | Gratis dan daring. Keberadaan nama bukan bukti pelanggaran |
Alamat atau pengurus yang sama pada banyak perusahaan, perusahaan baru memenangkan proyek besar, dan perubahan pengurus mendadak. Itu indikator untuk digali lebih jauh, bukan bukti.
Banyak Data Sudah Tersedia di Portal Resmi
Pelajari fungsi tiap portal dan batasnya. Data resmi pun bisa terlambat, tidak lengkap, atau keliru.
| Portal | Untuk apa | Catatan |
|---|---|---|
| e-LHKPN (KPK) | Laporan harta kekayaan penyelenggara negara | Berisi pernyataan pelapor. Bukan audit dan bukan bukti tindak pidana |
| Direktori Putusan Mahkamah Agung | Putusan pengadilan berbagai tingkat | Tidak semua putusan diunggah; identitas tertentu disamarkan; periksa kelengkapan |
| SIPP (penelusuran perkara pengadilan) | Jadwal, status, dan tahapan perkara per pengadilan | Tiap pengadilan punya laman sendiri; cakupan dan tampilan beragam |
| Portal pengadaan pemerintah (LPSE, INAPROC) | Paket pengadaan, peserta, dan pemenang | Struktur portal dapat berubah; unduh dan arsipkan datanya |
| Laporan keuangan dan keterbukaan informasi perusahaan terbuka | Kinerja, pemegang saham besar, dan transaksi tertentu | Hanya perusahaan yang wajib melapor |
Daftar ini dari pengetahuan pengajar dan portal yang dikenal; tampilan dan cakupan berubah. Selalu simpan tangkapan layar dan tautan dengan waktu akses.
Minta Dokumen Lewat Jalur Resmi
UU Keterbukaan Informasi Publik memberi hak meminta informasi dari badan publik. Ketahui tenggatnya.
| Tahap | Ketentuan | Tenggat |
|---|---|---|
| Ajukan permohonan | Kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID); pastikan menerima nomor tanda terima | - |
| Jawaban tertulis | Badan publik memberi tahu diterima atau ditolak | 10 hari kerja |
| Perpanjangan | Bila informasi belum dikuasai atau belum diputuskan apakah dikecualikan | Tambah 7 hari kerja |
| Keberatan | Ajukan ke atasan PPID bila ditolak atau tidak puas | 30 hari kerja sejak penolakan |
| Tanggapan atasan | Atasan PPID menjawab secara tertulis | 30 hari kerja sejak keberatan diterima |
| Sengketa informasi | Ajukan ke Komisi Informasi bila tidak puas atas keputusan atasan | 14 hari kerja sejak keputusan diterima |
Informasi dari PPID tidak dikenai biaya; biaya salinan ditanggung pemohon. Ada informasi yang dikecualikan, misalnya yang dapat menghambat penegakan hukum atau membuka rahasia pribadi. Tenggat dari ringkasan Pemprov DKI Jakarta; baca teks UU.
Uang Meninggalkan Jejak Dokumen
Telusuri aliran uang lewat kontrak, hibah, aset, dan perusahaan. Indikator bukan bukti, jadi jaga bahasa.
Pengadaan
- Siapa pemenang, berapa nilainya, siapa pesertanya, dan apa spesifikasi paketnya?
- Pemenang yang sama berulang atau peserta yang berkaitan perlu digali.
- Bandingkan dengan perusahaan yang baru berdiri atau tanpa pengalaman serupa.
Harta dan gaya hidup
- Bandingkan laporan harta pejabat dengan data lain secara hati-hati.
- Perbedaan bisa punya penjelasan sah: warisan, utang, atau cara pencatatan.
- Kesimpulan "tidak wajar" butuh pembanding dan konfirmasi.
Jaringan kepemilikan
- Alamat, pengurus, dan nomor telepon yang sama pada beberapa perusahaan.
