TiltUp.IDTulis Tajam  |  Agung Hardiansyah
Jurnalistik  |  Pelatihan Wartawan

TULIS TAJAM

TEKNIK MENULIS BERITA UNTUK TV, ONLINE, DAN CETAK

Disusun oleh Agung Hardiansyah

Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.

TVONLINECETAK
Peta pelatihan

180 Menit, Tujuh Bagian

Menulis adalah inti kerja wartawan, jadi pelatihan ini panjang dan banyak latihan. Ketuk bagian mana pun untuk melompat ke sana.

HARD NEWSSOFT NEWSFEATUREADVERTORIAL

Semua peristiwa, tokoh, dan produk dalam contoh naskah modul ini fiktif.

Bagian 1 dari 7  |  ± 15 menit
01

DASAR MENULIS BERITA

Sebelum soal gaya, pastikan kita sepakat soal apa yang boleh ditulis sebagai fakta

Disusun oleh Agung Hardiansyah

FAKTAOPINIbisa dibuktikanpenilaian penulis
Sifat naskah berita

Naskah yang Baik Tidak Terlihat

Pembaca atau penonton tidak memikirkan naskahmu. Mereka hanya memahami beritanya. Itu tanda naskah yang berhasil.

SATU KALIMAT INTIbahan mentah
1
Akurat

Setiap nama, angka, dan kutipan bisa dibuktikan ke sumbernya.

2
Jelas

Sekali baca atau sekali dengar, langsung paham. Tidak perlu membaca ulang.

3
Ringkas

Tiap kata punya tugas. Kata yang tidak bekerja dibuang.

4
Berimbang

Pihak yang terlibat diberi ruang, dan penulis tidak menghakimi.

Satu kesempatan

Penonton TV hanya mendengar sekali. Pembaca online memutuskan dalam beberapa detik. Karena itu kejelasan lebih penting daripada gaya.

Empat jenis pernyataan

Mana yang Boleh Ditulis Begitu Saja?

Hampir semua kesalahan berita bermula dari tercampurnya empat hal ini.

FAKTAOPINIbisa dibuktikanpenilaian penulis
Fakta

Bisa dibuktikan dan sudah kamu verifikasi.

Contoh

Banjir merendam enam desa.

Perlakuan: tulis langsung, tanpa kata penghalus.

Pernyataan beratribusi

Kata seseorang yang kamu kutip dengan jelas.

Contoh

Menurut Kepala BPBD, tanggul retak sejak bulan lalu.

Perlakuan: sebut siapa yang berkata.

Spekulasi

Dugaan tanpa dasar yang bisa kamu tunjukkan.

Contoh

Banjir diduga karena tanggul rapuh.

Perlakuan: jangan ditulis bila tanpa sumber.

Opini

Penilaian penulis atau nada yang menghakimi.

Contoh

Pemerintah gagal mengatasi banjir.

Perlakuan: keluarkan dari berita, kecuali kutipan narasumber.

Kuis cepat

Kalimat Ini Jenis Apa?

Delapan kalimat. Pilih jenisnya, lalu baca alasannya.

?ABC
Bagian 2 dari 7  |  ± 20 menit
02

ANGLE DAN BAHAN

Dari tumpukan catatan ke satu kalimat inti

Disusun oleh Agung Hardiansyah

ANGLEapa yang paling penting?
Mengolah bahan

Sebelum Menulis, Tentukan Intinya

Wartawan pulang membawa catatan, rekaman, dan dokumen. Penulisan yang baik dimulai dari memilah.

SATU KALIMAT INTIbahan mentah
Bahan mentah (contoh banjir)
  • Hujan deras sejak Senin sore.
  • Sungai meluap sekitar pukul 21.00.
  • 412 keluarga mengungsi di GOR.
  • Tiga rumah hanyut; satu warga dicari.
  • 120 personel gabungan dikerahkan.
  • Warga bercerita: "Airnya cepat sekali naik."
  • BMKG: hujan lebat berlanjut hingga Rabu.
  • Pernah banjir serupa tiga tahun lalu.
Empat langkah memilah
  1. Pisahkan fakta terverifikasi dari dugaan.
  2. Tandai yang paling baru dan paling berdampak.
  3. Rumuskan satu kalimat inti: berita ini intinya apa?
  4. Buang atau simpan yang tidak mendukung inti.
Kalimat inti contoh

"Banjir bandang merendam enam desa; 412 keluarga mengungsi dan satu warga dicari."

