TULIS TAJAM
TEKNIK MENULIS BERITA UNTUK TV, ONLINE, DAN CETAK
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.
180 Menit, Tujuh Bagian
Menulis adalah inti kerja wartawan, jadi pelatihan ini panjang dan banyak latihan. Ketuk bagian mana pun untuk melompat ke sana.
Semua peristiwa, tokoh, dan produk dalam contoh naskah modul ini fiktif.
DASAR MENULIS BERITA
Sebelum soal gaya, pastikan kita sepakat soal apa yang boleh ditulis sebagai fakta
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Naskah yang Baik Tidak Terlihat
Pembaca atau penonton tidak memikirkan naskahmu. Mereka hanya memahami beritanya. Itu tanda naskah yang berhasil.
Setiap nama, angka, dan kutipan bisa dibuktikan ke sumbernya.
Sekali baca atau sekali dengar, langsung paham. Tidak perlu membaca ulang.
Tiap kata punya tugas. Kata yang tidak bekerja dibuang.
Pihak yang terlibat diberi ruang, dan penulis tidak menghakimi.
Penonton TV hanya mendengar sekali. Pembaca online memutuskan dalam beberapa detik. Karena itu kejelasan lebih penting daripada gaya.
Mana yang Boleh Ditulis Begitu Saja?
Hampir semua kesalahan berita bermula dari tercampurnya empat hal ini.
Bisa dibuktikan dan sudah kamu verifikasi.
Banjir merendam enam desa.
Perlakuan: tulis langsung, tanpa kata penghalus.
Kata seseorang yang kamu kutip dengan jelas.
Menurut Kepala BPBD, tanggul retak sejak bulan lalu.
Perlakuan: sebut siapa yang berkata.
Dugaan tanpa dasar yang bisa kamu tunjukkan.
Banjir diduga karena tanggul rapuh.
Perlakuan: jangan ditulis bila tanpa sumber.
Penilaian penulis atau nada yang menghakimi.
Pemerintah gagal mengatasi banjir.
Perlakuan: keluarkan dari berita, kecuali kutipan narasumber.
Kalimat Ini Jenis Apa?
Delapan kalimat. Pilih jenisnya, lalu baca alasannya.
Banjir merendam enam desa di Kecamatan Sindang Harapan.
Peristiwa yang bisa diverifikasi.
Pemerintah gagal mengatasi banjir.
Penilaian penulis, bukan fakta.
Banjir diduga akibat tanggul yang rapuh.
Dugaan tanpa sumber.
Menurut Kepala BPBD, tanggul di titik itu retak sejak bulan lalu.
Ada sumber yang jelas.
Warga sangat resah dengan kondisi ini.
Generalisasi tanpa dasar. Tulis kutipan warga tertentu.
Sebanyak 412 keluarga mengungsi di GOR kecamatan.
Angka dan tempat yang bisa diverifikasi.
Kejadian ini sungguh memprihatinkan.
Penilaian emosional penulis.
Seorang warga mengatakan air naik dalam hitungan menit.
Ada yang berkata. Sebut namanya bila bisa.
ANGLE DAN BAHAN
Dari tumpukan catatan ke satu kalimat inti
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Sebelum Menulis, Tentukan Intinya
Wartawan pulang membawa catatan, rekaman, dan dokumen. Penulisan yang baik dimulai dari memilah.
- Hujan deras sejak Senin sore.
- Sungai meluap sekitar pukul 21.00.
- 412 keluarga mengungsi di GOR.
- Tiga rumah hanyut; satu warga dicari.
- 120 personel gabungan dikerahkan.
- Warga bercerita: "Airnya cepat sekali naik."
- BMKG: hujan lebat berlanjut hingga Rabu.
- Pernah banjir serupa tiga tahun lalu.
- Pisahkan fakta terverifikasi dari dugaan.
- Tandai yang paling baru dan paling berdampak.
- Rumuskan satu kalimat inti: berita ini intinya apa?
- Buang atau simpan yang tidak mendukung inti.
"Banjir bandang merendam enam desa; 412 keluarga mengungsi dan satu warga dicari."
Satu Peristiwa, Banyak Sudut Pandang
Angle adalah sudut yang kamu pilih untuk menceritakan peristiwa. Ketuk tab untuk membandingkan.
Dampak: siapa yang terkena, apa akibatnya
Menonjolkan akibat bagi pembaca atau warga.
Banjir memutus akses ke sekolah dan pasar bagi enam desa.
Cocok untuk: isu publik, kebijakan, bencana.
Konflik: dua pihak berbeda pendapat
Menonjolkan perbedaan klaim, kepentingan, atau tuntutan.
Warga menuding tanggul tidak diperbaiki; dinas mengaku anggaran terlambat.
Awas: beri ruang yang adil bagi kedua pihak.
Tokoh: siapa yang terlibat
Menonjolkan peran orang yang dikenal atau berpengaruh.
Bupati meninjau lokasi dan menjanjikan tanggul permanen.
Awas: tokoh tanpa substansi mudah jadi seremonial.
Kebaruan: apa yang paling baru
Menonjolkan perkembangan terakhir.
Pencarian satu warga berlanjut di hilir sungai pagi ini.
Cocok untuk: peristiwa yang terus berkembang.
Sisi manusia: pengalaman nyata
Menonjolkan kisah satu orang untuk mewakili peristiwa.
Ratmi hanya sempat menyelamatkan anak-anaknya.
Cocok untuk: feature dan soft news.
Pilih Inti yang Tepat
Tiga kasus. Setiap pilihan bernilai 0 sampai 2 poin.
Bahan: pengumuman kenaikan harga BBM mulai tengah malam, daftar harga baru, dan komentar pengamat. Mana kalimat inti paling tepat untuk berita pertama?
Tanggapan bukan inti.
Terlalu umum.
Inti: apa yang terjadi dan kapan.
Inti berita adalah peristiwa dan dampaknya, bukan komentar pelengkap.
Bahan: wali kota membuka pasar murah, dihadiri ratusan warga, dan satu pedagang mengeluh sepi. Mana angle terbaik untuk berita pendek?
Dampak bagi warga.
Seremonial.
Layak jadi bagian, belum inti.
Dampak bagi warga biasanya inti dari acara resmi.
Bahan: kebakaran menghanguskan belasan rumah, korban kehilangan surat penting, dan penyebabnya masih diselidiki. Mana kalimat inti paling tepat?
Penyebab belum diketahui, itu spekulasi.
Fakta apa adanya, dan jujur soal yang belum diketahui.
Opini, bukan fakta.
