EKOSISTEM REDAKSI
PROGRAM BERITA HARIAN TELEVISI
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.
Peta Materi
Lima bagian yang saling terhubung. Ketuk kotak mana saja untuk lompat, tidak harus berurutan.
Daily News Department
Dua divisi yang saling melengkapi
Daily News Department
Di stasiun televisi, departemen berita harian terbagi dua divisi. Ketuk peran untuk melihat job desk-nya.
Tim lapangan: mengumpulkan berita dari berbagai tempat, lalu menyetorkannya ke newsroom.
dan gambar
Tim newsroom: mengolah bahan mentah menjadi siaran yang siap tayang.
Reporter
Mata dan telinga redaksi di lapangan.
Job desk
- Mencari, mengumpulkan, dan memverifikasi fakta di lokasi liputan.
- Mewawancarai narasumber dan merekam pernyataannya (SOT).
- Menulis naskah, lalu merekam narasi atau stand-up.
- Mengarahkan camera person agar gambar sesuai kebutuhan cerita.
- Menyetor naskah dan materi ke koordinator liputan sebelum tenggat.
- Menjaga Kode Etik Jurnalistik dan P3SPS selama di lapangan.
Mic cube: alat khas reporter TV untuk wawancara.
Camera Person
Menceritakan peristiwa lewat gambar.
Job desk
- Merekam gambar yang cukup untuk dirangkai: wide, medium, close up, dan cutaway.
- Menjaga komposisi, fokus, pencahayaan, dan suara asli (natsound).
- Merekam wawancara dengan audio yang bersih.
- Menghindari gambar yang berlebihan secara etika, misalnya yang terlalu sadis.
- Merawat peralatan dan memori, lalu menyerahkan atau mengirim materi.
- Bekerja sama dengan reporter menentukan sudut pengambilan gambar.
Gambar yang kuat sering menentukan apakah berita layak dibuat VO atau PKG.
Drone Pilot
Memberi sudut pandang dari udara.
Job desk
- Mengambil gambar udara untuk bencana, banjir, demonstrasi, atau kondisi kawasan.
- Memeriksa izin, zona terbang, cuaca, dan baterai sebelum terbang.
- Mematuhi aturan otoritas penerbangan dan menjaga keselamatan orang di sekitar.
- Menyusun jalur terbang dan daftar shot bersama reporter.
- Menyerahkan footage yang sudah diberi keterangan lokasi dan waktu.
Di sebagian newsroom, peran ini dirangkap camera person.
Messenger
Memastikan materi sampai tepat waktu.
Job desk
- Mengantar materi fisik (memory card, hard disk) dari lokasi ke newsroom.
- Mengantar dokumen, surat, dan perlengkapan liputan.
- Memastikan materi tiba sebelum tenggat tayang.
- Menjaga keamanan dan keutuhan materi selama perjalanan.
Transfer lewat internet mengurangi porsi tugas ini, tetapi masih penting untuk lokasi tanpa sinyal atau file besar.
Fixer
Tim advance: membuka jalan sebelum reporter tiba.
Job desk
- Mencari narasumber yang sulit ditemukan, agar reporter tiba tinggal wawancara.
- Mencari dan mensurvei lokasi terpencil sebelum tim berangkat.
- Melakukan riset lapangan awal: situasi, akses, dan keamanan.
- Mengurus izin, jadwal, dan kontak warga setempat.
- Menghubungkan reporter dengan narasumber dan menyiapkan logistik.
Fixer bekerja lebih dulu; reporter dan camera person menyusul.
Koordinator Liputan
Tidak turun ke lapangan, tetapi tetap bagian News Gathering.
Job desk
- Menugaskan reporter dan camera person sesuai tema yang disepakati.
- Mengumpulkan naskah dari setiap reporter atau kontributor.
- Menawarkan berita ke producer di rapat redaksi harian sebelum siaran.
- Membawa hasil rapat kembali ke tim lapangan sebagai penugasan.