Angle

Satu Peristiwa, Banyak Sudut Pandang

Angle adalah sudut yang kamu pilih untuk menceritakan peristiwa. Ketuk tab untuk membandingkan.

ANGLEapa yang paling penting?

Dampak: siapa yang terkena, apa akibatnya

Menonjolkan akibat bagi pembaca atau warga.

Contoh angle

Banjir memutus akses ke sekolah dan pasar bagi enam desa.

Cocok untuk: isu publik, kebijakan, bencana.

Konflik: dua pihak berbeda pendapat

Menonjolkan perbedaan klaim, kepentingan, atau tuntutan.

Contoh angle

Warga menuding tanggul tidak diperbaiki; dinas mengaku anggaran terlambat.

Awas: beri ruang yang adil bagi kedua pihak.

Tokoh: siapa yang terlibat

Menonjolkan peran orang yang dikenal atau berpengaruh.

Contoh angle

Bupati meninjau lokasi dan menjanjikan tanggul permanen.

Awas: tokoh tanpa substansi mudah jadi seremonial.

Kebaruan: apa yang paling baru

Menonjolkan perkembangan terakhir.

Contoh angle

Pencarian satu warga berlanjut di hilir sungai pagi ini.

Cocok untuk: peristiwa yang terus berkembang.

Sisi manusia: pengalaman nyata

Menonjolkan kisah satu orang untuk mewakili peristiwa.

Contoh angle

Ratmi hanya sempat menyelamatkan anak-anaknya.

Cocok untuk: feature dan soft news.

Latihan

Pilih Inti yang Tepat

Tiga kasus. Setiap pilihan bernilai 0 sampai 2 poin.

?ABC
Bagian 3 dari 7  |  ± 30 menit
03

STRUKTUR BERITA

Piramida terbalik, lead, tubuh, dan penutup

Disusun oleh Agung Hardiansyah

PALING PENTINGPENTINGLATARprioritasPIRAMIDA TERBALIK
Struktur klasik

Yang Terpenting di Atas

Dalam piramida terbalik, fakta paling penting ditulis lebih dulu dan makin ke bawah makin pelengkap. Pembaca boleh berhenti di mana saja tanpa kehilangan inti.

PALING PENTINGPENTINGLATARprioritasPIRAMIDA TERBALIK
1
Paling penting

Apa, siapa, kapan, dan di mana. Biasanya di lead.

2
Penting

Mengapa dan bagaimana, pernyataan sumber, dan data pendukung.

3
Latar

Konteks, latar belakang, dan perkembangan sebelumnya.

Kapan dipakai

Hard news dan berita pendek. Editor bisa memangkas dari bawah tanpa merusak inti.

Kapan tidak

Feature dan berita naratif. Di sana urutan ditentukan alur cerita, bukan kepentingan fakta.

Paragraf pembuka

Lead: Lima Detik yang Menentukan

Lead adalah paragraf pertama. Pembaca memutuskan bertahan atau pergi dari sini. Pilih jenis lead sesuai jenis beritanya.

LEAD

Lead langsung (ringkasan)

Menjawab inti dalam satu atau dua kalimat. Standar hard news.

Contoh

Banjir bandang merendam enam desa di Kabupaten Cimandala sejak Senin malam. Sebanyak 412 keluarga mengungsi.

Lead deskriptif

Melukiskan suasana dengan indra: bau, suara, warna.

Contoh

Aroma sate dan kopi susu menyambut siapa pun yang melintas di Gang Mawar setiap Sabtu malam.

Lead kutipan

Dibuka dengan kutipan kuat dari narasumber.

Contoh

"Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak," kata Ratmi.

Awas: hanya bila kutipannya benar-benar kuat dan berdiri sendiri.

Lead kontras

Mempertemukan dua hal yang berlawanan.

Contoh

Pendidikannya hanya sampai SMP, tetapi enam ratus buku di bengkelnya dibaca puluhan anak setiap sore.

Lead naratif (adegan)

Membuka dengan potongan adegan sebagai undangan membaca. Untuk feature.

Contoh

Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil itu berhenti berderu. Anak-anak datang membawa ransel.

Kuis cepat

Mana Lead yang Lebih Baik?

Enam pasang lead. Pilih yang lebih jelas, jujur, dan bebas opini.

?ABC
Setelah lead

Tubuh Berita dan Penutup

Lead sudah menjawab inti. Tubuh berita melengkapi dan membuktikannya.