Jangan menjadikan dugaan sebagai inti. Katakan jujur apa yang belum diketahui.
STRUKTUR BERITA
Piramida terbalik, lead, tubuh, dan penutup
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Yang Terpenting di Atas
Dalam piramida terbalik, fakta paling penting ditulis lebih dulu dan makin ke bawah makin pelengkap. Pembaca boleh berhenti di mana saja tanpa kehilangan inti.
Apa, siapa, kapan, dan di mana. Biasanya di lead.
Mengapa dan bagaimana, pernyataan sumber, dan data pendukung.
Konteks, latar belakang, dan perkembangan sebelumnya.
Hard news dan berita pendek. Editor bisa memangkas dari bawah tanpa merusak inti.
Feature dan berita naratif. Di sana urutan ditentukan alur cerita, bukan kepentingan fakta.
Lead: Lima Detik yang Menentukan
Lead adalah paragraf pertama. Pembaca memutuskan bertahan atau pergi dari sini. Pilih jenis lead sesuai jenis beritanya.
Lead langsung (ringkasan)
Menjawab inti dalam satu atau dua kalimat. Standar hard news.
Banjir bandang merendam enam desa di Kabupaten Cimandala sejak Senin malam. Sebanyak 412 keluarga mengungsi.
Lead deskriptif
Melukiskan suasana dengan indra: bau, suara, warna.
Aroma sate dan kopi susu menyambut siapa pun yang melintas di Gang Mawar setiap Sabtu malam.
Lead kutipan
Dibuka dengan kutipan kuat dari narasumber.
"Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak," kata Ratmi.
Awas: hanya bila kutipannya benar-benar kuat dan berdiri sendiri.
Lead kontras
Mempertemukan dua hal yang berlawanan.
Pendidikannya hanya sampai SMP, tetapi enam ratus buku di bengkelnya dibaca puluhan anak setiap sore.
Lead naratif (adegan)
Membuka dengan potongan adegan sebagai undangan membaca. Untuk feature.
Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil itu berhenti berderu. Anak-anak datang membawa ransel.
Mana Lead yang Lebih Baik?
Enam pasang lead. Pilih yang lebih jelas, jujur, dan bebas opini.
Mana lead hard news yang lebih baik?
Lead pertama bertele-tele dan tidak berisi fakta konkret.
Mana yang lebih baik untuk lead berita kebijakan?
Lead langsung memuat apa, siapa, kapan, dan berapa.
Mana lead soft news yang lebih memikat?
Soft news boleh deskriptif dan hangat.
Mana lead yang bebas opini?
Kata "memprihatinkan" dan "malang" adalah opini.
Mana yang lebih jujur terhadap data?
Angka dan atribusi yang jelas lebih dapat dipercaya.
Mana lead yang tidak membebani pembaca?
Satu kalimat, satu ide, tanpa nama lembaga yang menumpuk.
Tubuh Berita dan Penutup
Lead sudah menjawab inti. Tubuh berita melengkapi dan membuktikannya.
- Lengkapi 5W1H. Unsur yang belum ada di lead masuk ke paragraf kedua dan ketiga.
- Tempatkan sumber. Pernyataan narasumber dengan atribusi jelas, dari yang paling berwenang.
- Dampak dan konteks. Apa artinya bagi pembaca? Apa latar belakangnya?
- Transisi. Hubungkan paragraf dengan kata penghubung singkat agar mengalir.
- Penutup. Akhiri dengan fakta terakhir atau langkah berikutnya, bukan simpulan penulis.
"BMKG memperkirakan hujan lebat masih berpotensi turun hingga Rabu."
"Semoga banjir ini segera berlalu." atau "Demikian berita dari lokasi."
Susun Berita dari Paragraf yang Acak
Ketuk paragraf sesuai urutan yang menurutmu benar menurut piramida terbalik. Lalu periksa.
JENIS BERITA DAN GAYA PENULISAN
Empat jenis berita, tiga platform, dan contoh naskah lengkap untuk tiap kombinasi
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Hard News, Soft News, Feature, Advertorial
Jenis berita menentukan nada, struktur, dan cara kamu bercerita. Pilih jenis sebelum menulis.
| Hard news | Soft news | Feature | Advertorial | |
|---|---|---|---|---|
| Tujuan | Menyampaikan peristiwa penting segera | Menghibur dan menginformasikan hal ringan yang relevan | Mendalami kisah dan konteks | Menyampaikan pesan komersial dengan gaya editorial |
| Nada | Lugas, netral, mendesak | Hangat dan ringan | Naratif dan manusiawi | Informatif dan persuasif |
| Struktur | Piramida terbalik | Lebih bebas, lead tetap kuat | Lead naratif, alur, penutup | Bebas, namun harus jelas berlabel |
| Waktu | Hitungan jam, tenggat ketat | Tidak terikat tenggat ketat | Dikerjakan lebih lama | Mengikuti kesepakatan dengan pemasang |
| Contoh topik | Bencana, kriminal, kebijakan | Komunitas, kuliner, tren | Profil, kisah warga | Peluncuran produk, program perusahaan |
| Risiko | Salah fakta, spekulasi | Terlalu promosi, kehilangan nilai berita | Terlalu panjang, adegan direkayasa | Menyesatkan pembaca bila tidak diberi label |
Batasnya tidak selalu tegas. Feature bisa berisi data keras, dan soft news bisa mengangkat isu serius. Yang penting kamu tahu jenisnya dan menulis sesuai kontraknya dengan pembaca.
Hard News: Banjir Bandang
Peristiwa mendesak. Fakta paling penting di depan, tanpa opini. Ketuk tab untuk membaca bahan, lalu tiga versi naskahnya.
Bahan lapangan (fiktif)
- Banjir bandang di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, Senin malam.
- Hujan deras sejak sore; Sungai Cikembar meluap sekitar pukul 21.00 WIB.
- Enam desa terendam; di titik terparah tinggi air 1,5 meter.
- 412 keluarga mengungsi di GOR kecamatan.
- Tiga rumah hanyut; seorang warga laki-laki berusia 52 tahun belum ditemukan.
- Hendra Maulana, Kepala BPBD Kabupaten Cimandala: 120 personel gabungan dikerahkan, pencarian difokuskan di hilir.
- Ratmi (45), warga Desa Karangsari: "Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak, barang-barang habis semua."
- BMKG: hujan lebat berpotensi berlanjut hingga Rabu.
