TiltUp.IDTanya Tuntas  |  Agung Hardiansyah
Jurnalistik  |  Pelatihan Wartawan

TANYA TUNTAS

TEKNIK WAWANCARA UNTUK TV, ONLINE, DAN CETAK

Disusun oleh Agung Hardiansyah

Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.

“NAMA NARASUMBERJabatan, instansiSOT
Peta pelatihan

120 Menit, Tujuh Bagian

Pelatihan ini untuk wartawan yang sudah terbiasa turun lapangan, jadi isinya kasus, simulasi, dan latihan. Ketuk bagian mana pun untuk melompat ke sana.

Semua kasus dalam modul ini fiktif. Silakan bantah, tambahkan, atau ganti dengan pengalaman kalian sendiri.

Bagian 1 dari 7  |  ± 15 menit
01

DASAR WAWANCARA

Wawancara bukan ngobrol dan bukan interogasi. Lalu apa?

Disusun oleh Agung Hardiansyah

Definisi

Wawancara: Percakapan dengan Tujuan

Wawancara jurnalistik adalah tanya jawab terarah untuk memperoleh informasi bagi publik. Beda dengan ngobrol, ia punya tujuan. Beda dengan interogasi, ia tidak memaksa dan narasumber bebas menjawab.

1
Fakta

Data, kronologi, angka, dan konfirmasi yang tidak bisa kamu dapat dari dokumen.

2
Pernyataan

Kutipan dan SOT yang menunjukkan sikap, penjelasan, atau tanggung jawab narasumber.

3
Kisah

Pengalaman manusia yang membuat berita punya wajah: apa yang dilihat, dirasa, dan dialami.

Tiga hal yang dipanen

Tiap wawancara sebaiknya pulang membawa ketiganya, atau paling tidak kamu tahu mana yang sedang kamu kejar.

Jenis wawancara

Enam Bentuk Wawancara

Bentuk wawancara menentukan cara bertanya. Ketuk tab untuk melihat ciri dan risikonya.

Cegat (doorstop)

Wawancara singkat tanpa janji, di lorong atau pintu keluar, sering bersama banyak wartawan.

Ciri

Cepat, satu sampai tiga pertanyaan, narasumber berjalan, mic berebut.

Risiko

Jawaban normatif, narasumber pergi, dan kamu terpancing berdesakan.

Tip: pertanyaan terbaik ditanyakan paling awal, spesifik, dan tunggal.

Wawancara tatap muka terjadwal

Ada janji, tempat, dan waktu. Kamu bisa menyiapkan riset dan mengatur posisi.

Ciri

Waktu terbatas, tetapi cukup untuk menggali. Bisa merekam gambar atau suara dengan tenang.

Risiko

Waktu habis sebelum masuk ke inti karena terlalu lama berbasa-basi.

Wawancara telepon atau daring

Tanpa tatap muka, lewat telepon, pesan suara, atau panggilan video.

Ciri

Cepat dan fleksibel, tetapi tanpa bahasa tubuh. Minta izin merekam dan konfirmasi ejaan nama serta jabatan.

Risiko

Kualitas audio buruk, salah dengar, dan sulit membaca keraguan narasumber.

Wawancara khusus atau mendalam

Beberapa sesi atau satu sesi panjang untuk profil, isu besar, atau investigasi.

Ciri

Riset sangat dalam, alur pertanyaan disusun, dan ada ruang menggali kisah.

Risiko

Terbawa cerita, kehilangan fokus, atau terlalu akrab sehingga lupa kritis.

Vox pop

Pendapat warga biasa, ditanyakan dengan pertanyaan yang sama kepada banyak orang.

Ciri

Pertanyaan pendek dan sama untuk semua. Catat nama, usia atau pekerjaan, dan lokasi.

Risiko

Tidak mewakili data. Jangan sebut "warga menolak" hanya dari lima orang.

Live dialog

Tanya jawab langsung di siaran, di studio atau lokasi.

Ciri

Tidak bisa disunting. Siapkan tiga pertanyaan dan siap dipotong kapan saja.

Risiko

Narasumber bertele-tele, waktu habis, dan salah kutip tidak bisa dihapus.

Jenis narasumber

Siapa yang Kamu Wawancarai?

Pendekatanmu berbeda tergantung narasumbernya.

1
Primer

Pelaku, saksi, atau pihak yang mengalami langsung.
Paling kuat untuk fakta. Tanyakan apa yang ia lihat, dengar, dan lakukan sendiri.

