NEWS VALUE
PERTIMBANGAN UTAMA DALAM MEMILIH BERITA
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.
KELAYAKAN BERITA SEBELUM TAYANG
Apa saja yang diperiksa producer sebelum sebuah berita masuk rundown
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Sebelum Masuk Rundown, Berita Harus Lolos Dulu
Producer adalah gerbang terakhir sebelum berita sampai ke penonton. Ada lima pertimbangan. Ketuk kotak untuk membukanya.
Urutannya penting: berita yang belum benar atau belum lengkap tidak perlu dihitung bobotnya.
Kelengkapan Data 5W1H
Ketuk tiap unsur untuk menandai apakah datanya sudah ada atau belum dari reporter. Lihat bagaimana keputusan producer berubah.
Empat unsur pertama (apa, siapa, kapan, di mana) wajib ada. Mengapa dan bagaimana kadang belum bisa dijawab, dan boleh ditulis jujur sebagai "masih diselidiki" asalkan dinyatakan jelas.
Benar Dulu, Baru Cepat
Berita yang salah lebih merugikan daripada berita yang terlambat. Producer menimbang seberapa kuat sumbernya.
- Saksi mata dan korban langsung
- Pihak berwenang (polisi, BNPB, BMKG, dinas terkait)
- Dokumen resmi dan rekaman asli
- Media lain yang kredibel
- Pernyataan lewat perantara atau juru bicara
- Perlu dicek ulang ke sumber asalnya
- Video dan kabar tanpa sumber jelas
- Pesan berantai di grup WhatsApp
- Belum boleh tayang sebelum diverifikasi
- Periksa sumber. Siapa yang berbicara, dan berwenang atau tidak?
- Silang informasi. Konfirmasi langsung ke pihak terkait dan cari sumber independen kedua.
- Periksa visual. Apakah lokasi, waktu, dan keaslian video benar, bukan rekaman lama?
Berimbang, Etis, dan Sesuai Aturan
- Semua pihak yang terlibat diberi ruang bicara.
- Pihak yang dituduh mendapat hak jawab.
- Bila salah satu pihak belum bisa dihubungi, sebutkan upaya yang sudah dilakukan.
- Kode Etik Jurnalistik dan pedoman penyiaran (P3SPS KPI).
- Praduga tak bersalah.
- Perlindungan korban dan anak; hindari gambar sadis dan SARA.
- Apakah publik perlu mengetahuinya, bukan sekadar sensasi?
- Privasi dan dampak bagi narasumber dipertimbangkan.
- Bila ragu, diskusikan dengan koordinator liputan atau pemimpin redaksi.
Berita yang menarik tetapi melanggar etika tetap tidak layak tayang, setinggi apa pun bobotnya.
Siap Siar atau Tahan?
Centang yang sudah siap. Producer menayangkan hanya bila semuanya beres.
Belum siap tetapi harus tayang? Turunkan ke format yang lebih ringkas, misalnya dari PKG menjadi VO atau reader. Pelajari di modul Format Berita Tunggal.
KEKUATAN BERITA TV: NARASI DAN GAMBAR
Dua hal yang menentukan prioritas berita di televisi dan platform audio-visual
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Kekuatan Berita TV Ada pada Gambar dan Narasi
Televisi dan platform berita audio-visual lain hidup dari dua hal: apa yang dilihat penonton dan apa yang diceritakan kepada mereka.
- Gambar: kobaran api, ekspresi warga, aksi petugas, momen yang bisa direkam kamera.
- Narasi atau kisah: siapa terlibat, mengapa penting, dampaknya, tokoh, dan konflik di baliknya.
- Peristiwa yang kuat di keduanya hampir selalu menjadi prioritas utama.
Dua hal ini bisa dipakai untuk memetakan semua berita ke dalam empat tier.
Gambar × Kisah: Empat Tier
Ketuk satu bagian lingkaran atau tombol tier untuk melihat contohnya.
Tier 1: Gambar bagus, kisah bagus
Prioritas tertinggi
Kebakaran hanguskan 350 rumah warga, 30 orang tewas
Gambar: Dramatis: warga menyelamatkan barang, kobaran api, petugas berjibaku memadamkan api.
Kisah: Kuat karena salah satu rumah yang terbakar ternyata rumah wakil presiden, seorang tokoh prominen.
Sikap producer: Pilih paling dulu. Kandidat headline dan segmen awal, biasanya dikemas PKG atau live.
Tier 2: Gambar bagus, kisah biasa
Prioritas kedua
Ular piton tujuh meter ditemukan di atap rumah warga
Gambar: Menegangkan: petugas berusaha mengambil ular dari atap rumah.