Naskah TV: lead anchor + VO + SOT (±75 detik)
| VIDEO | AUDIO / NARASI | DURASI |
|---|---|---|
| Studio, anchor | LEAD: Banjir bandang merendam enam desa di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, sejak Senin malam. Sebanyak empat ratus dua belas keluarga mengungsi, dan seorang warga masih dalam pencarian. Berikut laporan Rani Pratiwi. | 0'15" |
| Arus deras di permukiman; rumah terendam; warga mengangkut barang | VO: Air Sungai Cikembar meluap sekitar pukul sembilan malam. Dalam hitungan menit, air masuk ke permukiman. Di titik terparah, tingginya mencapai satu setengah meter. Tiga rumah hanyut terbawa arus. | 0'18" |
| Ratmi, warga Desa Karangsari | SOT: "Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak, barang-barang habis semua." | 0'10" |
| Pengungsi di GOR; tim gabungan menyisir sungai | VO: Hingga pagi ini, empat ratus dua belas keluarga mengungsi di GOR kecamatan. Seorang warga laki-laki berusia lima puluh dua tahun masih dicari tim gabungan. | 0'12" |
| Hendra Maulana, Kepala BPBD Kabupaten Cimandala | SOT: "Seratus dua puluh personel gabungan kami kerahkan. Pencarian difokuskan di aliran sungai bagian hilir." | 0'10" |
| Langit mendung; warga bantaran sungai | VO: BMKG memperkirakan hujan lebat masih berpotensi turun hingga Rabu. Warga di bantaran sungai diminta waspada. | 0'10" |
Banjir Bandang Rendam Enam Desa di Cimandala, 412 Keluarga Mengungsi
CIMANDALA – Banjir bandang merendam enam desa di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, sejak Senin malam. Sebanyak 412 keluarga mengungsi dan seorang warga masih dalam pencarian.
Air Sungai Cikembar meluap sekitar pukul 21.00 WIB. Di titik terparah, ketinggian air mencapai 1,5 meter. Tiga rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.
Pencarian korban
Kepala BPBD Kabupaten Cimandala, Hendra Maulana, mengatakan 120 personel gabungan dikerahkan. “Pencarian difokuskan di aliran sungai bagian hilir,” ujarnya. Warga yang dicari adalah laki-laki berusia 52 tahun.
Pengungsi
Para pengungsi ditampung di GOR kecamatan. Ratmi (45), warga Desa Karangsari, mengaku hanya sempat menyelamatkan anak-anaknya. “Airnya cepat sekali naik,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat masih berpotensi turun hingga Rabu. Warga di bantaran sungai diminta waspada.
Berita ini akan diperbarui.
Banjir Bandang Rendam Enam Desa, 412 Keluarga Mengungsi
CIMANDALA – Banjir bandang merendam enam desa di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, Senin malam. Sebanyak 412 keluarga mengungsi, tiga rumah hanyut, dan seorang warga laki-laki berusia 52 tahun belum ditemukan hingga Selasa pagi.
Air Sungai Cikembar meluap sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan deras mengguyur sejak sore. Warga menyebut air naik dalam hitungan menit. Di titik terparah, ketinggian air mencapai 1,5 meter.
“Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak, barang-barang habis semua,” kata Ratmi (45), warga Desa Karangsari, yang kini mengungsi di GOR kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cimandala Hendra Maulana mengatakan, 120 personel gabungan dikerahkan untuk mencari korban dan mengevakuasi warga. “Pencarian difokuskan di aliran sungai bagian hilir,” ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga Rabu. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta waspada dan segera mengungsi bila air kembali naik.
Catatan penulis
- Struktur: piramida terbalik di ketiga platform. Lead memuat peristiwa, tempat, waktu, dan dampak.
- TV: angka dieja sesuai cara dibaca ("empat ratus dua belas"), kalimat pendek, SOT dipilih yang paling emosional dan paling berwenang. SOT tidak mengulang isi VO.
- Online: judul memuat inti, subjudul membantu pembaca memindai, ada kalimat "akan diperbarui".
- Cetak: ada deck, kutipan lebih lengkap, dan nama lembaga ditulis penuh pada penyebutan pertama.
- Kehati-hatian: penyebab banjir tidak ditulis karena belum ada keterangan resmi.
Soft News: Pasar Kuliner Malam
Berita ringan yang hangat. Tidak mendesak, tetapi tetap faktual dan relevan.
Bahan lapangan (fiktif)
- Pasar kuliner malam di Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri, bekas lahan parkir.
- Buka setiap Sabtu pukul 18.00 sampai 22.00; sudah berjalan tiga bulan.
- 24 lapak, digagas karang taruna; ketuanya Dimas Prakoso (24).
- Pengunjung dianjurkan membawa wadah dan tumbler sendiri.
- Ada musik akustik; pengunjung sekitar 300 orang per malam, menurut pengelola.
- Omzet rata-rata satu lapak sekitar Rp1,2 juta per malam, menurut pengelola.
- Dimas: "Awalnya cuma iseng, lahannya kosong. Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul."
- Pengunjung: "Murah, dekat rumah, anak-anak juga senang."
Naskah TV: PKG ringan dengan natural sound (±70 detik)
| VIDEO | AUDIO / NARASI | DURASI |
|---|---|---|
| Studio, anchor | LEAD: Sabtu malam di Gang Mawar kini punya cerita baru. Bekas lahan parkir berubah menjadi pasar kuliner yang ramai pengunjung. | 0'10" |
| Lampu bohlam, asap sate, lapak berderet | NATSOT: suara kipas arang, musik akustik, tawa pengunjung (naik, lalu turun di bawah VO) | 0'06" |
| Penjual membalik sate; pengunjung antre | VO: Aroma sate dan kopi susu menyambut siapa pun yang melintas. Sejak tiga bulan lalu, dua puluh empat lapak buka setiap Sabtu mulai pukul enam sore. | 0'14" |
| Dimas Prakoso, Ketua Karang Taruna | SOT: "Awalnya cuma iseng, lahannya kosong. Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul." | 0'10" |
| Pengunjung membawa tumbler; kasir menghitung uang | VO: Pengunjung dianjurkan membawa wadah sendiri. Menurut pengelola, rata-rata satu lapak meraup sekitar satu juta dua ratus ribu rupiah dalam semalam. | 0'14" |
| Ibu dan anak makan es krim | SOT: "Murah, dekat rumah, anak-anak juga senang." | 0'06" |
| Gerbang gang; lampu menyala | VO: Pasar ini buka setiap Sabtu sampai pukul sepuluh malam. Cocok untuk menutup akhir pekan. | 0'08" |
Bekas Lahan Parkir di Gang Mawar Jadi Pasar Kuliner Malam, 24 Lapak Buka Tiap Sabtu
Aroma sate bakar dan kopi susu menyambut siapa pun yang melintas di Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri, setiap Sabtu malam. Di bekas lahan parkir itu, dua puluh empat lapak kini berderet di bawah lampu bohlam.