2
Ahli

Pakar atau akademisi di bidangnya.
Untuk menjelaskan sebab, konteks, dan dampak. Minta bahasa awam dan satu kalimat inti.

3
Pejabat / juru bicara

Mewakili lembaga atau pemerintah.
Untuk sikap resmi dan tanggung jawab. Waspadai jawaban normatif.

4
Korban dan keluarga

Pihak yang terdampak langsung.
Untuk kisah manusia. Dahulukan empati, izin, dan perlindungan identitas bila perlu.

5
Sekunder

Pihak yang mendengar dari orang lain, atau pihak ketiga.
Perlu dicek ke sumber asal. Jangan jadikan satu-satunya dasar fakta.

6
Warga umum

Orang biasa yang ditemui di lokasi.
Untuk suasana dan suara publik, bukan untuk fakta tunggal. Catat nama dan lokasi.

Satu wawancara, tiga panen

TV, Online, Cetak: Apa yang Kamu Bawa Pulang?

TVOnlineCetak
Yang dikejarSOT pendek dan utuh, ekspresi, gambar pendukungKutipan kuat dan kecepatan, bisa disertai rekaman audio atau videoKutipan lebih panjang, detail, dan suasana yang dideskripsikan
Ukuran hasilSOT umumnya sekitar 10 sampai 15 detikBeberapa kutipan per naskah, bisa diperbaruiRuang terbatas, tetapi bisa lebih dalam
KekuatanWajah dan suara narasumber tampil langsungCepat tayang dan bisa dikoreksiRuang untuk konteks dan analisis
Perhatian khususKualitas suara dan framing, tidak bisa ditarik setelah tayangVerifikasi tetap wajib meski mengejar cepatAkurasi detail karena akan terarsip
Pegangan

Wawancarai sekali, tetapi bawa pulang bahan untuk semua platform yang kamu layani: rekaman audio, catatan, dan kalau bisa gambar.

Kuis kasus

Ini Wawancara Jenis Apa?

Enam kasus. Pilih jawabanmu lalu baca alasannya.

Bagian 2 dari 7  |  ± 15 menit
02

PERSIAPAN

Wawancara yang baik dimenangkan sebelum mic menyala

Disusun oleh Agung Hardiansyah

Riset lima belas menit

Sepuluh Butir Sebelum Bertanya

Tandai butir yang biasanya sudah kamu lakukan sebelum wawancara. Jujur saja.

Kesiapan wawancara
0 DARI 10

Satu angle, lima pertanyaan

Susun Alur Pertanyaan

Mulai dari tujuan: apa satu hal yang harus kamu bawa pulang? Dari situ, susun pertanyaan dengan urutan.

1
Pembuka

Mudah dan hangat. Membuat narasumber mulai bicara. Contoh: "Bisa ceritakan singkat apa yang terjadi?"

2
Inti

Pertanyaan utama sesuai angle. Spesifik dan berbasis data.

3
Tajam

Pertanyaan yang menantang atau membutuhkan pertanggungjawaban. Ditanyakan setelah ada rasa percaya.

4
Penutup

"Adakah hal lain yang perlu kami ketahui?" Sering menghasilkan jawaban terbaik.

Catatan

Pertanyaan tajam tidak selalu paling akhir. Pada cegat, justru tanyakan yang paling penting di awal karena waktumu mungkin tinggal sepuluh detik.

Kenyataan di lapangan

Narasumber Datang, Kamu Belum Riset

Sering narasumber muncul begitu saja. Tiga langkah tiga puluh detik.

1
Tahu siapa dia

Nama, jabatan, dan kaitannya dengan isu. Tanyakan ke rekan atau lihat daftar hadir bila perlu.

2
Pilih satu pertanyaan

Satu pertanyaan paling berguna untuk berita hari ini. Satu saja, spesifik.

3
Siapkan cadangan

Satu pertanyaan lanjutan bila ia menjawab normatif. Dua sudah cukup.

Tiga pertanyaan darurat

"Apa yang paling perlu diketahui publik sekarang?"  •  "Apa langkah berikutnya, dan kapan?"  •  "Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini?"