LEADTUBUHPENUTUP
  1. Lengkapi 5W1H. Unsur yang belum ada di lead masuk ke paragraf kedua dan ketiga.
  2. Tempatkan sumber. Pernyataan narasumber dengan atribusi jelas, dari yang paling berwenang.
  3. Dampak dan konteks. Apa artinya bagi pembaca? Apa latar belakangnya?
  4. Transisi. Hubungkan paragraf dengan kata penghubung singkat agar mengalir.
  5. Penutup. Akhiri dengan fakta terakhir atau langkah berikutnya, bukan simpulan penulis.
Penutup yang baik

"BMKG memperkirakan hujan lebat masih berpotensi turun hingga Rabu."

Penutup yang dihindari

"Semoga banjir ini segera berlalu." atau "Demikian berita dari lokasi."

Latihan

Susun Berita dari Paragraf yang Acak

Ketuk paragraf sesuai urutan yang menurutmu benar menurut piramida terbalik. Lalu periksa.

Bagian 4 dari 7  |  ± 50 menit
04

JENIS BERITA DAN GAYA PENULISAN

Empat jenis berita, tiga platform, dan contoh naskah lengkap untuk tiap kombinasi

Disusun oleh Agung Hardiansyah

HARD NEWSSOFT NEWSFEATUREADVERTORIAL
Peta jenis

Hard News, Soft News, Feature, Advertorial

Jenis berita menentukan nada, struktur, dan cara kamu bercerita. Pilih jenis sebelum menulis.

HARD NEWSSOFT NEWSFEATUREADVERTORIAL
Hard newsSoft newsFeatureAdvertorial
TujuanMenyampaikan peristiwa penting segeraMenghibur dan menginformasikan hal ringan yang relevanMendalami kisah dan konteksMenyampaikan pesan komersial dengan gaya editorial
NadaLugas, netral, mendesakHangat dan ringanNaratif dan manusiawiInformatif dan persuasif
StrukturPiramida terbalikLebih bebas, lead tetap kuatLead naratif, alur, penutupBebas, namun harus jelas berlabel
WaktuHitungan jam, tenggat ketatTidak terikat tenggat ketatDikerjakan lebih lamaMengikuti kesepakatan dengan pemasang
Contoh topikBencana, kriminal, kebijakanKomunitas, kuliner, trenProfil, kisah wargaPeluncuran produk, program perusahaan
RisikoSalah fakta, spekulasiTerlalu promosi, kehilangan nilai beritaTerlalu panjang, adegan direkayasaMenyesatkan pembaca bila tidak diberi label
Catatan

Batasnya tidak selalu tegas. Feature bisa berisi data keras, dan soft news bisa mengangkat isu serius. Yang penting kamu tahu jenisnya dan menulis sesuai kontraknya dengan pembaca.

Contoh 1: hard news

Hard News: Banjir Bandang

Peristiwa mendesak. Fakta paling penting di depan, tanpa opini. Ketuk tab untuk membaca bahan, lalu tiga versi naskahnya.

BREAKINGHARD NEWS

Bahan lapangan (fiktif)

  • Banjir bandang di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, Senin malam.
  • Hujan deras sejak sore; Sungai Cikembar meluap sekitar pukul 21.00 WIB.
  • Enam desa terendam; di titik terparah tinggi air 1,5 meter.
  • 412 keluarga mengungsi di GOR kecamatan.
  • Tiga rumah hanyut; seorang warga laki-laki berusia 52 tahun belum ditemukan.
  • Hendra Maulana, Kepala BPBD Kabupaten Cimandala: 120 personel gabungan dikerahkan, pencarian difokuskan di hilir.
  • Ratmi (45), warga Desa Karangsari: "Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak, barang-barang habis semua."
  • BMKG: hujan lebat berpotensi berlanjut hingga Rabu.