Pasar kuliner ini digagas karang taruna setempat sejak tiga bulan lalu. “Awalnya cuma iseng, lahannya kosong. Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul,” kata Ketua Karang Taruna, Dimas Prakoso (24).
Bawa wadah sendiri
Pengunjung dianjurkan membawa wadah dan tumbler sendiri untuk mengurangi sampah. Menurut pengelola, sekitar 300 orang datang tiap malam, dan satu lapak rata-rata meraup omzet Rp1,2 juta.
Seorang pengunjung, ibu dua anak, mengaku datang karena harganya murah dan dekat rumah. “Anak-anak juga senang,” ujarnya.
Info singkat
Lokasi: Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri
Waktu: Sabtu, 18.00 sampai 22.00
Gang Mawar Menyala pada Sabtu Malam
Bau asap sate bercampur manisnya kopi susu. Di bawah lampu bohlam yang digantung seadanya, dua puluh empat lapak berderet di bekas lahan parkir Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri, dan petikan gitar akustik terdengar dari ujung gang.
Pasar kuliner malam ini bermula dari gagasan karang taruna tiga bulan lalu. “Awalnya cuma iseng, lahannya kosong,” kata Ketua Karang Taruna, Dimas Prakoso (24). “Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul.”
Menurut pengelola, sekitar 300 orang datang setiap Sabtu antara pukul 18.00 dan 22.00. Pengunjung dianjurkan membawa wadah dan tumbler sendiri. Satu lapak rata-rata meraup omzet Rp1,2 juta per malam.
Di salah satu bangku, seorang ibu menyuapi anaknya es krim. “Murah, dekat rumah, anak-anak juga senang,” katanya.
Catatan penulis
- Nada: hangat dan ringan, namun tetap faktual: angka omzet dan pengunjung diberi atribusi "menurut pengelola".
- Lead: deskriptif dengan indra (bau dan suara), bukan ringkasan 5W1H penuh.
- TV: natural sound memberi suasana. VO hanya menambah informasi yang tidak terlihat.
- Online: ada kotak info singkat. Judul panjang, sebaiknya dipangkas.
- Garis tipis: hindari kalimat promosi ("tempat terbaik", "wajib dikunjungi"). Soft news bukan iklan.
Feature: Perpustakaan di Bengkel Tambal Ban
Kisah manusia dengan alur. Boleh lebih bebas, tetapi tetap faktual.
Bahan lapangan (fiktif)
- Pak Darsa (58), pemilik bengkel tambal ban di Jalan Cempaka sejak 1994.
- Lima tahun lalu mulai memajang buku bekas untuk anak yang menunggu orang tuanya.
- Kini ada sekitar 600 buku sumbangan; rak dibuat dari ban bekas dan papan.
- Kartu pinjam dibuat dari kardus bekas. Peminjam menulis nama sendiri.
- Anak-anak datang sepulang sekolah sekitar pukul tiga sore.
- Darsa hanya lulus SMP. Katanya: "Saya tidak sekolah tinggi. Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan."
- Naya (10): "Aku suka buku dinosaurus. Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah."
Naskah TV: PKG feature dengan PTC (±2 menit)
| VIDEO | AUDIO / NARASI | DURASI |
|---|---|---|
| Studio, anchor | LEAD: Di antara bau karet dan bunyi kompresor, ada ratusan buku yang menunggu dibaca. Kisah Pak Darsa, tukang tambal ban dari Jalan Cempaka. | 0'10" |
| Kompresor berhenti; anak-anak berseragam masuk; sepatu dilepas | VO: Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil ini berhenti berderu. Anak-anak berseragam merah putih datang, melepas sepatu, lalu menuju rak yang dibuat dari ban bekas. | 0'18" |
| Naya (10) membaca buku dinosaurus | SOT: "Aku suka buku dinosaurus. Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah." | 0'08" |
| Darsa menambal ban; rak buku; tumpukan buku sumbangan | VO: Darsa, lima puluh delapan tahun, membuka bengkel ini sejak tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh empat. Lima tahun lalu, ia mulai memajang buku bekas untuk anak-anak yang menunggu orang tuanya menambal ban. Kini ada sekitar enam ratus buku sumbangan. | 0'24" |
| Reporter di depan rak, kartu kardus di tangan | PTC: Di sini tidak ada kartu anggota yang rumit. Peminjam cukup menulis namanya di kartu dari kardus bekas. Dan menurut Pak Darsa, kartu itu hampir tidak pernah hilang. | 0'22" |
| Darsa, close-up; tangan berminyak memegang buku | SOT: "Saya tidak sekolah tinggi. Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan." | 0'10" |
| Senja; anak masih membaca di samping ban yang menunggu ditambal | VO: Hari menjelang magrib. Seorang anak masih membaca, sementara ban motor di sebelahnya menunggu ditambal. | 0'12" |
Di Bengkel Tambal Ban Pak Darsa, Anak-Anak Datang untuk Membaca
Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil di Jalan Cempaka itu berhenti berderu. Anak-anak berseragam merah putih masuk satu per satu, melepas sepatu, dan menuju rak buku yang dibuat dari ban bekas.
Dari karet ke kertas
Darsa (58) membuka bengkel tambal ban itu pada 1994. Lima tahun lalu, ia mulai memajang buku bekas di sudut bengkel bagi anak-anak yang menunggu orang tuanya menambal ban. Kini ada sekitar 600 buku sumbangan di rak-rak itu.
“Aku suka buku dinosaurus,” kata Naya (10), yang membaca sambil duduk di atas ban. “Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah.”
Kartu dari kardus
Tidak ada kartu anggota yang rumit. Peminjam cukup menulis namanya di kartu dari kardus bekas. Menurut Darsa, kartu itu hampir tidak pernah hilang.
Tak ingin ketinggalan
Darsa hanya lulus SMP. “Saya tidak sekolah tinggi. Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan,” katanya sambil menyeka tangan berminyak.
Menjelang magrib, seorang anak masih membaca. Di sebelahnya, ban motor menunggu ditambal.
Perpustakaan di Antara Bau Karet
Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil di Jalan Cempaka itu berhenti berderu. Anak-anak berseragam merah putih masuk satu per satu, melepas sepatu, lalu menuju rak yang dibuat dari ban bekas. Di rak itu, buku-buku bergambar dinosaurus berdiri bersandar pada papan.