Perlengkapan dan kebutuhan

Teknis yang Sering Terlupa

Teknis untuk TV

  • Tes mic dan audio sebelum mulai.
  • Atur posisi: narasumber di sisi bingkai, latar relevan, cahaya baik.
  • Minta izin merekam dan tanyakan apakah ada hal yang tidak boleh disorot.
  • Kumpulkan gambar pendukung (B-roll) sebelum atau sesudah.
  • Pastikan jawaban kunci diucapkan dalam kalimat utuh untuk SOT.

Teknis untuk online

  • Rekam audio atau video ponsel, dan simpan dengan nama jelas.
  • Catat waktu pada rekaman untuk memudahkan penelusuran kutipan.
  • Kumpulkan kutipan kuat untuk judul dan paragraf pembuka.
  • Verifikasi sebelum tayang, jangan menjadikan kecepatan alasan melewatkan cek.
  • Ambil foto atau tangkapan layar dokumen yang disebutkan.

Teknis untuk cetak

  • Siapkan buku catatan dan perekam suara. Jangan hanya mengandalkan satu.
  • Catat deskripsi suasana: tempat, ekspresi, benda.
  • Minta ejaan nama dan jabatan, serta angka yang disebut.
  • Tanyakan hal yang perlu kamu kutip langsung dan yang bisa diparafrase.
  • Kumpulkan dokumen pendukung bila ada.
Bagian 3 dari 7  |  ± 25 menit
03

TEKNIK BERTANYA

Pertanyaan yang tepat membuka jawaban yang tepat

Disusun oleh Agung Hardiansyah

Dua dasar

Pertanyaan Terbuka dan Tertutup

Terbuka
Memancing penjelasan

Diawali "bagaimana", "mengapa", "ceritakan", "apa dampaknya".

Contoh

"Bagaimana warga menghadapi hari pertama setelah banjir?"

Pakai untuk: menggali kisah, alasan, dan konteks. Hasilnya bahan kutipan dan SOT.

Tertutup
Memancing jawaban pasti

Dijawab ya, tidak, atau satu angka. Diawali "apakah", "berapa", "kapan".

Contoh

"Apakah korban sudah dievakuasi seluruhnya?"

Pakai untuk: konfirmasi fakta dan memaksa narasumber yang mengelak menjawab tegas.

Pola kerja

Mulai dengan terbuka untuk menggali. Pakai tertutup untuk mengunci fakta yang kamu butuhkan. Jangan memulai wawancara dengan serangkaian pertanyaan tertutup: narasumber akan menjawab irit.

Hindari

Lima Dosa Pertanyaan Wartawan

Ganda

Dua atau tiga pertanyaan sekaligus. Narasumber hanya menjawab yang mudah.

Contoh buruk

"Apa penyebab kebakaran, siapa korbannya, dan berapa kerugiannya?"

Perbaikan

Pecah menjadi tiga pertanyaan. Tanyakan satu per satu.

Menggiring

Pertanyaan yang sudah memuat jawaban yang kamu inginkan.

Contoh buruk

"Tentunya Bapak setuju bahwa dinas lalai, bukan?"

Perbaikan

"Bagaimana Bapak menilai kinerja dinas dalam kasus ini?"

Bertele-tele

Pembukaan panjang sebelum pertanyaan. Narasumber lupa apa yang ditanyakan.

Contoh buruk

"Seperti kita tahu, sejak beberapa bulan terakhir, dengan situasi yang..., menurut Bapak bagaimana?"

Perbaikan

Satu kalimat, kurang dari dua puluh kata. Konteks singkat, lalu tanya.

Klise

Pertanyaan umum yang selalu dijawab normatif.

Contoh buruk

"Bagaimana tanggapan Anda?" kepada pejabat.

Perbaikan

Spesifikkan: "Anggaran Rp40 miliar, realisasi Rp52 miliar. Apa penyebab selisihnya?"

Menghakimi

Pertanyaan bernada tuduhan sebelum ada bukti.

Contoh buruk

"Kenapa Anda menutup-nutupi masalah ini?"

Perbaikan

"Mengapa laporan itu baru dibuka bulan ini?"

Kuis cepat

Mana yang Lebih Baik?

Pilih pertanyaan yang lebih tajam, netral, dan mudah dijawab.

Latihan

Tulis Pertanyaanmu, Biarkan Diperiksa

Ketik pertanyaan yang ingin kamu ajukan. Pemeriksa sederhana ini mencari tanda-tanda ganda, menggiring, tertutup, panjang, atau terlalu umum.