Naskah TV: lead anchor + VO + SOT (±75 detik)

VIDEOAUDIO / NARASIDURASI
Studio, anchorLEAD: Banjir bandang merendam enam desa di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, sejak Senin malam. Sebanyak empat ratus dua belas keluarga mengungsi, dan seorang warga masih dalam pencarian. Berikut laporan Rani Pratiwi.0'15"
Arus deras di permukiman; rumah terendam; warga mengangkut barangVO: Air Sungai Cikembar meluap sekitar pukul sembilan malam. Dalam hitungan menit, air masuk ke permukiman. Di titik terparah, tingginya mencapai satu setengah meter. Tiga rumah hanyut terbawa arus.0'18"
Ratmi, warga Desa KarangsariSOT: "Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak, barang-barang habis semua."0'10"
Pengungsi di GOR; tim gabungan menyisir sungaiVO: Hingga pagi ini, empat ratus dua belas keluarga mengungsi di GOR kecamatan. Seorang warga laki-laki berusia lima puluh dua tahun masih dicari tim gabungan.0'12"
Hendra Maulana, Kepala BPBD Kabupaten CimandalaSOT: "Seratus dua puluh personel gabungan kami kerahkan. Pencarian difokuskan di aliran sungai bagian hilir."0'10"
Langit mendung; warga bantaran sungaiVO: BMKG memperkirakan hujan lebat masih berpotensi turun hingga Rabu. Warga di bantaran sungai diminta waspada.0'10"
Judul 68 karakter

Banjir Bandang Rendam Enam Desa di Cimandala, 412 Keluarga Mengungsi

CIMANDALA – Banjir bandang merendam enam desa di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, sejak Senin malam. Sebanyak 412 keluarga mengungsi dan seorang warga masih dalam pencarian.

Air Sungai Cikembar meluap sekitar pukul 21.00 WIB. Di titik terparah, ketinggian air mencapai 1,5 meter. Tiga rumah dilaporkan hanyut terbawa arus.

Pencarian korban

Kepala BPBD Kabupaten Cimandala, Hendra Maulana, mengatakan 120 personel gabungan dikerahkan. “Pencarian difokuskan di aliran sungai bagian hilir,” ujarnya. Warga yang dicari adalah laki-laki berusia 52 tahun.

Pengungsi

Para pengungsi ditampung di GOR kecamatan. Ratmi (45), warga Desa Karangsari, mengaku hanya sempat menyelamatkan anak-anaknya. “Airnya cepat sekali naik,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat masih berpotensi turun hingga Rabu. Warga di bantaran sungai diminta waspada.

Berita ini akan diperbarui.

Halaman muka, deck: Satu warga masih dicari; hujan lebat diperkirakan berlanjut hingga Rabu

Banjir Bandang Rendam Enam Desa, 412 Keluarga Mengungsi

CIMANDALA – Banjir bandang merendam enam desa di Kecamatan Sindang Harapan, Kabupaten Cimandala, Senin malam. Sebanyak 412 keluarga mengungsi, tiga rumah hanyut, dan seorang warga laki-laki berusia 52 tahun belum ditemukan hingga Selasa pagi.

Air Sungai Cikembar meluap sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan deras mengguyur sejak sore. Warga menyebut air naik dalam hitungan menit. Di titik terparah, ketinggian air mencapai 1,5 meter.

“Airnya cepat sekali naik. Kami cuma sempat bawa anak-anak, barang-barang habis semua,” kata Ratmi (45), warga Desa Karangsari, yang kini mengungsi di GOR kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cimandala Hendra Maulana mengatakan, 120 personel gabungan dikerahkan untuk mencari korban dan mengevakuasi warga. “Pencarian difokuskan di aliran sungai bagian hilir,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga Rabu. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta waspada dan segera mengungsi bila air kembali naik.

Catatan penulis

  • Struktur: piramida terbalik di ketiga platform. Lead memuat peristiwa, tempat, waktu, dan dampak.
  • TV: angka dieja sesuai cara dibaca ("empat ratus dua belas"), kalimat pendek, SOT dipilih yang paling emosional dan paling berwenang. SOT tidak mengulang isi VO.
  • Online: judul memuat inti, subjudul membantu pembaca memindai, ada kalimat "akan diperbarui".
  • Cetak: ada deck, kutipan lebih lengkap, dan nama lembaga ditulis penuh pada penyebutan pertama.
  • Kehati-hatian: penyebab banjir tidak ditulis karena belum ada keterangan resmi.
Contoh 2: soft news

Soft News: Pasar Kuliner Malam

Berita ringan yang hangat. Tidak mendesak, tetapi tetap faktual dan relevan.