- Perusahaan baru yang tiba-tiba mendapat kontrak besar.
- Peta jaringan membantu melihat pola dan lompatan.
Hati-hati menyimpulkan
- Tulis apa yang tercatat, bukan niat atau tuduhan.
- Gunakan "tercatat", "menurut dokumen", dan "belum ada konfirmasi" dengan jujur.
- Beri kesempatan menanggapi sebelum tayang (KEJ Pasal 1 dan 3).
Cari di Mana Dulu?
Baca pertanyaan liputan, pilih sumber resmi yang paling pas untuk memulai. Delapan kasus fiktif.
Orang, Perusahaan, dan Uang ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Laporan harta pejabat (LHKPN) adalah...
Perlu dibandingkan dan dikonfirmasi.
Tenggat jawaban tertulis permohonan informasi publik adalah...
Menurut ringkasan UU KIP.
Nama yang sama pada dokumen berbeda sebaiknya...
Kesalahan identitas berisiko besar.
Alamat yang sama pada banyak perusahaan adalah...
Gunakan sebagai petunjuk.
Pencatatan di basis data offshore (misalnya ICIJ) berarti...
Banyak struktur lintas negara sah.
Dokumen, Arsip, dan Data
Mengarsipkan bukti digital, menjaga rantai kustodi, menguji dokumen bocor, dan mengolah data dengan rapi.
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Simpan Sebelum Hilang
Halaman bisa dihapus, diubah, atau ditutup sesudah Anda mulai bertanya. Arsipkan sejak awal.
Halaman tidak abadi
- Unggahan dihapus dan situs ditutup, terutama setelah pihak terkait dihubungi.
- Tanpa salinan, temuan sulit dibuktikan di hadapan editor atau hakim.
Wayback Machine dan Archive.today
- Menyimpan salinan halaman beserta tanggal; keduanya ada dalam daftar alat Bellingcat.
- Cocok untuk halaman publik dan umum.
- Berhati-hatilah: arsip publik dapat dilihat siapa saja.
Simpan sendiri
- Tangkapan layar halaman penuh yang memuat tautan dan waktu, serta berkas asli.
- Simpan data pribadi sensitif hanya di tempat aman, bukan di arsip publik.
- Beri nama berkas yang konsisten dan catat di log.
Otomatisasi
- Alat seperti Auto Archiver dan Distill.io (dalam daftar Bellingcat) membantu mengarsipkan dan memantau halaman.
- Periksa ketentuan penggunaan situs dan batas hukum sebelum mengotomatiskan pengambilan data.
Dari Temuan ke Berkas yang Bisa Diuji
Berkeley Protocol menyusun kerja investigasi digital menjadi tahap yang berurutan. Praktiknya bisa dipakai redaksi.
| Tahap | Praktik | Yang dicatat |
|---|---|---|
| Pencarian | Cari dengan rencana, bukan acak | Kata kunci, tanggal, dan sumber yang dicari |
| Penilaian awal | Nilai relevansi dan keandalan sebelum mengambil | Alasan memilih atau membuang bahan |
| Pengumpulan | Simpan berkas asli, tangkapan layar, tautan, dan metadata | URL, tanggal dan jam, nama pengambil, perangkat |
| Pelestarian | Simpan satu salinan induk yang tidak diubah dan kerjakan di salinan lain; buat cadangan; pertimbangkan nilai hash | Lokasi simpan dan siapa yang mengakses |
| Verifikasi | Uji asal, keaslian, waktu, dan lokasi | Hasil dan metode pengujian |
| Analisis | Hubungkan bahan menjadi temuan | Asumsi, celah, dan alternatif penjelasan |
Bila berita digugat atau bahan dipakai pihak lain, berkas yang rapi menunjukkan bahwa bahan tidak diubah dan bagaimana temuan diperoleh. Nilai hash adalah sidik digital berkas; bila berkas berubah, nilainya berubah.