Pemeriksa hanya membaca pola kata. Ia tidak bisa menggantikan penilaianmu.

Hasil
MENUNGGU
    Follow-up

    Pertanyaan Kedua Lebih Penting

    Jawaban pertama biasanya yang aman. Berita sering ada di pertanyaan lanjutan.

    "Bisa beri contohnya?"

    Mengubah jawaban umum menjadi cerita konkret.

    Contoh

    Narasumber: "Warga sangat terdampak." Kamu: "Bisa beri contoh satu keluarga yang paling terdampak?"

    "Berapa tepatnya?"

    Membongkar kata-kata samar seperti "banyak", "sebagian", atau "cukup besar".

    Contoh

    Narasumber: "Cukup banyak yang terdampak." Kamu: "Berapa kepala keluarga, menurut data Bapak?"

    "Bisa dijelaskan lebih lanjut?"

    Mendorong narasumber menjelaskan alasan atau mekanisme.

    Contoh

    Narasumber: "Kami menunda proyek." Kamu: "Apa pertimbangan utama penundaan itu?"

    "Lalu apa yang terjadi?"

    Menggali kelanjutan dan dampak dari satu fakta.

    Contoh

    Narasumber: "Pasokan terhenti." Kamu: "Lalu apa yang dilakukan pedagang?"

    Diam sengaja

    Setelah narasumber selesai menjawab, tunggu dua sampai tiga detik. Banyak orang melengkapi jawabannya sendiri.

    Catatan

    Berat di awal, tetapi sering menghasilkan jawaban terbaik. Pada TV, diam juga membantu pemotongan gambar.

    Khusus TV

    Memancing SOT yang Layak Tayang

    Kalau jawabanmu panjang dan berbelit, editor tidak bisa memotongnya. Berikut beberapa teknik untuk mendapat kutipan bersih.

    1 Satu pertanyaan, satu ide

    Jawaban pendek dimulai dari pertanyaan pendek.

    2 Minta ulang bila berantakan

    "Maaf, bisa diulang dengan satu kalimat saja?" Hampir selalu berhasil.

    3 Minta kalimat utuh

    "Tolong jelaskan dengan kalimat lengkap, supaya jelas untuk penonton." Hindari jawaban yang hanya bisa dipahami lewat pertanyaanmu.

    Kuis: pilih jawaban yang paling layak.

    Bagian 4 dari 7  |  ± 20 menit
    04

    NARASUMBER SULIT

    Tidak semua narasumber ramah. Bagaimana tetap mendapat jawabannya?

    Disusun oleh Agung Hardiansyah

    Pemilih gejala

    Tujuh Tipe Narasumber Sulit

    Pilih tipenya, lalu lihat apa yang dilakukan dan dihindari.

    Irit bicara

    Gejala: Menjawab "ya", "tidak", atau "terserah".

    Lakukan

    • Ganti dengan pertanyaan terbuka dan minta contoh.
    • Beri jeda dan ruang bicara.
    • Mulai dari topik yang ia sukai atau kuasai.

    Hindari

    Menembaki pertanyaan tertutup atau menjawabkan untuknya.

    Bertele-tele

    Gejala: Bicara panjang, melebar, dan lupa pertanyaan.

    Lakukan

    • Potong dengan sopan: "Sebentar, Pak, kembali ke pertanyaan tadi..."
    • Ulang pertanyaan dengan lebih sempit.
    • Minta ringkasan satu kalimat.

    Hindari

    Membiarkan terus, lalu pusing saat menyunting.

    Mengelak

    Gejala: Menjawab hal lain, atau mengalihkan topik.

    Lakukan

    • Ulangi pertanyaan dengan kata yang sama, tenang.
    • Pakai pertanyaan tertutup untuk mengunci.
    • Tunjukkan data: "Dokumen menyebut ..., apa tanggapan Bapak?"

    Hindari

    Menuduh langsung "Anda menghindar!" di depan kamera.

    Marah

    Gejala: Suara meninggi, menolak ditanya, mengancam.

    Lakukan

    • Tetap tenang, turunkan nada, jaga jarak.
    • Jelaskan peranmu dan hak publik atas informasi.
    • Mundur bila keselamatan terancam dan lapor ke redaksi.

    Hindari

    Melawan, berdebat, atau merebut mic kembali.

    Berduka

    Gejala: Menangis, terdiam, atau gemetar.