SOFT NEWS

Bahan lapangan (fiktif)

  • Pasar kuliner malam di Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri, bekas lahan parkir.
  • Buka setiap Sabtu pukul 18.00 sampai 22.00; sudah berjalan tiga bulan.
  • 24 lapak, digagas karang taruna; ketuanya Dimas Prakoso (24).
  • Pengunjung dianjurkan membawa wadah dan tumbler sendiri.
  • Ada musik akustik; pengunjung sekitar 300 orang per malam, menurut pengelola.
  • Omzet rata-rata satu lapak sekitar Rp1,2 juta per malam, menurut pengelola.
  • Dimas: "Awalnya cuma iseng, lahannya kosong. Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul."
  • Pengunjung: "Murah, dekat rumah, anak-anak juga senang."

Naskah TV: PKG ringan dengan natural sound (±70 detik)

VIDEOAUDIO / NARASIDURASI
Studio, anchorLEAD: Sabtu malam di Gang Mawar kini punya cerita baru. Bekas lahan parkir berubah menjadi pasar kuliner yang ramai pengunjung.0'10"
Lampu bohlam, asap sate, lapak berderetNATSOT: suara kipas arang, musik akustik, tawa pengunjung (naik, lalu turun di bawah VO)0'06"
Penjual membalik sate; pengunjung antreVO: Aroma sate dan kopi susu menyambut siapa pun yang melintas. Sejak tiga bulan lalu, dua puluh empat lapak buka setiap Sabtu mulai pukul enam sore.0'14"
Dimas Prakoso, Ketua Karang TarunaSOT: "Awalnya cuma iseng, lahannya kosong. Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul."0'10"
Pengunjung membawa tumbler; kasir menghitung uangVO: Pengunjung dianjurkan membawa wadah sendiri. Menurut pengelola, rata-rata satu lapak meraup sekitar satu juta dua ratus ribu rupiah dalam semalam.0'14"
Ibu dan anak makan es krimSOT: "Murah, dekat rumah, anak-anak juga senang."0'06"
Gerbang gang; lampu menyalaVO: Pasar ini buka setiap Sabtu sampai pukul sepuluh malam. Cocok untuk menutup akhir pekan.0'08"
Judul 83 karakter, bisa dipangkas

Bekas Lahan Parkir di Gang Mawar Jadi Pasar Kuliner Malam, 24 Lapak Buka Tiap Sabtu

Aroma sate bakar dan kopi susu menyambut siapa pun yang melintas di Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri, setiap Sabtu malam. Di bekas lahan parkir itu, dua puluh empat lapak kini berderet di bawah lampu bohlam.

Pasar kuliner ini digagas karang taruna setempat sejak tiga bulan lalu. “Awalnya cuma iseng, lahannya kosong. Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul,” kata Ketua Karang Taruna, Dimas Prakoso (24).

Bawa wadah sendiri

Pengunjung dianjurkan membawa wadah dan tumbler sendiri untuk mengurangi sampah. Menurut pengelola, sekitar 300 orang datang tiap malam, dan satu lapak rata-rata meraup omzet Rp1,2 juta.

Seorang pengunjung, ibu dua anak, mengaku datang karena harganya murah dan dekat rumah. “Anak-anak juga senang,” ujarnya.

Info singkat
Lokasi: Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri
Waktu: Sabtu, 18.00 sampai 22.00

Rubrik Kota, lead deskriptif

Gang Mawar Menyala pada Sabtu Malam

Bau asap sate bercampur manisnya kopi susu. Di bawah lampu bohlam yang digantung seadanya, dua puluh empat lapak berderet di bekas lahan parkir Gang Mawar, Kelurahan Mekar Asri, dan petikan gitar akustik terdengar dari ujung gang.

Pasar kuliner malam ini bermula dari gagasan karang taruna tiga bulan lalu. “Awalnya cuma iseng, lahannya kosong,” kata Ketua Karang Taruna, Dimas Prakoso (24). “Ternyata warga senang, tetangga jadi punya tempat kumpul.”

Menurut pengelola, sekitar 300 orang datang setiap Sabtu antara pukul 18.00 dan 22.00. Pengunjung dianjurkan membawa wadah dan tumbler sendiri. Satu lapak rata-rata meraup omzet Rp1,2 juta per malam.

Di salah satu bangku, seorang ibu menyuapi anaknya es krim. “Murah, dekat rumah, anak-anak juga senang,” katanya.