- Memantau liputan dan memastikan tim menyetor tepat waktu.
- Pusat membawahi reporter di pusat; Daerah membawahi kontributor atau wartawan di daerah.
Jembatan antara lapangan dan newsroom.
Producer
Pengolah utama berita dan penentu isi siaran.
Job desk
- Memilah berita setoran dan menyusun rundown di rapat redaksi.
- Mengolah angle dan menyunting naskah sesuai kebijakan redaksi.
- Mengarahkan video editor dan graphic designer.
- Memantau kualitas sebelum dan saat tayang.
- Memimpin evaluasi dan perencanaan tayangan esok hari.
Peran ini dibahas lengkap di Bagian 3.
Production Assistant
Tangan kanan producer di meja produksi.
Job desk
- Membantu memasukkan naskah dan teks (CG) ke sistem.
- Mencatat dan mengecek durasi setiap item rundown.
- Mengatur jadwal dubbing dan pengiriman materi ke editor.
- Menyiapkan data pendukung dan riset ringan.
- Mengarsipkan materi dan naskah.
Pembagian tugas production assistant dapat berbeda antarstasiun.
Video Editor
Merangkai gambar menjadi cerita.
Job desk
- Mencocokkan naskah yang sudah didubbing dengan gambar.
- Memilih gambar terbaik dan mengatur ritme penceritaan.
- Menata SOT, natsound, dan musik agar seimbang.
- Memasukkan ilustrasi dan motion graphic dari graphic designer.
- Menyesuaikan durasi dan menjaga agar gambar tidak menyesatkan.
Editor ikut rapat redaksi untuk membahas pengemasan.
Graphic Designer
Membuat berita lebih mudah dipahami dan dilihat.
Job desk
- Membuat nama dan jabatan (lower third) serta teks layar.
- Mengolah data menjadi infografis, peta, dan grafik.
- Membuat ilustrasi dan motion graphic untuk berita tanpa gambar.
- Menjaga identitas visual program dan keterbacaan di layar.
- Memeriksa ulang data dan ejaan sebelum grafis tayang.
Graphic designer ikut rapat redaksi untuk membahas sisi kreatif.
News Anchor
Penyampai berita kepada audiens.
Job desk
- Membacakan dan menyampaikan berita secara jelas dan tenang.
- Ikut rapat redaksi untuk membahas pengemasan dan gaya penyampaian.
- Membaca lead-in, menjembatani antarberita, dan memimpin dialog live.
- Menjaga bahasa, etika, dan sikap netral di layar.
- Siap beradaptasi saat ada perubahan rundown atau breaking news.
Bukan tokoh utama Daily News; itu producer (lihat Bagian 3).
Alur Berita
Dari lapangan sampai layar, lalu mengulang setiap hari
Alur dari Lapangan sampai Tayang
Siklus ini berulang setiap hari. Ketuk kotak tahap untuk melihat siapa yang terlibat dan apa yang dikerjakan.
Tahap 1: Pengumpulan Berita
Tiap tim: + . Fixer dan drone pilot membantu bila diperlukan.
Kontributor dan wartawan di berbagai kota
Kota A, Kota B, Kota C, dan seterusnya.
Tahap 2: Rapat Redaksi
Siapa saja yang hadir
Graphic designer, video editor, dan anchor hadir untuk membahas pengemasan dan sisi kreatif setiap berita.
Pola umum; tiap program dapat menyesuaikan. Pertimbangannya:
Tahap 3: Pengolahan Berita
Hasilnya: berita siap tayang, menunggu
Tahap 4: Quality Control
Sebelum tayang, berita dicek agar sesuai standar jurnalistik. Ketuk poin untuk melihat detail.
Akurasi fakta
Nama, jabatan, angka, tanggal, lokasi, dan kutipan dicek ulang terhadap sumber.
Catatan: Kesalahan kecil seperti salah nama atau angka sering menjadi bahan koreksi publik.