Bengkel itu milik Darsa (58). Ia membukanya pada 1994, dan lima tahun lalu mulai memajang buku bekas bagi anak-anak yang menunggu orang tuanya menambal ban. Sekarang ada sekitar 600 buku, hasil sumbangan orang yang lewat dan tetangga.
“Aku suka buku dinosaurus,” kata Naya (10), duduk di atas ban. “Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah.”
Kartu pinjamnya dibuat dari kardus bekas. Peminjam menulis nama sendiri di sana. “Hampir tidak pernah hilang,” kata Darsa.
Darsa hanya lulus SMP. “Saya tidak sekolah tinggi,” katanya sambil menyeka tangan berminyak. “Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan.”
Menjelang magrib, seorang anak masih membaca. Ban motor di sebelahnya masih menunggu ditambal.
Catatan penulis
- Struktur: bukan piramida terbalik. Lead adegan, alur (siapa dia, apa yang ia lakukan, mengapa), lalu penutup yang menggema ke lead.
- Detail: kartu kardus, rak ban bekas, dan tangan berminyak menggantikan kata sifat seperti "mulia" atau "menginspirasi".
- TV: PTC dipakai sebagai jembatan di tengah, 20 sampai 30 detik, bukan di akhir. SOT Darsa sengaja ditaruh menjelang penutup.
- Akurasi: adegan harus benar-benar disaksikan penulis, bukan direka. Tahun dan angka tetap diverifikasi.
- Garis tipis: jangan mengagungkan narasumber. Biarkan fakta dan perbuatannya bicara.
Advertorial: Kopi Lereng Biru Reserve
Konten komersial berbalut gaya editorial. Aturan pertamanya: harus berlabel jelas.
Bahan lapangan (fiktif)
- Klien fiktif: Kopi Lereng Biru, merek kopi lokal.
- Produk baru: Lereng Biru Reserve, kopi single origin, pengolahan natural process.
- Dikelola 120 petani mitra, menurut produsen.
- Harga Rp85.000 untuk kemasan 200 gram.
- Dijual di kafe mitra dan toko daring milik produsen.
- Kutipan klien: "Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil." (Rina Kusuma, Direktur Pemasaran)
- Wajib: label "ADVERTORIAL" di awal, terpisah jelas dari berita redaksi.
Naskah TV: advertorial (±45 detik)
| VIDEO | AUDIO / NARASI | DURASI |
|---|---|---|
| Teks di layar sepanjang tayang: ADVERTORIAL, "Konten berbayar. Kopi Lereng Biru." Lalu visual kebun | VO: Berikut tayangan advertorial dari Kopi Lereng Biru. | 0'05" |
| Petani memetik biji kopi; jemuran biji di lahan | VO: Di lereng yang sejuk, seratus dua puluh petani mitra memanen biji kopi pilihan. Biji dijemur dengan metode natural, menurut produsen. | 0'14" |
| Barista menyeduh; aroma, uap | VO: Hasilnya, Lereng Biru Reserve, kopi single origin dengan rasa buah yang khas. | 0'10" |
| Rina Kusuma, Direktur Pemasaran | SOT: "Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil." | 0'06" |
| Kemasan produk; layar toko daring | VO: Tersedia seharga delapan puluh lima ribu rupiah untuk kemasan dua ratus gram, di kafe mitra dan toko daring produsen. | 0'10" |
| Super: ADVERTORIAL | VO: Tayangan ini adalah advertorial. | 0'03" |
ADVERTORIAL: Lereng Biru Reserve, Kopi Single Origin dari 120 Petani Mitra
[ADVERTORIAL] Konten ini dibuat bersama dan dibiayai oleh Kopi Lereng Biru. Isi bukan produk jurnalistik redaksi.
Kopi Lereng Biru meluncurkan produk terbaru, Lereng Biru Reserve, kopi single origin dengan pengolahan natural process. Menurut produsen, kopi ini dikelola 120 petani mitra di lereng pegunungan.
Harga adil untuk petani
“Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil,” kata Rina Kusuma, Direktur Pemasaran Kopi Lereng Biru.
Cara mendapatkannya
Lereng Biru Reserve dijual seharga Rp85.000 untuk kemasan 200 gram, tersedia di kafe mitra dan toko daring milik produsen.
Konten advertorial dari Kopi Lereng Biru.
Lereng Biru Reserve: Kopi dari Lereng, Dikelola 120 Petani Mitra
ADVERTORIAL (kotak berbingkai di bagian atas halaman, huruf tebal)
Kopi Lereng Biru meluncurkan produk terbaru, Lereng Biru Reserve, kopi single origin dengan pengolahan natural process. Menurut produsen, produk ini dikelola 120 petani mitra di lereng pegunungan.
“Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil,” kata Direktur Pemasaran Kopi Lereng Biru, Rina Kusuma.
Lereng Biru Reserve dijual Rp85.000 untuk kemasan 200 gram di kafe mitra dan toko daring milik produsen.
Halaman ini adalah advertorial. Isi menjadi tanggung jawab pemasang.
Catatan penulis
- Label: wajib ada, jelas, dan sejak awal. Pembaca harus tahu ini konten berbayar, bukan berita redaksi.
- Atribusi klaim: "menurut produsen" dipakai untuk klaim yang tidak bisa kamu verifikasi. Jangan menulisnya seolah fakta redaksi.
- Dihindari: klaim superlatif tanpa bukti ("terbaik di dunia"), klaim kesehatan, dan perbandingan yang menjatuhkan pesaing.
- Pemisahan: tata letak, nama rubrik, dan penulis harus berbeda dari berita. Tim redaksi tidak boleh menyamarkannya.
- Gaya: boleh persuasif dan hangat, tetapi tetap jujur dan tidak menyesatkan.
- Rujukan: kebijakan redaksi, Kode Etik Jurnalistik, dan P3SPS mengatur pemisahan iklan dan berita.