Kisah: Terbatas: hanya satu rumah yang terdampak, dan cerita berhenti pada proses evakuasi yang menegangkan.
Sikap producer: Layak tayang bila ada slot. Cocok dikemas VO atau roll clip yang singkat.
Tier 3: Gambar biasa, kisah bagus
Prioritas ketiga
Polisi bekuk pengedar satu ton ganja kering
Gambar: Statis: konferensi pers di satu ruangan dengan barang bukti ganja di meja.
Kisah: Kuat karena menjelaskan upaya penangkapan yang menegangkan dan besarnya jaringan peredaran.
Sikap producer: Tayang dengan bantuan gambar tambahan: arsip penangkapan, grafis, atau rekonstruksi. Format reader, VO, atau PKG.
Tier 4: Gambar biasa, kisah biasa
Prioritas terakhir, tetapi bisa wajib tayang
Peresmian gedung atau gerai perusahaan
Gambar: Statis di depan gedung: beberapa pejabat memotong pita dan membuka gerai.
Kisah: Tidak menarik. Namun perusahaan itu terikat perjanjian kerja sama atau media buying resmi, sehingga beritanya wajib tayang.
Sikap producer: Tayang sesingkat mungkin, misalnya reader atau VO di segmen akhir, dengan penanda sesuai kebijakan redaksi.
Tier Itu Penuntun, Bukan Harga Mati
- Tier 2: gali kisahnya, misalnya dampak bagi warga sekitar.
- Tier 3: tambah gambar lewat arsip, grafis, atau rekonstruksi.
- Reporter yang cerdik mengubah tier berita.
- Kontrak kerja sama atau media buying membuat berita harus tayang.
- Tayangkan sesingkat dan seringan mungkin.
- Beri penanda sesuai kebijakan redaksi dan aturan penyiaran.
- Di hari berita besar, berita tier 2 atau 3 bisa tergeser.
- Di dalam satu tier, bobot news value yang menentukan urutan.
- Karena itu kita perlu memahami news value.
SEMBILAN JENIS NEWS VALUE
Definisi dan contoh kasus untuk setiap nilai berita
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Magnitude: Besarnya skala peristiwa
Besarnya skala peristiwa, diukur dari jumlah korban, besar angka, atau luas wilayah yang terdampak.
Banjir merendam lima kecamatan dan 12 ribu warga mengungsi.
Genangan setinggi mata kaki di satu gang selama satu jam.
Seberapa besar skalanya?
Angka besar harus diverifikasi dan dibandingkan dengan konteks, bukan sekadar disebut.
Proximity: Kedekatan dengan audiens
Kedekatan peristiwa dengan penonton, baik secara geografis maupun emosional (satu bangsa, satu profesi, satu nasib).
Jalan utama kota tempat program siaran amblas dan macet lima kilometer; atau warga negara kita terdampak bencana di luar negeri.
Kecelakaan kecil di kota lain yang tidak terjangkau siaran dan tidak melibatkan warga kita.
Seberapa dekat dengan penonton kita?
Untuk stasiun lokal, kedekatan geografis sangat menentukan; untuk stasiun nasional, kedekatan emosional ikut berperan.
Impact: Dampak langsung
Akibat langsung peristiwa terhadap kehidupan penonton: dompet, aktivitas, atau keselamatan mereka.
Harga BBM naik mulai tengah malam sehingga ongkos angkutan dan harga pangan ikut naik.
Perubahan susunan internal sebuah dinas yang tidak mengubah layanan bagi warga.
Apa akibatnya bagi penonton, dan berapa banyak yang terkena?
Berita dampak yang baik menjelaskan "terus bagaimana buat saya?".
Prominence: Ketokohan
Keterlibatan orang atau lembaga yang terkenal dan berpengaruh: pejabat, tokoh publik, atau institusi besar.
Presiden mengumumkan kebijakan baru; atau rumah wakil presiden ikut terbakar dalam kebakaran besar.
Pendapat seorang warga di media sosial yang tidak berdampak lebih luas.
Siapa yang terlibat, dan seberapa dikenal oleh penonton?
Ketokohan tanpa substansi mudah terjebak menjadi gosip; tetap uji nilai publiknya.
Oddity: Keganjilan
Sesuatu yang aneh dan memancing rasa penasaran, hingga penonton berkata "kok bisa?".
Ular piton tujuh meter bersembunyi di atap rumah warga; atau kucing lahir dengan empat telinga.