Verifikasi dan keberimbangan
Informasi diuji; pihak yang dituduh atau terkait diberi ruang bicara; fakta dan opini tidak dicampur secara menghakimi.
Catatan: Sejalan dengan Pasal 3 KEJ: menguji informasi, berimbang, dan asas praduga tak bersalah.
Kode Etik Jurnalistik
Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, atau cabul; tidak menyebut identitas korban kejahatan susila dan anak pelaku kejahatan.
Catatan: Rujukan: Pasal 4 dan 5 KEJ. Berita yang keliru wajib diralat dan hak jawab dilayani (Pasal 10 dan 11).
P3SPS (KPI)
Kepatuhan pada Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) KPI 2012. SPS punya bab khusus Program Siaran Jurnalistik: prinsip jurnalistik, penggambaran kembali, muatan kekerasan dan kejahatan serta kewajiban penyamaran, peliputan terorisme, sidang pengadilan, dan bencana. Ada pula bab perlindungan anak, privasi, dan pembatasan kekerasan.
Catatan: Rujukan: Peraturan KPI No. 01/P/KPI/03/2012 (P3) dan No. 02/P/KPI/03/2012 (SPS). Cek ketentuan terbaru di KPI sebelum dipakai sebagai rujukan formal.
Perlindungan identitas dan gambar
Blur wajah korban, anak, atau saksi yang harus dilindungi; sensor gambar mengerikan; samarkan plat nomor atau dokumen pribadi bila perlu.
Catatan: Tanyakan: apakah gambar ini perlu, atau cukup diceritakan?
Teknis audio dan video
Level suara seimbang, narasi tidak tertimpa musik, gambar sinkron dengan suara, tidak ada glitch, dan teks aman di area layar.
Catatan: Pengecekan akhir sebelum file masuk playlist siaran.
Teks dan grafis
Ejaan nama dan jabatan, angka di grafik, lower third sesuai narasumber, dan label gambar (arsip, ilustrasi, rekaman warga).
Catatan: Label menjaga audiens tidak keliru menafsirkan gambar.
Hak cipta dan kesesuaian judul
Footage, foto, dan musik jelas izinnya; judul dan teaser sesuai isi dan tidak menyesatkan.
Catatan: Judul yang berlebihan melemahkan kepercayaan audiens.
Tahap 5: On Air
Tahap 6: Evaluasi dan Budgeting
Setelah siaran, tim berkumpul lagi: menilai tayangan hari ini sekaligus merencanakan berita esok hari.
- Apa yang berjalan baik?
- Kesalahan teks, suara, atau fakta
- Tanggapan audiens bila tersedia
- Agenda terjadwal besok
- Isu yang masih berkembang
- Ide liputan mendalam
- Tema dan topik disepakati
- Koordinator liputan menugaskan tim
- Reporter dan camera person berangkat meliput
Peran Producer
Tokoh utama Daily News bukan pembaca berita
Tokoh Utama Daily News: Producer
Bukan pembaca berita, melainkan producer. Ibaratnya juru masak yang mengolah rasa.
Tiga Fungsi Producer
Producer menjadi pusat pengolahan berita karena menjalankan tiga fungsi sekaligus.
Fungsi Koordinatif
Mengoordinasikan lintas divisi dan departemen, mengorkestrasi semua kebutuhan.
Fungsi Operasional
Producer juga bekerja langsung pada materi berita.
- Menyunting naskah: angle, bahasa penyiaran, dan durasi.
- Memasukkan teks layar (CG) dan memeriksa tampilannya.
- Membuat ide liputan dan mengemasnya secara kreatif.
- Menyusun rundown dan menentukan format tiap berita:
| Video | Audio |
|---|---|
| Anchor di studio | Lead-in: banjir rendam tiga kecamatan. |
| Gambar banjir, warga mengungsi | Narasi reporter (VO) |
| Wawancara warga | SOT: pernyataan warga |
| Grafis jumlah pengungsi | Narasi penutup |
Fungsi Kontroling
Memantau kualitas berita yang hendak tayang.