TV Ditulis untuk Telinga, Online untuk Mata yang Memindai, Cetak untuk Pembaca yang Tekun
Faktanya sama. Cara menyajikannya berbeda karena cara orang menerimanya berbeda.
| TV | Online | Cetak | |
|---|---|---|---|
| Pembaca/penonton | Mendengar sekali, tidak bisa mengulang | Memindai cepat, mudah pindah halaman | Membaca lebih tenang, bisa membaca ulang |
| Lead | Satu kalimat lisan, pendek | Satu sampai dua kalimat, sudah memuat inti | Bisa lebih padat atau naratif |
| Kalimat | Sekitar 12 sampai 18 kata | Pendek sampai sedang | Boleh lebih panjang, tetap jelas |
| Angka | Dibulatkan, dieja sesuai bacaan | Angka lengkap dalam digit | Angka lengkap, pembanding, tabel |
| Kutipan | SOT pendek, 8 sampai 15 detik | Kutipan langsung, singkat | Kutipan lebih lengkap |
| Judul | Super atau teks di layar | Memuat kata kunci, sekitar 40 sampai 70 karakter | Headline plus deck |
| Pembaruan | Edisi berikutnya atau breaking | Diperbarui dan diberi penanda waktu | Tidak bisa diubah setelah cetak |
Tulis Seperti Berbicara
Penonton hanya mendengar sekali. Naskah harus enak diucapkan dan sejalan dengan gambar.
Tulis untuk didengar
- Satu ide per kalimat, kalimat pendek.
- Baca keras-keras. Bila tersendat, pecah kalimatnya.
- Hindari kalimat bertingkat dan kurung.
- Subjek di depan, kata kerja segera menyusul.
Banjir yang terjadi di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai, yang meluap pada malam hari, menyebabkan ratusan warga mengungsi.
Sungai meluap Senin malam. Ratusan warga mengungsi.
Naskah mengikuti gambar
- Jangan menyebut apa yang sudah jelas terlihat.
- Tambahkan konteks yang tidak tampak: siapa, berapa, mengapa.
- Tulis dulu gambar yang kamu punya, bukan yang kamu inginkan.
- Beri jeda untuk natural sound di momen kuat.
Tampak air menggenangi rumah warga.
Tiga rumah hanyut. Warga hanya sempat menyelamatkan anak-anak.
Angka untuk pendengar
- Bulatkan: 412 menjadi "sekitar empat ratus keluarga" bila konteks cukup.
- Satu angka penting per kalimat.
- Ditulis dengan huruf bila perlu dibaca (dieja sesuai pengucapan).
- Hindari angka desimal yang panjang.
Bila angka tepat adalah inti beritanya, sebut tepat dan tampilkan di layar.
Suara narasumber dan reporter
- SOT: 8 sampai 15 detik, membawa emosi atau otoritas, tidak mengulang VO.
- Perkenalkan SOT dengan kalimat yang menyiapkan, bukan mengulang isinya.
- PTC: tampil bila reporter benar-benar menambah informasi atau jembatan.
- Nama dan jabatan ditampilkan sebagai teks di layar.
Menyambung bagian
- Gunakan satu kalimat jembatan antara VO dan SOT.
- Ucapan penutup SOT jangan dipotong tiba-tiba.
- Akhiri dengan fakta terbaru atau langkah berikutnya, bukan kalimat klise.
Warga yang bertahan di bantaran sungai punya cerita lain.
Pembaca Memindai, Bukan Membaca
Pembaca online memutuskan dalam hitungan detik. Judul, lead, dan subjudul harus bekerja keras.
Judul yang jujur dan jelas
- Muat kata kunci dan inti peristiwa.
- Sekitar 40 sampai 70 karakter agar tidak terpotong.
- Aktif dan spesifik.
- Janji judul harus dipenuhi isi.
Warga Cimandala Panik, Ternyata Ini Penyebabnya!
Banjir Bandang Rendam Enam Desa di Cimandala, 412 Keluarga Mengungsi
Ringkas dan mudah dipindai
- Lead satu sampai dua kalimat, sudah menjawab apa yang terjadi.
- Paragraf pendek, satu ide, idealnya di bawah 70 kata.
- Kalimat penting jangan terkubur di tengah.
- Tuliskan waktu dan lokasi dengan jelas.
Bantu mata bergerak
- Subjudul tiap tiga sampai lima paragraf.
- Tautan ke berita terkait atau sumber, dengan teks yang bermakna.
- Daftar atau kotak info untuk data.
- Pastikan foto dan keterangan foto akurat.
Berita yang hidup
- Tulis "Berita ini akan diperbarui" bila belum final.
- Beri penanda waktu pembaruan.
- Koreksi dicatat secara terbuka, tidak diam-diam.
- Letakkan informasi terbaru di bagian atas.
Yang harus dihindari
- Judul yang menyembunyikan inti ("Ternyata...", "Bikin heboh").
- Judul yang menjanjikan lebih dari isi.
- Kata sifat berlebihan: mengejutkan, viral, heboh.
- Memelintir kutipan demi klik.
Klik yang dibeli dengan kekecewaan pembaca mahal harganya: kepercayaan.
Ruang Terbatas, Pembaca Tekun
Cetak memberi ruang untuk kedalaman, tetapi ruangnya tetap dihitung baris per baris.
Headline dan deck
- Headline memuat kata kerja dan padat.
- Deck memberi satu informasi tambahan penting.
- Hindari singkatan yang tidak dikenal pembaca.
- Pastikan judul muat di kolom.
Banjir Bandang Rendam Enam Desa, 412 Keluarga Mengungsi. Deck: Satu warga masih dicari; hujan lebat diperkirakan berlanjut hingga Rabu.
Dateline dan alur
- Mulai dengan dateline: "CIMANDALA –".
- Lead memuat inti, tubuh menambah konteks, latar, dan perbandingan.
- Paragraf pendek untuk kolom sempit.
- Boleh memakai latar sejarah singkat.
Kutipan lebih lengkap
- Kutipan boleh lebih panjang dan utuh.
- Atribusi di tengah atau akhir kutipan.
- Deskripsi suasana secukupnya, dengan detail yang bisa dipercaya.
- Hindari kutipan yang hanya mengulang paragraf sebelumnya.
Naskah yang bisa dipotong dari bawah
- Susun agar editor bisa memotong dari paragraf terakhir tanpa merusak inti.
- Ikuti jumlah kata atau baris yang ditetapkan redaksi.
- Tenggat cetak tidak bisa digeser; koreksi baru muncul keesokan harinya.
Koreksi di media cetak biasanya dimuat di edisi berikutnya pada ruang khusus.
Ini Gaya Apa?
Enam kutipan. Tentukan platform yang paling cocok.
Sungai meluap Senin malam. Ratusan warga mengungsi.
Kalimat pendek, mudah diucapkan.
Banjir Bandang Rendam Enam Desa di Cimandala, 412 Keluarga Mengungsi
Memuat kata kunci dan angka lengkap, sekitar 68 karakter.
Deck: Satu warga masih dicari; hujan lebat diperkirakan berlanjut hingga Rabu. CIMANDALA – Banjir bandang merendam enam desa.
Memakai dateline dan deck, ciri berita cetak.