Dokumen Datang, Jangan Langsung Percaya
Dokumen bocor bisa asli, asli tetapi dipakai menyesatkan, atau palsu. Uji dulu sebelum menyusun cerita.
Uji dokumen
- Format, kop, nomor surat, tanggal, tanda tangan, dan gaya bahasa konsisten dengan dokumen asli lain dari lembaga itu?
- Periksa metadata dokumen: pembuat, tanggal, dan perangkat lunak.
- Cari dokumen sejenis yang terbit resmi untuk dibandingkan.
Siapa dan mengapa
- Siapa yang mengirim, dan apa yang mungkin ia inginkan?
- Lindungi identitas sumber sesuai komitmen (KEJ Pasal 7 soal hak tolak).
- Pertimbangkan bahwa dokumen bisa sengaja dibocorkan untuk mengarahkan liputan.
Cocokkan dengan manusia dan sumber lain
- Konfirmasi ke pihak dalam atau pihak yang disebut dalam dokumen.
- Minta tanggapan resmi dengan memberi waktu yang layak.
- Cocokkan angka dan nama dengan data resmi.
Sunting sebelum tayang
- Data pribadi yang tidak perlu publik harus disamarkan.
- Dokumen berisi data warga biasa perlu pertimbangan khusus (UU PDP).
- Simpan versi asli dengan aman, terbitkan versi yang sudah disunting.
Amankan dokumen
- Simpan di tempat yang terenkripsi dengan akses terbatas.
- Batasi siapa yang memegang salinan.
- Rencanakan penghapusan setelah proses selesai bila perlu.
Rapikan Data, Rapikan Pikiran
Temuan yang tercecer sulit diuji. Bangun lembar kerja sejak awal dan pakai alat yang sesuai kebutuhan.
| Kebutuhan | Alat contoh | Catatan |
|---|---|---|
| Log bahan dan kronologi | Lembar kerja (Excel, Google Sheets, LibreOffice) | Kolom: ID, sumber, tautan arsip, tanggal akses, status verifikasi, catatan |
| Membersihkan data berantakan | OpenRefine, fungsi lembar kerja | Pengetahuan umum; ujicoba pada salinan data |
| Grafik dan peta untuk laporan | Datawrapper | Termasuk dalam daftar alat Bellingcat |
| Mengorganisasi bukti kolaboratif | Atlos | Termasuk dalam daftar alat Bellingcat; periksa kebijakan data |
| Mencari lintas dokumen dan data besar | OCCRP Aleph | Mesin pencari dokumen dan data untuk jurnalis; akses mungkin perlu akun |
Setiap sel temuan harus bisa ditelusuri ke sumber. Pisahkan fakta terverifikasi, dugaan, dan hal yang belum dikonfirmasi dengan kolom status yang jelas.
AI Mempercepat, Bukan Menggantikan
AI membantu pekerjaan berat, tetapi hasilnya harus diperlakukan seperti naskah kontributor baru.
Yang cocok dikerjakan
- Meringkas dokumen panjang dan menerjemahkan bahan asing untuk dibaca awal.
- Mengekstrak nama, tanggal, dan angka dari tumpukan teks sebagai petunjuk pencarian.
- Selalu cocokkan kembali dengan dokumen asli.
Yang berbahaya
- Mengarang rujukan, kutipan, atau fakta yang terdengar meyakinkan.
- Mengunggah dokumen bocor atau data pribadi ke layanan yang tidak aman.
- Bias dan kesalahan terjemahan pada istilah teknis dan hukum.
Waspada pemalsuan
- Gambar dan suara sintetis makin sulit dibedakan; jangan jadikan tanda visual satu-satunya dasar.
- Utamakan asal-usul, konfirmasi, dan bukti pendukung lain.
Tanggung jawab tetap di redaksi
- Peraturan Dewan Pers 1/2025 mengatur penggunaan kecerdasan buatan dalam karya jurnalistik.