Tidak ada salah fakta, nama, angka, atau teks (galat).
Akurat, berimbang, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran.
News Value
Mengapa satu peristiwa layak tayang, yang lain tidak
News Value
Producer menyusun rundown berdasarkan bobot berita. Ketuk satu poin untuk melihat penjelasannya.
Magnitude
Besarnya skala peristiwa: jumlah korban, besar angka, luas wilayah terdampak.
Contoh: Banjir yang merendam beberapa kecamatan dan ribuan warga mengungsi.
Pertanyaan producer: Seberapa besar skalanya?
Proximity
Kedekatan dengan audiens, baik secara geografis maupun emosional.
Contoh: Jalan rusak di kota tempat siaran, atau WNI yang terdampak di luar negeri.
Pertanyaan producer: Seberapa dekat dengan penonton kita?
Impact
Dampak langsung terhadap kehidupan audiens.
Contoh: Kenaikan harga BBM atau perubahan aturan yang menyangkut banyak orang.
Pertanyaan producer: Apa akibatnya bagi penonton?
Prominence
Ketokohan: orang atau lembaga terkenal dan berpengaruh.
Contoh: Pernyataan presiden, atau kabar tentang artis dan tokoh publik.
Pertanyaan producer: Siapa yang terlibat dan seberapa dikenal?
Oddity
Keganjilan: sesuatu yang aneh dan menarik rasa penasaran.
Contoh: Hewan lahir dengan ciri tidak lazim; kejadian lucu atau unik.
Pertanyaan producer: Apa yang membuat orang berkata "kok bisa?"
Oddity (keganjilan) dan unusualness (luar biasa atau langka) beririsan; pada praktiknya sering dipakai bergantian.
Relevancy / Relatability
Keterkaitan dengan hal yang sedang dipikirkan atau dialami audiens.
Contoh: Tips menghadapi musim hujan saat cuaca ekstrem sedang berlangsung.
Pertanyaan producer: Apakah penonton merasa ini tentang mereka?
Conflict
Pertentangan atau ketegangan antar pihak.
Contoh: Demonstrasi yang berujung bentrokan, atau sengketa antar pihak.
Pertanyaan producer: Siapa berhadapan dengan siapa, dan sudahkah kedua sisi diberi ruang?
Unusualness
Peristiwa luar biasa: jarang terjadi, pertama kali, atau memecahkan rekor.
Contoh: Rekor baru, kejadian pertama dalam puluhan tahun.
Pertanyaan producer: Apakah ini jarang atau belum pernah terjadi?
Oddity (keganjilan) dan unusualness (luar biasa atau langka) beririsan; pada praktiknya sering dipakai bergantian.
Currency
Aktualitas: baru terjadi atau sedang hangat dibicarakan.
Contoh: Kejadian beberapa jam lalu, atau isu yang sedang jadi sorotan publik.
Pertanyaan producer: Seberapa baru dan masih hangatkah?
Currency sering juga disebut timeliness.
Daftar ini ringkasan praktik newsroom. Riset akademik (Galtung dan Ruge, 1965; Harcup dan O'Neill, 2001 dan 2016) menambahkan nilai lain seperti surprise, bad news, good news, shareability, dan audio-visuals, yang sangat relevan untuk televisi.
Simulasi Bobot Berita
Pilih contoh berita, atau centang sendiri nilai berita yang dimilikinya.
Pilih nilai berita di sebelah kiri.
Alat bantu belajar sederhana: tiap nilai dihitung sama. Di newsroom, producer juga menimbang tujuan program, ketersediaan gambar, dan kebijakan redaksi.
Format Berita Tunggal
Cara sebuah berita dikemas di layar
Format Berita Tunggal
Producer memilih format yang paling pas untuk tiap berita di program Daily News. Ketuk untuk definisi dan kapan dipilih.