Sekitar empat ratus keluarga mengungsi.
Angka dibulatkan dan dieja untuk telinga.
Berita ini akan diperbarui.
Penanda pembaruan khas berita online.
“Pencarian difokuskan di aliran sungai bagian hilir,” ujar Kepala BPBD Hendra Maulana, “karena arus membawa material ke sana.”
Kutipan lengkap dengan atribusi di tengah.
Satu Fakta, Tulis Sendiri
Pilih platform, tulis judul dan naskah, lalu periksa dengan pemeriksa naskah. Pemeriksa hanya membantu; keputusan tetap di tanganmu.
- Kebakaran pasar di Kecamatan Tirta Mulya, Selasa dini hari sekitar pukul 02.30.
- 48 kios terbakar; tidak ada korban jiwa.
- Damkar mengerahkan 9 unit dan memadamkan api sekitar pukul 05.00.
- Penyebab masih diselidiki polisi.
- Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Yusuf Rahman: "Api cepat membesar karena kios berdempetan."
- Pedagang Sari (39): "Dagangan saya habis, tinggal baju yang melekat."
BAHASA DAN KAIDAH
Kalimat yang efektif dan bahasa yang benar
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Satu Ide, Satu Kalimat
Kalimat berita yang baik dipahami pada bacaan pertama.
Satu ide per kalimat
Banjir yang terjadi semalam, yang disebabkan hujan deras dan meluapnya sungai, merendam enam desa dan membuat 412 keluarga mengungsi serta menghanyutkan tiga rumah.
Sungai meluap semalam dan merendam enam desa. Sebanyak 412 keluarga mengungsi. Tiga rumah hanyut.
Utamakan kalimat aktif
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan terhadap korban.
Tim gabungan mencari korban.
Pasif boleh dipakai bila pelaku tidak penting atau tidak diketahui.
Hapus kata yang tidak bekerja
Pada hari ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.
Polisi memeriksa tiga saksi.
Klise yang sebaiknya dibuang
- dalam rangka
- sebagaimana diketahui
- merupakan salah satu
- mengatakan bahwa
- sangat sekali
- pada kesempatan itu
Setiap kata harus punya kerja. Bila dihapus maknanya sama, hapuslah.
Kata kerja membawa tenaga
Terjadi pembakaran terhadap kios oleh api.
Api membakar 48 kios.
Baku Itu Bukan Kaku
Kesalahan kecil menurunkan kepercayaan pada naskah. Ini ringkasan, bukan pengganti buku gaya redaksi.
| Baku | Tidak baku |
|---|---|
| aktivitas | aktifitas |
| analisis | analisa |
| risiko | resiko |
| Jumat | Jum'at |
| apotek | apotik |
| kualitas | kwalitas |
| praktik | praktek |
| silakan | silahkan |
| izin | ijin |
| nasihat | nasehat |
| objek | obyek |
| sekadar | sekedar |
| hakikat | hakekat |
| mengubah | merubah |
- di dan ke: sebagai kata depan dipisah (di rumah, ke pasar); sebagai awalan disambung (dibakar, diselidiki).
- Angka: ikuti buku gaya redaksi. Umumnya angka di bawah sepuluh dieja di awal kalimat.
- Singkatan: tulis lengkap pada penyebutan pertama, singkatan sesudahnya.
- Huruf kapital: nama, jabatan yang diikuti nama orang, awal kalimat.
- Rujukan: KBBI dan PUEBI, serta buku gaya redaksimu.
Pilih Kalimat yang Benar
Enam pasangan. Pilih yang paling baik.
Mana yang tepat?
Aktif, ringkas, tanpa klise.
Mana yang tepat?
"Aktivitas" adalah bentuk baku.
Mana yang tepat?
"Izin" adalah bentuk baku.
Mana yang tepat?
Ringkas dan benar; huruf kapital pada nama desa.
Mana yang tepat?
"Menganalisis" dan "risiko" adalah bentuk baku.
Mana yang tepat?
Kata kerja aktif yang kuat.
AKURASI DAN ETIKA
Naskah yang cepat harus tetap benar dan adil
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Tujuh Hal yang Diperiksa Ulang
Kecepatan penting, tetapi kesalahan fakta lebih mahal.
- Nama orang, lembaga, dan tempat: ejaan dan jabatan.
- Angka: korban, kerugian, usia, tanggal. Hitung ulang.
- Waktu: hari, tanggal, jam, zona waktu.
- Kutipan: sesuai ucapan, konteks tidak diputar.
- Atribusi: setiap klaim punya sumber yang jelas.
- Dua sumber untuk klaim penting dan kontroversial.
- Hak jawab: pihak yang disudutkan sudah diminta tanggapan.
Kata yang Kamu Pilih Punya Dampak
Rujukannya Kode Etik Jurnalistik. Periksa kebijakan redaksimu untuk detail.
Hindari kata yang menghakimi
Pelaku kejam itu membabi buta menyerang.
Pelaku menyerang korban dengan senjata tajam, menurut polisi.
Sebut identitas bila relevan
- Jangan menyebut suku, agama, ras, atau golongan bila tidak relevan dengan peristiwa.
- Hindari generalisasi tentang kelompok.
- Periksa apakah label itu memang bagian dari fakta.
Lindungi yang rentan
- Jangan menyebut identitas korban kekerasan seksual.
- Lindungi identitas anak yang berhadapan dengan hukum.
- Hindari detail yang memperparah trauma.
- Pertimbangkan dampak gambar dan nama.
Tersangka belum tentu bersalah
Maling itu tertangkap basah.
Polisi menangkap seorang pria yang diduga mencuri.
Gunakan "diduga" dengan atribusi, bukan sebagai pagar pelindung kalimat tanpa dasar.
Pemisahan iklan dan berita
- Label jelas di awal konten berbayar.
- Klaim diberi atribusi.
- Jangan menyamarkan iklan sebagai berita redaksi.
Apa yang Kamu Lakukan?
Lima situasi. Pilih tindakan yang paling bertanggung jawab.
Polisi menangkap seorang pemuda yang disebut pencuri. Belum ada putusan. Bagaimana menulisnya?
Melanggar praduga tak bersalah.
Menghakimi.
Tepat.
Gunakan "diduga" dengan atribusi.
Sumber anonim mengatakan seorang pejabat menerima suap. Belum ada dokumen. Bagaimana?
Tepat.
Tanda diduga tidak menggantikan bukti.
Aman, tetapi kamu tetap perlu verifikasi sendiri.
Verifikasi dulu, minta tanggapan.