- Catat penggunaan AI dalam log dan beri keterangan bila signifikan.
- Verifikasi hasilnya sebelum dipakai.
Dokumen, Arsip, dan Data ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Halaman web yang akan dipakai sebagai bukti sebaiknya...
Halaman bisa hilang kapan saja.
Salinan induk sebuah berkas bukti sebaiknya...
Menjaga keutuhan bukti.
Dokumen bocor yang tampak meyakinkan harus...
Asli atau palsu belum diketahui.
Hasil ringkasan AI atas dokumen sebaiknya...
AI bisa mengarang atau keliru.
Data pribadi dalam dokumen yang tidak perlu publik...
Hormati privasi dan kehati-hatian UU PDP.
Keamanan, Etika, dan Hukum
Melindungi sumber, tim, dan diri sendiri; menentukan batas etika; serta mengenali garis hukum yang berisiko.
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Lindungi Sumber, Tim, dan Diri Sendiri
Berkeley Protocol menyebut keselamatan digital, fisik, dan psikososial. Nilai ancaman sebelum liputan dimulai.
Petakan dulu
- Siapa yang mungkin ingin tahu atau menghentikan liputan ini?
- Apa yang paling perlu dilindungi: identitas sumber, bahan, atau lokasi tim?
- Seberapa mungkin dan seberapa parah dampaknya? Putuskan penangkal sebelum berangkat.
Dasar yang sering dilupakan
- Kata sandi unik dengan pengelola kata sandi, serta autentikasi dua langkah.
- Pisahkan akun dan perangkat kerja dari urusan pribadi.
- Perbarui perangkat lunak dan batasi aplikasi yang tidak perlu.
Yang tampak oleh pihak lain
- Beberapa platform memperlihatkan siapa yang melihat profil atau memantau akun; periksa pengaturan.
- Hindari memakai akun pribadi untuk menelusuri pihak sensitif.
- Metadata dan jaringan publik dapat membocorkan lokasi.
Lindungi pesan dan identitas
- Gunakan saluran terenkripsi yang disepakati dan jelaskan batasnya ke sumber.
- Jangan menjanjikan keamanan mutlak.
- Hormati hak tolak untuk melindungi narasumber (KEJ Pasal 7).
Paparan konten berat
- Menonton rekaman kekerasan berulang dapat melukai penelaah.
- Batasi paparan, bagi tugas, dan beri jeda.
- Cari dukungan rekan atau tenaga profesional bila terganggu.
Cara Mendapat Informasi Ikut Diperiksa
Berita yang benar tetap bisa bermasalah bila caranya melanggar etika. KEJ Pasal 2 mengatur cara profesional.
Cara-cara profesional
- Menunjukkan identitas diri kepada narasumber dan menghormati hak privasi.
- Tidak menyuap; menghasilkan berita faktual dengan sumber jelas; menghormati pengalaman traumatik narasumber; tidak plagiat.
- Penggunaan cara tertentu dapat dipertimbangkan sepanjang untuk peliputan investigasi bagi kepentingan publik (penafsiran butir h).
Akun samaran dan penyamaran
- Mengamati yang publik berbeda dengan menipu seseorang untuk membuka akses.
- Bila cara tertentu dipertimbangkan: kepentingan publik jelas, tidak ada cara lain, bahaya minimal, disetujui editor, dan dicatat.
- Jelaskan metode kepada pembaca bila relevan.
Membuka identitas atau alamat
- Menyebarkan alamat rumah, nomor telepon, atau data keluarga dapat membahayakan orang dan melanggar etik dan hukum.
- Tulis yang relevan dengan kepentingan publik; jangan membuka lebih dari yang perlu.
Seimbangkan hak
- Pertimbangkan manfaat bagi publik terhadap kerugian bagi individu.
- Orang yang tak terkait temuan, misalnya anggota keluarga, perlu dilindungi.