Reader
Anchor membacakan naskah tanpa gambar bergerak, biasanya dengan latar atau grafis sederhana.
Kapan dipilih: Berita singkat atau bertenggat sangat mepet, saat belum ada gambar.
Catatan: Durasi lazim sekitar 15 sampai 30 detik (kisaran; tiap stasiun berbeda).
SOT
Sound on tape: cuplikan pernyataan narasumber dengan suara aslinya.
Kapan dipilih: Untuk memberi suara langsung narasumber: kesaksian, klarifikasi, pernyataan.
Catatan: Biasanya pendek dan dipakai bersama format lain (misalnya VO-SOT).
Graphic
Berita disampaikan lewat grafis: angka, peta, kronologi, atau infografis.
Kapan dipilih: Saat data atau urutan peristiwa lebih mudah dipahami lewat visual.
Catatan: Akurasi data wajib dicek sebelum grafis tayang.
Roll Clip
Tayangan klip video yang bergulir, biasanya dengan suara aslinya, tanpa narasi reporter.
Kapan dipilih: Saat rekaman itu sendiri sudah menjelaskan peristiwa, misalnya rekaman CCTV atau video warga.
Catatan: Pastikan sumber dan keaslian rekaman; beri label.
VO
Voice over: anchor atau reporter membacakan naskah sementara gambar ditayangkan menutup suara.
Kapan dipilih: Gambar kuat tetapi tidak ada wawancara, waktu produksi terbatas, atau informasinya sederhana.
Catatan: Durasi sekitar 20 sampai 45 detik (kisaran).
PKG
Package: berita lengkap hasil editing, berisi narasi, gambar, dan SOT dalam satu kemasan utuh.
Kapan dipilih: Isu penting yang butuh konteks, beberapa sumber, dan alur cerita.
Catatan: Durasi lazim sekitar 1,5 sampai 3 menit (kisaran).
Clean Feed
Gambar bersih tanpa teks, grafis, atau narasi yang ditumpuk; hanya gambar dan suara asli.
Kapan dipilih: Saat gambar akan dipakai ulang atau ditambah narasi dan grafis di tahap lain.
Catatan: Istilah ini bisa berbeda cakupannya antarstasiun; sepakati definisi di newsroom.
LOT
Live on tape: laporan reporter yang direkam lebih dulu lalu ditayangkan dengan format laporan langsung.
Kapan dipilih: Saat sinyal live tidak tersedia, berisiko, atau waktu liputan tidak sama dengan jam tayang.
Catatan: Beri label rekaman agar audiens tidak mengira itu live.
Live Report
Reporter melapor langsung dari lokasi kejadian saat siaran berlangsung.
Kapan dipilih: Peristiwa sedang berlangsung dan penting, serta ada perkembangan nyata untuk dilaporkan.
Catatan: Perlu sinyal stabil dan koordinasi ketat dengan studio.
Live by Phone
Laporan langsung lewat telepon, biasanya ditemani foto, peta, atau grafis statis.
Kapan dipilih: Saat gambar live belum bisa dikirim tetapi informasi langsung dari lokasi penting.
Catatan: Kualitas suara harus dipastikan sebelum dialirkan.
Live Dialogue
Anchor berdialog langsung dengan reporter, narasumber, atau pakar.
Kapan dipilih: Saat butuh penjelasan, konteks, atau tanggapan yang bisa dikejar secara spontan.
Catatan: Siapkan daftar pertanyaan dan durasi agar tetap fokus.
Kapan Producer Memilih PKG?
- Isu penting yang butuh konteks, latar, dan penjelasan.
- Ada lebih dari satu narasumber atau sudut pandang.
- Cerita punya alur: ada awal, tengah, dan penutup.
- Gambar cukup dan waktu produksi memadai (dubbing, editing, grafis).
- Berita mendalam, feature, atau liputan khusus.
PKG termasuk format yang paling sering tayang berdiri sendiri.
Waktu atau gambar tidak cukup? Turunkan ke atau VO-SOT.