    Lakukan

    • Hentikan sejenak, beri ruang.
    • Tanyakan apakah ia bersedia melanjutkan.
    • Hormati penolakan, jangan memaksa demi emosi.

    Hindari

    Terus bertanya supaya dapat "momen air mata".

    Normatif

    Gejala: Jawaban umum seperti "kami akan mengkaji".

    Lakukan

    • Ulangi dengan pertanyaan spesifik: siapa, kapan, berapa.
    • Minta contoh nyata.
    • Pakai data atau pernyataan sebelumnya.

    Hindari

    Menerima jawaban kosong lalu menayangkannya.

    Menolak

    Gejala: Tidak mau diwawancarai atau kabur.

    Lakukan

    • Sampaikan alasan wawancara dengan jelas dan sopan.
    • Tawarkan pertanyaan tertulis atau waktu lain.
    • Catat penolakannya: "Yang bersangkutan menolak memberi tanggapan."

    Hindari

    Menguntit atau menghalangi jalan.

    Pejabat dan juru bicara

    "Kami Akan Mengkaji": Menembus Jawaban Normatif

    Jawaban normatif aman bagi narasumber, tetapi kosong bagi publik. Tiga langkah berikut mempersempit ruang bersembunyinya.

    1. Spesifikkan. Ganti "bagaimana tanggapan Anda" dengan siapa, kapan, dan berapa.
    2. Minta contoh nyata. "Bisa sebutkan satu kasus di mana prosedur itu sudah dijalankan?"
    3. Tunjukkan data. "Laporan menyebut ... Apa penjelasan Bapak?"
    Normatif

    "Kami akan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku."

    Setelah ditajamkan

    "Kapan hasil kajiannya keluar, dan siapa yang bertanggung jawab bila terlambat?"

    Kalau tetap tidak menjawab, tulis atau katakan bahwa narasumber tidak memberi jawaban atas pertanyaan itu. Itu juga informasi bagi publik.

    Skenario

    Apa yang Kamu Lakukan?

    Lima situasi sulit. Setiap pilihan bernilai 0 sampai 2 poin.

    Bagian 5 dari 7  |  ± 15 menit
    05

    ETIKA DAN HUKUM

    Batas apa yang boleh dikutip, siapa yang harus dilindungi, dan apa yang harus akurat

    Disusun oleh Agung Hardiansyah

    Kesepakatan awal

    On the Record, Background, Off the Record

    Sebelum bertanya, pastikan kamu dan narasumber memahami istilahnya dengan arti yang sama. Jelaskan dengan kata sederhana.

    On the record

    Seluruh pernyataan boleh dikutip lengkap dengan nama dan jabatan narasumber.

    Catatan

    Status bawaan wawancara. Tetap pastikan narasumber tahu kamu sedang mewawancarainya sebagai wartawan.

    Background

    Informasi boleh dipakai, tetapi sumbernya tidak disebut identitasnya. Misalnya "menurut pejabat yang mengetahui masalah ini".

    Catatan

    Sepakati bentuk atribusinya sebelum informasi diberikan.

    Deep background

    Informasi dipakai sebagai pemahaman, tanpa dikutip dan tanpa menyebut sumber.

    Catatan

    Kamu tetap perlu mencari konfirmasi lain sebelum menulis fakta dari informasi ini.

    Off the record

    Informasi tidak untuk disiarkan atau dikutip.

    Catatan

    Hanya sah bila disepakati sebelum informasi diberikan. Setelah terlanjur bicara, bicarakan kembali dan cari konfirmasi dari sumber lain.

    Embargo

    Informasi boleh dipakai, tetapi baru boleh disiarkan pada waktu yang disepakati.

    Catatan

    Catat waktu embargo dengan jelas dan jangan melanggarnya karena persaingan.

    Acuan: Kode Etik Jurnalistik, pedoman redaksi, dan peraturan terkait. Periksa dokumen aslinya untuk ketentuan terbaru.

    Perlindungan

    Mewawancarai Mereka yang Rentan

    1
    Korban dan keluarga
    • Dahulukan empati dan izin.
    • Jangan memaksa bercerita.
    • Hati-hati menyebut identitas sebelum keluarga mengetahui.
    2
    Anak
    • Wawancara sebaiknya didampingi orang tua atau wali.
    • Samarkan identitas anak yang terlibat kasus.
    • Pertimbangkan dampaknya pada anak di masa depan.
    3
    Korban kekerasan seksual
    • Lindungi identitas: wajah, suara, nama, dan detail penunjuk.
    • Hindari pertanyaan yang menyalahkan.
    • Tawarkan hak untuk berhenti kapan saja.
    Ujian sederhana

    Tanyakan pada dirimu: kalau ini keluargaku, apakah aku rela ia ditanyai dan ditayangkan seperti ini?