- Gunakan data seperlunya dan simpan dengan aman.
Terbuka Bukan Berarti Tanpa Aturan
Beberapa cara kerja OSINT bersinggungan dengan hukum. Kenali garisnya sebelum melangkah.
| Aturan | Garis yang perlu dijaga | Catatan |
|---|---|---|
| UU ITE (UU 11/2008 jo. UU 19/2016 dan UU 1/2024) | Mengakses sistem elektronik milik orang lain tanpa hak (Pasal 30), misalnya menebak sandi atau menjebol keamanan | Pasal ini dari pengetahuan pengajar; baca teks resmi. Mengamati yang publik bukan akses ilegal |
| UU PDP (UU 27/2022) | Memperoleh atau mengungkap data pribadi secara melawan hukum | UU tidak memuat pengecualian jurnalistik eksplisit; Dewan Pers menyuarakan perlunya. Lihat modul etika dan hukum pers |
| KUHP baru (UU 1/2023, berlaku 2 Januari 2026) | Pencemaran nama baik dan penghinaan (Pasal 433 dan 436) | Tuduhan tanpa dasar tetap berisiko; lindungan UU Pers berlaku untuk karya jurnalistik |
| UU Keterbukaan Informasi Publik | Ada informasi dikecualikan; permohonan lewat jalur resmi | Bukan izin memakai data bocor tanpa pertimbangan |
| UU Hak Cipta | Mengambil foto, video, dan tulisan orang lain | Kutip dengan sumber; minta izin bila perlu |
| UU Pers dan Dewan Pers | Perlindungan bagi karya jurnalistik; pengaduan ke Dewan Pers | Berlaku bagi produk pers, bukan unggahan pribadi |
Materi edukatif, bukan nasihat hukum. Untuk metode yang berisiko, konsultasikan dengan penasihat hukum redaksi sebelum bertindak.
Di Mana Garisnya?
Nilai tiap metode fiktif: boleh dipertimbangkan, perlu persetujuan editor dan penasihat hukum, atau garis merah. Delapan kasus.
Keamanan, Etika, dan Hukum ?
Pilih jawaban yang paling tepat.
Langkah pertama keamanan liputan adalah...
Penilaian ancaman menentukan penangkal.
KEJ Pasal 2 butir h menyebut cara tertentu dapat dipertimbangkan bila...
Penafsiran Pasal 2 butir h.
Menebak sandi atau menjebol keamanan sistem orang lain...
Akses tanpa hak ke sistem elektronik.
Menerbitkan alamat rumah seseorang tanpa kepentingan publik adalah...
Membahayakan keselamatan dan melanggar privasi.
UU PDP terhadap pemrosesan data untuk jurnalistik...
Dewan Pers mendorong pengecualian eksplisit.
Kasus dan Proyek
Tiga kasus fiktif, simulasi keputusan investigasi bercabang, rubrik, tantangan proyek, dan sepuluh pegangan.
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Apa yang Terlewat di Sini?
Nama, tempat, dan lembaga seluruhnya rekaan untuk latihan. Diskusikan: apa yang salah, risikonya, dan cara memperbaiki.
Video yang salah tempat
- Sebuah portal menayangkan video "banjir bandang di Kota A hari ini" dari grup pesan. Dua hari kemudian pembaca menunjukkan video itu terekam dua tahun lalu di Kota B.
- Yang terlewat: unggahan paling awal, lokasi, dan konfirmasi ke otoritas.
- Risiko: ralat, kehilangan kepercayaan, penyebaran hoaks.
- Perbaikan: ralat tertaut dengan bukti, prosedur verifikasi video sebelum tayang.
Perusahaan bayangan
- Reporter menemukan PT Cahaya Nusa memenangkan tujuh paket proyek dengan pengurus yang sama dengan CV Mitra Karya. Naskah memakai kata "korupsi" tanpa konfirmasi.