Kapan Producer Memilih VO?
- Gambar kuat, tetapi belum ada atau tidak perlu wawancara.
- Waktu produksi mepet menjelang tayang.
- Informasinya cukup sederhana untuk disampaikan dalam satu narasi singkat.
- Dibutuhkan variasi agar rundown tidak seragam.
- Sering dikombinasikan dengan SOT menjadi VO-SOT.
| PKG | VO | |
|---|---|---|
| Isi | Lengkap, beralur | Ringkas |
| Narasumber | Beberapa | Belum tentu ada |
| Waktu olah | Lebih lama | Lebih singkat |
| Durasi | Lebih panjang | Lebih pendek |
| Cocok untuk | Isu penting | Berita cepat |
Kenapa Producer Memilih Live Report?
- Menyajikan aktualitas: audiens melihat peristiwa saat terjadi.
- Memberi bukti bahwa tim kita ada di lokasi.
- Menyampaikan perkembangan terbaru dari sumber langsung.
- Membuka interaksi anchor dan reporter ().
- Tidak ada perkembangan baru untuk dilaporkan.
- Sinyal buruk atau risiko keselamatan tinggi.
- Informasi belum terverifikasi.
Live tanpa isi justru melemahkan siaran. Alternatifnya atau .
Di Industri, Format Jarang Berdiri Sendiri
Kecuali PKG, format biasanya dikombinasikan. Ketuk bagian mana pun untuk melihat definisinya.
Lebar batang hanya ilustrasi proporsi, bukan standar durasi.
Lapangan mengumpulkan. Newsroom mengolah. Producer memastikan layak tayang.
Siaran berita harian adalah kerja tim yang berputar setiap hari: liputan, rapat redaksi, pengolahan, quality control, on air, lalu evaluasi.
Agung Hardiansyah | adhardiansyah@live.com
TiltUp.ID | newsroom@tiltup.id | @tiltupid
Sumber Literasi
Materi ini bersumber dari pengalaman belasan tahun Agung Hardiansyah sebagai jurnalis: reporter di lapangan, producer, news anchor, hingga jabatan tertinggi di kantor sebelumnya. Isinya dicek silang dengan sumber berikut.
- Dewan Pers. Kode Etik Jurnalistik (11 pasal), Peraturan Dewan Pers No. 6/Peraturan-DP/V/2008. tautan
- KPI. Standar Program Siaran, Peraturan KPI No. 02/P/KPI/03/2012 (Bab XVIII: Program Siaran Jurnalistik). tautan
- KPI. Pedoman Perilaku Penyiaran, Peraturan KPI No. 01/P/KPI/03/2012. Dokumen resmi di JDIH KPI. tautan
- UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
- Galtung, J. dan Ruge, M. H. (1965). The Structure of Foreign News. Journal of Peace Research, 2(1), 64-91.
- Harcup, T. dan O'Neill, D. (2016). What is News? News Values Revisited (Again). Journalism Studies. tautan
- Bednarek, M. dan Caple, H. (2017). The Discourse of News Values. Oxford University Press.
- Fachruddin, A. Dasar-Dasar Produksi Televisi. Jakarta: Kencana.
- Morissan (2008). Jurnalistik Televisi Mutakhir. Jakarta: Kencana.
- Morissan. Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi. Jakarta: Prenada Media.
- Rusman, L. dan Utud, Y. Kreatif Siaran Televisi: Hard News, Soft News, Drama, Nondrama. Jakarta: Kencana.
- Wibowo, F. (1997). Dasar-Dasar Produksi Program Televisi. Jakarta: Gramedia.
- Chapman, J. dan Kinsey, M. (2009). Broadcast Journalism: A Critical Introduction. Oxon: Routledge.
- RTDNA (2015). Code of Ethics. Radio Television Digital News Association. tautan
Istilah dan praktik newsroom dapat berbeda antarstasiun. Untuk rujukan formal, buka dokumen resmi masing-masing.