    Menjaga kutipan

    Kutipan Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

    Akurat

    Kutipan harus sesuai dengan yang diucapkan. Memotong boleh, asal tidak mengubah makna.

    Beratribusi

    Sebut siapa yang berkata, jabatannya, dan konteks. Hindari "katanya" tanpa sumber.

    Berimbang

    Pihak yang dituduh berhak memberi tanggapan. Catat upayamu menghubunginya.

    Terdokumentasi

    Simpan rekaman dan catatan. Bila ada sanggahan, kamu bisa membuktikan.

    Naskah untuk dibaca narasumber?

    Pada umumnya redaksi tidak menyerahkan naskah untuk disetujui. Kamu boleh mengonfirmasi ulang kutipan atau fakta tertentu, tetapi isi dan sudut pandang tetap keputusan redaksi.

    Dilema

    Keputusan di Wilayah Abu-Abu

    Lima situasi. Beberapa jawaban bisa diperdebatkan, dan perdebatannya adalah bagian dari pelatihan.

    Bagian 6 dari 7  |  ± 10 menit
    06

    SETELAH WAWANCARA

    Wawancara belum selesai sampai kutipannya benar dan terdokumentasi

    Disusun oleh Agung Hardiansyah

    Sebelum tayang

    Enam Hal yang Dicek Ulang

    1. Ejaan nama dan jabatan. Salah nama adalah kesalahan paling mudah dan paling memalukan.
    2. Angka. Cocokkan dengan dokumen atau data resmi.
    3. Kutipan. Putar ulang rekaman. Pastikan sesuai dan tidak keluar dari konteks.
    4. Pihak lain. Pihak yang dituduh sudah dihubungi dan tanggapannya dicatat?
    5. Status. Ada bagian off the record, background, atau embargo yang tidak boleh dikutip?
    6. Dokumentasi. Simpan rekaman, catatan, dan waktu wawancara dengan aman.
    Manfaat dokumentasi

    Bila narasumber menyangkal atau ada gugatan, rekamanmu adalah bukti terbaik bahwa kutipan akurat.

    Dari rekaman ke naskah

    Satu Wawancara, Tiga Pengolahan

    Mengolah untuk TV

    • Pilih SOT yang ringkas, utuh, dan membawa informasi atau emosi baru.
    • Jangan mengulang isi SOT di narasi.
    • Tandai bagian yang tidak boleh tayang.
    • Cek durasi dan sinkronisasi gambar.

    Mengolah untuk online

    • Pakai kutipan terkuat di paragraf pembuka atau judul.
    • Gunakan subjudul untuk membagi jawaban panjang.
    • Tautkan sumber dokumen bila ada.
    • Perbarui naskah bila ada tanggapan tambahan.

    Mengolah untuk cetak

    • Pilih kutipan langsung untuk hal yang khas, parafrase untuk informasi umum.
    • Tambahkan deskripsi suasana dan ekspresi.
    • Susun urutan: kutipan kuat, konteks, lalu pendalaman.
    • Pastikan tiap kutipan ada atribusi.
    Bagian 7 dari 7  |  ± 20 menit
    07

    LATIHAN DAN STUDI KASUS

    Simulasi sehari wawancara, praktik berpasangan, dan kasus untuk diperdebatkan

    Disusun oleh Agung Hardiansyah

    Simulasi  |  ± 7 menit

    Hari Wawancara-mu: Enam Keputusan

    Ikuti satu hari kerja, dari persiapan sampai protes setelah tayang. Tiap pilihan bernilai 0 sampai 2 poin.

    Latihan  |  ± 8 menit

    Tiga Orang, Tiga Peran, Tiga Menit

    Bentuk kelompok tiga orang. Putar peran sampai semua mencoba. Pengamat menilai dengan checklist.

    1
    Pewawancara

    Kamu mewawancarai narasumber tentang pengalamannya. Susun lima pertanyaan, mulai dari pembuka sampai penutup.

    2
    Narasumber

    Ambil peran: Kepala Dinas Pasar yang enggan menyebut penyebab harga naik. Jawab normatif di awal, baru terbuka bila ditanya spesifik.