Seorang anak menjadi korban kekerasan. Orang tuanya memberi nama lengkap. Bagaimana?
Tetap berisiko bagi anak.
Tepat.
Nama sekolah bisa melacak identitas.
Lindungi identitas anak.
Narasumber mengucapkan kalimat panjang yang kurang enak. Kamu memotong agar terdengar tajam. Bagaimana?
Mengubah ucapan narasumber.
Bisa memelintir makna.
Tepat.
Kutipan harus setia pada ucapan.
Klien advertorial minta tidak diberi label karena "lebih alami". Bagaimana?
Tepat.
Label harus jelas dan di awal.
Menyesatkan pembaca.
Label bukan opsi.
LATIHAN DAN KASUS
Menyunting, mengambil keputusan, dan membedah kasus
Disusun oleh Agung Hardiansyah
Sunting Naskah Sendiri
Enam kalimat bermasalah. Pilih suntingan terbaik.
Naskah asli: “Pada hari ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.”. Mana versi suntingan terbaik?
Versi terbaik ringkas, aktif, konkret, tanpa opini atau spekulasi.
Naskah asli: “Kebakaran yang sangat memprihatinkan itu menghanguskan 48 kios.”. Mana versi suntingan terbaik?
Versi terbaik ringkas, aktif, konkret, tanpa opini atau spekulasi.
Naskah asli: “Dalam rangka meningkatkan keselamatan, pemerintah akan membangun tanggul.”. Mana versi suntingan terbaik?
Versi terbaik ringkas, aktif, konkret, tanpa opini atau spekulasi.
Naskah asli: “Kemungkinan besar banjir disebabkan oleh tanggul yang jebol.”. Mana versi suntingan terbaik?
Versi terbaik ringkas, aktif, konkret, tanpa opini atau spekulasi.
Naskah asli: “Ternyata Ini yang Bikin Warga Cimandala Panik!”. Mana versi suntingan terbaik?
Versi terbaik ringkas, aktif, konkret, tanpa opini atau spekulasi.
Naskah asli: “Kepala BPBD mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya.”. Mana versi suntingan terbaik?
Versi terbaik ringkas, aktif, konkret, tanpa opini atau spekulasi.
Satu Hari di Meja Redaksi
Enam keputusan. Pilih yang paling bertanggung jawab dan efektif.
Sore hari, tenggat satu jam lagi. Narasumber utama belum bisa dihubungi. Kamu?
Fabrikasi.
Terlalu hati-hati bila bahan lain cukup.
Tepat.
Jujur tentang apa yang belum diketahui.
Dua sumber memberi angka korban berbeda. Kamu?
Tepat.
Melebih-lebihkan.
Mengarang angka.
Pertahankan atribusi.
Editor minta judul lebih "pedas" agar naik klik. Kamu?
Clickbait.
Tepat.
Kurang membantu.
Tajam bukan berarti menyesatkan.
Setelah tayang kamu menemukan kesalahan nama. Kamu?
Tidak transparan.
Membiarkan kesalahan.
Tepat.
Koreksi terbuka.
Humas perusahaan mengirim siaran pers lengkap. Kamu?
Tepat.
Menjadi juru bicara.
Mungkin ada informasi berguna.
Siaran pers adalah bahan, bukan berita jadi.
Kamu hanya punya 8 jam sebelum tayang untuk dua platform. Kamu?
Mengabaikan karakter platform.
Tepat.
Boros waktu.
Inti dulu, gaya kemudian.
Lima Kasus, Satu Kesepakatan
Diskusikan dalam kelompok. Setiap kasus fiktif; tidak merujuk peristiwa nyata.
Banjir dan Kutipan Pejabat
Seorang pejabat bilang "tanggul aman" dua hari sebelum banjir. Warga menuduh pejabat lalai.
- Apa yang bisa kamu tulis sebagai fakta?
- Bagaimana memberi ruang tanggapan pejabat?
- Apa yang tidak boleh kamu simpulkan sendiri?
Catatan fasilitator
Bedakan fakta (pernyataan dan kejadian), tuduhan warga (beratribusi), dan simpulan yang belum boleh ditulis.
Profil Warga Inspiratif
Narasumber feature bercerita sangat mengharukan, tetapi sebagian ceritanya tidak bisa diverifikasi.
- Bagian mana yang aman ditulis?
- Bagaimana menandai cerita tanpa verifikasi?
- Apa risikonya bila dipoles?
Catatan fasilitator
Beratribusi penuh, verifikasi sebisanya, dan jangan menambahkan adegan yang tidak kamu saksikan.
Siaran Pers Peluncuran Produk
Humas mengirim naskah siap tayang berisi klaim "terbaik se-Indonesia".
- Bagian mana yang menjadi berita?
- Klaim mana yang perlu atribusi atau dibuang?
- Perlu label advertorial atau tidak?
Catatan fasilitator
Bila ada pembayaran, wajib label. Bila tidak, tetap verifikasi dan atribusi klaim.
Korban Anak di Berita Online
Foto korban anak sudah beredar di media sosial. Redaktur ingin memakainya.
- Apa risikonya?
- Bagaimana alternatifnya?
- Siapa yang memutuskan?
Catatan fasilitator
Lindungi identitas anak. Keputusan akhir ada pada redaksi mengikuti kode etik.
Breaking News Tanpa Konfirmasi
Ada kabar kebakaran di pusat perbelanjaan dari satu akun media sosial.
- Apa yang boleh ditulis sekarang?
- Bagaimana memverifikasi cepat?
- Bagaimana memperbarui?
Catatan fasilitator
Tulis hanya yang terkonfirmasi, tandai "akan diperbarui", dan verifikasi lewat pihak berwenang.
Sepuluh Pegangan Menulis Tajam
Bawa pulang, tempel di meja.
- Tentukan inti dalam satu kalimat sebelum menulis.
- Pisahkan fakta, atribusi, spekulasi, dan opini.
- Pilih angle yang berdampak dan jujur.
- Susun dengan piramida terbalik untuk hard news.
- Tulis lead yang menjawab, bukan menggoda.
- TV ditulis untuk telinga, online untuk mata yang memindai, cetak untuk pembaca yang tekun.
- Kalimat pendek, aktif, tanpa klise.
- Verifikasi nama, angka, waktu, dan kutipan.
- Lindungi yang rentan; patuhi praduga tak bersalah.
- Beri label pada konten berbayar.
THANK YOU
Butuh diskusi atau kolaborasi lebih lanjut? Silakan hubungi redaksi TILTUP.ID.
Disusun oleh Agung Hardiansyah