- Yang terlewat: bahasa indikator, konfirmasi, dan hak jawab.
- Risiko: keberatan, hak jawab, pengaduan ke Dewan Pers, tuntutan pencemaran nama baik.
- Perbaikan: tulis "tercatat" dan "menurut dokumen", beri kesempatan menanggapi, siapkan bukti.
Dokumen yang terlalu rapi
- Dokumen kontrak bocor tampak meyakinkan. Metadata menunjukkan berkas dibuat setelah tanggal yang tertera, dan nomor surat tidak cocok dengan format dinas.
- Yang terlewat: uji keaslian dan konfirmasi pihak dalam.
- Risiko: menyebarkan dokumen palsu, dimanfaatkan pihak yang ingin menjatuhkan lawan.
- Perbaikan: bandingkan dengan dokumen resmi lain, konfirmasi, dan tahan sampai terverifikasi.
Tulis jawaban kelompok dalam tiga kolom: yang terlewat, dampak pada pihak terdampak, dan perbaikan. Bandingkan antar kelompok.
Anda yang Memutuskan
Pilih skenario, lalu ambil keputusan di setiap langkah. Pilihan Anda menentukan ke mana liputan bergerak.
Enam Pertanyaan Sebelum Tayang
Ketuk setiap pemeriksaan yang sudah dilakukan.
Delapan Ukuran, Skala Satu sampai Empat
Nilai satu proyek investigasi, baik untuk diri sendiri, rekan, maupun fasilitator.
Satu Pertanyaan, Empat Minggu
Kelompok 3-4 orang merancang dan menjalankan proyek investigasi kecil berbasis data terbuka.
- Minggu 1: rumuskan pertanyaan dan hipotesis, petakan sumber, dan siapkan log.
- Minggu 2: kumpulkan dan verifikasi bahan dari portal resmi dan sumber terbuka; arsipkan.
- Minggu 3: analisis, peta hubungan, dan permohonan informasi publik atau wawancara konfirmasi.
- Minggu 4: tulis, minta tanggapan pihak terkait, tinjau etik dan hukum, lalu presentasikan.
- Sepanjang proyek: nilai ancaman dan lindungi data pribadi.
- Akhir: nilai dengan rubrik dan tulis satu hal yang akan diubah di proyek berikutnya.
Pertanyaan, tiga bahan terkuat, satu hal yang gagal diverifikasi, dan satu keputusan etik yang dibahas.
Sepuluh Hal yang Perlu Dibawa Pulang
OSINT yang baik adalah verifikasi yang disiplin, keamanan yang serius, dan etika yang tidak ditawar.
- Mulai dari pertanyaan dan hipotesis, bukan dari alat.
- Tulis log sejak awal: apa, dari mana, kapan, siapa.
- Ukur kekuatan bukti; jangan bergantung pada sumber lemah.
- Verifikasi asal, sumber, tanggal, lokasi, dan motif.
- Beberapa petunjuk independen lebih kuat daripada satu.
- Arsipkan sebelum menghubungi pihak terkait.
- Konfirmasi ke manusia dan beri hak jawab.
- Lindungi sumber, data pribadi, dan tim.
- Metode ikut diuji: tidak ada akses tanpa hak atau penipuan.
- Tulis yang tercatat dan terbukti, bukan lebih dari itu.
Daftar Pustaka
Rujukan resmi dan ilmiah yang mendasari modul ini. Portal dan alat sering berubah: periksa versi terbaru.
Pedoman metodologi investigasi
- Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights, & Human Rights Center, University of California, Berkeley, School of Law. (2020). Berkeley Protocol on Digital Open Source Investigations. New York dan Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa. https://humanrights.berkeley.edu/programs-projects/tech-human-rights-program/berkeley-protocol. Diakses 21 Oktober 2026.