Tukang parkir yang hafal nama semua pelanggan: menarik, tetapi belum cukup ganjil untuk jadi berita utama.
Apa yang membuat orang berkata "kok bisa?"
Oddity sering kuat di gambar, tetapi lemah di kisah (tier 2). Cari sudut yang memperdalam kisahnya.
Relevancy: Keterkaitan dengan penonton
Keterkaitan peristiwa dengan hal yang sedang dipikirkan atau dialami penonton saat ini (disebut juga relatability).
Tips menghadapi musim hujan ekstrem ketika peringatan cuaca BMKG sedang berlaku.
Tips menghadapi salju untuk penonton di negara tropis.
Apakah penonton merasa ini tentang mereka?
Relevansi berubah mengikuti musim, isu, dan momen. Berita yang sama bisa relevan hari ini dan tidak minggu depan.
Conflict: Pertentangan
Pertentangan atau ketegangan antar pihak: dari adu pendapat, sengketa, sampai bentrokan.
Demo mahasiswa berujung bentrok dengan aparat di depan gedung DPRD.
Perbedaan pendapat kecil yang selesai di ruang rapat dengan kesepakatan.
Siapa berhadapan dengan siapa, dan sudahkah kedua sisi diberi ruang?
Konflik menarik, tetapi wajib berimbang. Jangan membesar-besarkan demi tontonan.
Unusualness: Peristiwa luar biasa
Peristiwa yang jarang terjadi, pertama kali, atau memecahkan rekor.
Timnas lolos ke final untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.
Hujan turun di musim hujan.
Apakah ini jarang atau belum pernah terjadi?
Oddity (aneh) dan unusualness (langka) beririsan; dalam praktik sering dipakai bergantian.
Currency: Aktualitas
Seberapa baru peristiwa itu terjadi, atau seberapa hangat ia sedang dibicarakan publik (disebut juga timeliness).
Gempa terjadi 20 menit lalu dan laporan pertama dari lapangan baru masuk.
Peresmian yang sudah diberitakan tiga hari lalu tanpa perkembangan baru.
Seberapa baru dan masih hangatkah?
Di TV, currency sering mendorong format cepat seperti reader, live, atau LOT.
Sembilan News Value Sekilas
| Nilai | Intinya | Pertanyaan producer |
|---|---|---|
| Besarnya skala peristiwa | Seberapa besar skalanya? | |
| Kedekatan dengan audiens | Seberapa dekat dengan penonton kita? | |
| Dampak langsung | Apa akibatnya bagi penonton, dan berapa banyak yang terkena? | |
| Ketokohan | Siapa yang terlibat, dan seberapa dikenal oleh penonton? | |
| Keganjilan | Apa yang membuat orang berkata "kok bisa?" | |
| Keterkaitan dengan penonton | Apakah penonton merasa ini tentang mereka? | |
| Pertentangan | Siapa berhadapan dengan siapa, dan sudahkah kedua sisi diberi ruang? | |
| Peristiwa luar biasa | Apakah ini jarang atau belum pernah terjadi? | |
| Aktualitas | Seberapa baru dan masih hangatkah? |
Daftar ini ringkasan praktik newsroom. Riset akademik (Galtung dan Ruge, 1965; Harcup dan O'Neill, 2001 dan 2016) menambahkan nilai lain seperti surprise, bad news, good news, shareability, dan audio-visuals, yang sangat relevan untuk televisi.
SIMULASI MEMILIH BERITA
Menilai bobot berita dan menyusun prioritas rundown
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Berapa Bobot Berita Ini?
Pilih contoh berita untuk melihat nilai beritanya, atau pilih "Tulis sendiri" dan beri nilai berita pilihanmu.
Skor hanyalah alat bantu belajar: tiap nilai dihitung sama. Di newsroom, producer juga menimbang tier gambar dan kisah, tujuan program, dan kewajiban kerja sama.
Kamu Producer Hari Ini
Jika masing-masing berita berdurasi 3 menit, dan kamu adalah producer program berita di stasiun TV dengan total durasi body 30 menit, maka 10 berita mana yang kamu pilih untuk ditayangkan? Urutkan sesuai prioritas redaksimu.
Ketuk berita untuk memasukkannya ke urutan berikutnya, atau seret ke nomor yang kamu mau. Ketuk nomor untuk mengembalikannya. Tombol ▲▼ menggeser urutan.
THANK YOU
Butuh diskusi atau kolaborasi lebih lanjut? Silakan hubungi redaksi TILTUP.ID.
Disusun oleh Agung Hardiansyah