    3
    Pengamat

    Catat pertanyaan, hitung follow-up, dan nilai dengan checklist di bawah.

    03:00
    Penilaian pengamat
    0 DARI 8

    Diskusi kelompok  |  ± 5 menit

    Lima Kasus untuk Diperdebatkan

    Semua kasus fiktif tetapi terinspirasi situasi yang lazim terjadi. Pilih satu, diskusikan, lalu bagikan hasilnya.

    Kutipan dipotong

    Narasumber berkata: "Kami tidak menolak pembangunan itu, tetapi lokasinya perlu dikaji ulang." Reporter hanya memakai "Kami menolak pembangunan itu". Narasumber memprotes.

    Pertanyaan diskusi

    1. Apakah ini pemotongan yang sah?
    2. Bagaimana koreksi yang tepat?
    3. Bagaimana mencegahnya?

    Catatan fasilitator

    Pemotongan yang mengubah makna melanggar akurasi. Koreksi terbuka, lalu tetapkan aturan memeriksa kutipan dengan rekaman.

    Off the record yang bocor

    Seorang pejabat bercerita santai tentang proyek bermasalah. Reporter muda mengira itu "background" dan menayangkannya. Pejabat mengatakan sudah menyebut "off the record".

    Pertanyaan diskusi

    1. Di mana letak kesalahpahaman?
    2. Apa yang seharusnya dilakukan sebelum wawancara?
    3. Bagaimana menangani setelah tayang?

    Catatan fasilitator

    Istilah harus disepakati sebelum bicara. Redaksi perlu panduan istilah yang seragam.

    Cegat kebablasan

    Reporter menghalangi jalan Wali Kota dan mic-nya ditepis. Videonya viral dan stasiun dikritik.

    Pertanyaan diskusi

    1. Apa batas cegat yang pantas?
    2. Apa peran redaksi dalam membekali reporter?
    3. Bagaimana tanggapan stasiun?

    Catatan fasilitator

    Cegat tidak boleh menghalangi atau membahayakan. Tentukan jarak aman dan cara menyampaikan pertanyaan.

    Wawancara anak korban

    Producer meminta wawancara anak korban kebakaran untuk "emosi" di PKG. Orang tuanya belum bisa dihubungi.

    Pertanyaan diskusi

    1. Apakah wawancara boleh dilakukan?
    2. Alternatif apa yang bisa diambil?
    3. Bagaimana menolak producer dengan profesional?

    Catatan fasilitator

    Tunggu pendamping dan izin, atau cari narasumber dewasa. Lindungi identitas anak.

    Narasumber minta bayaran

    Seorang narasumber ahli meminta uang transport dan "uang lelah" sebelum bersedia diwawancarai.

    Pertanyaan diskusi

    1. Apakah ini boleh diterima?
    2. Apa risikonya bagi independensi?
    3. Bagaimana kebijakan redaksi menanganinya?

    Catatan fasilitator

    Prinsipnya imbalan tidak boleh mempengaruhi isi. Ikuti kebijakan redaksi dan kode etik.

    Rangkuman

    Sepuluh Pegangan Pewawancara

    1

    Tentukan satu angle dan tulis pertanyaan kuncimu sebelum bertemu narasumber.

    2

    Satu pertanyaan, satu hal.

    3

    Netral, jangan menggiring. Biarkan fakta yang bicara.

    4

    Terbuka untuk menggali, tertutup untuk mengunci.

    5

    Pertanyaan kedua sering lebih penting dari yang pertama.

    6

    Kejar SOT dan kutipan yang pendek, utuh, dan berisi.

    7

    Hadapi narasumber sulit dengan tenang dan spesifik.

    8

    Sepakati status wawancara sebelum informasi diberikan.

    9

    Lindungi anak, korban, dan kelompok rentan.

    10

    Cek ulang nama, angka, dan kutipan, lalu simpan rekamannya.

    Penutup

    THANK YOU

    Butuh diskusi atau kolaborasi lebih lanjut? Silakan hubungi redaksi TILTUP.ID.

    ALAMAT REDAKSIJalan A. H. Nasution No. 75, Bandung 40195

    TELEPON08567699366

    EMAILnewsroom@tiltup.id

    Disusun oleh Agung Hardiansyah

    ◂ Geser kiri atau kanan untuk pindah slide ▸