- Hunter, M. L. (Ed.). (2026). Story-Based Inquiry: A Manual for Investigative Journalists (edisi ke-2). UNESCO dan The Centre for Investigative Journalism. https://tcij.org/handbooks/story-based-inquiry/. Diakses 21 Oktober 2026.
- Bellingcat. (tanpa tahun). Bellingcat's Online Investigation Toolkit. https://bellingcat.gitbook.io/toolkit. Diakses 21 Oktober 2026.
- InVID-WeVerify. (tanpa tahun). InVID Verification Plugin. https://www.invid-project.eu/tools-and-services/invid-verification-plugin/. Diakses 21 Oktober 2026.
- International Consortium of Investigative Journalists. (tanpa tahun). Offshore Leaks Database. https://www.icij.org/investigations/offshore/search-offshore-leaks-data/. Diakses 21 Oktober 2026.
Regulasi dan pedoman Indonesia
- Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
- Dewan Pers. (2006). Kode Etik Jurnalistik (disahkan melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008). Jakarta: Dewan Pers.
- Dewan Pers. (2025). Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik (ditetapkan 24 Januari 2025). Jakarta: Dewan Pers. Tersedia di laman Dewan Pers (dewanpers.or.id).
- Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
- Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 dan UU Nomor 1 Tahun 2024.
- Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (berlaku 2 Januari 2026).
- Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Portal resmi
- Kementerian Hukum Republik Indonesia. (tanpa tahun). AHU Online. https://ahu.go.id. Diakses 21 Oktober 2026.
- Komisi Pemberantasan Korupsi. (tanpa tahun). e-LHKPN: Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. https://elhkpn.kpk.go.id. Diakses 21 Oktober 2026.
- Mahkamah Agung Republik Indonesia. (tanpa tahun). Direktori Putusan Mahkamah Agung. https://putusan3.mahkamahagung.go.id. Diakses 21 Oktober 2026.
Sumber sekunder
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (tanpa tahun). Hak-hak pemohon informasi (ringkasan tenggat permohonan informasi publik). https://pelayanan.jakarta.go.id/download/publikasi/hak-hak-pemohon-informasi.pdf. Diakses 21 Oktober 2026.
- SmartLegal.id. (2025, 20 Oktober). Aturan beneficial ownership direvisi, semua korporasi kini harus lapor. https://smartlegal.id/trending-topic/2025/10/20/aturan-beneficial-ownership-direvisi-semua-korporasi-kini-harus-lapor-sl-gt/. Diakses 21 Oktober 2026.
- Hukumonline. (2023, 29 September). UU Pelindungan Data Pribadi dalam kaitannya dengan jurnalis. https://www.hukumonline.com/berita/a/uu-pelindungan-data-pribadi-dalam-kaitannya-dengan-jurnalis-lt6516ea2acbc5c. Diakses 21 Oktober 2026.
- Hukumonline. (2026, 15 Januari). Dewan Pers ingatkan risiko pidana bagi wartawan dalam KUHP-KUHAP baru. https://www.hukumonline.com/berita/a/dewan-pers-ingatkan-risiko-pidana-bagi-wartawan-dalam-kuhp-kuhap-baru-lt69697a5c9f129. Diakses 21 Oktober 2026.
Materi edukatif, bukan nasihat hukum. Tahapan Berkeley Protocol dirangkum dari pengetahuan pengajar; baca dokumen aslinya. Edisi kedua Story-Based Inquiry: kutipan halaman menyebut tahun 2025, halaman bertanggal 2026. Tenggat permohonan informasi dari ringkasan Pemprov DKI Jakarta; Permenkum 2/2025 dari SmartLegal.id. Pasal 30 UU ITE, OpenRefine, Aleph, dan cakupan SIPP, LPSE, dan portal bursa dari pengetahuan umum; periksa teks resmi dan situs masing-masing.
THANK YOU
Butuh diskusi atau kolaborasi lebih lanjut? Silakan hubungi redaksi TILTUP.ID.
Disusun oleh Agung Hardiansyah