Catatan penulis

  • Nada: hangat dan ringan, namun tetap faktual: angka omzet dan pengunjung diberi atribusi "menurut pengelola".
  • Lead: deskriptif dengan indra (bau dan suara), bukan ringkasan 5W1H penuh.
  • TV: natural sound memberi suasana. VO hanya menambah informasi yang tidak terlihat.
  • Online: ada kotak info singkat. Judul panjang, sebaiknya dipangkas.
  • Garis tipis: hindari kalimat promosi ("tempat terbaik", "wajib dikunjungi"). Soft news bukan iklan.
Contoh 3: feature

Feature: Perpustakaan di Bengkel Tambal Ban

Kisah manusia dengan alur. Boleh lebih bebas, tetapi tetap faktual.

AWALTENGAHAKHIRFEATURE

Bahan lapangan (fiktif)

  • Pak Darsa (58), pemilik bengkel tambal ban di Jalan Cempaka sejak 1994.
  • Lima tahun lalu mulai memajang buku bekas untuk anak yang menunggu orang tuanya.
  • Kini ada sekitar 600 buku sumbangan; rak dibuat dari ban bekas dan papan.
  • Kartu pinjam dibuat dari kardus bekas. Peminjam menulis nama sendiri.
  • Anak-anak datang sepulang sekolah sekitar pukul tiga sore.
  • Darsa hanya lulus SMP. Katanya: "Saya tidak sekolah tinggi. Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan."
  • Naya (10): "Aku suka buku dinosaurus. Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah."

Naskah TV: PKG feature dengan PTC (±2 menit)

VIDEOAUDIO / NARASIDURASI
Studio, anchorLEAD: Di antara bau karet dan bunyi kompresor, ada ratusan buku yang menunggu dibaca. Kisah Pak Darsa, tukang tambal ban dari Jalan Cempaka.0'10"
Kompresor berhenti; anak-anak berseragam masuk; sepatu dilepasVO: Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil ini berhenti berderu. Anak-anak berseragam merah putih datang, melepas sepatu, lalu menuju rak yang dibuat dari ban bekas.0'18"
Naya (10) membaca buku dinosaurusSOT: "Aku suka buku dinosaurus. Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah."0'08"
Darsa menambal ban; rak buku; tumpukan buku sumbanganVO: Darsa, lima puluh delapan tahun, membuka bengkel ini sejak tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh empat. Lima tahun lalu, ia mulai memajang buku bekas untuk anak-anak yang menunggu orang tuanya menambal ban. Kini ada sekitar enam ratus buku sumbangan.0'24"
Reporter di depan rak, kartu kardus di tanganPTC: Di sini tidak ada kartu anggota yang rumit. Peminjam cukup menulis namanya di kartu dari kardus bekas. Dan menurut Pak Darsa, kartu itu hampir tidak pernah hilang.0'22"
Darsa, close-up; tangan berminyak memegang bukuSOT: "Saya tidak sekolah tinggi. Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan."0'10"
Senja; anak masih membaca di samping ban yang menunggu ditambalVO: Hari menjelang magrib. Seorang anak masih membaca, sementara ban motor di sebelahnya menunggu ditambal.0'12"
Judul 62 karakter, longform

Di Bengkel Tambal Ban Pak Darsa, Anak-Anak Datang untuk Membaca

Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil di Jalan Cempaka itu berhenti berderu. Anak-anak berseragam merah putih masuk satu per satu, melepas sepatu, dan menuju rak buku yang dibuat dari ban bekas.

Dari karet ke kertas

Darsa (58) membuka bengkel tambal ban itu pada 1994. Lima tahun lalu, ia mulai memajang buku bekas di sudut bengkel bagi anak-anak yang menunggu orang tuanya menambal ban. Kini ada sekitar 600 buku sumbangan di rak-rak itu.

“Aku suka buku dinosaurus,” kata Naya (10), yang membaca sambil duduk di atas ban. “Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah.”

Kartu dari kardus

Tidak ada kartu anggota yang rumit. Peminjam cukup menulis namanya di kartu dari kardus bekas. Menurut Darsa, kartu itu hampir tidak pernah hilang.

Tak ingin ketinggalan

Darsa hanya lulus SMP. “Saya tidak sekolah tinggi. Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan,” katanya sambil menyeka tangan berminyak.

Menjelang magrib, seorang anak masih membaca. Di sebelahnya, ban motor menunggu ditambal.

Rubrik Sosok, lead naratif

Perpustakaan di Antara Bau Karet

Pukul tiga sore, kompresor di bengkel kecil di Jalan Cempaka itu berhenti berderu. Anak-anak berseragam merah putih masuk satu per satu, melepas sepatu, lalu menuju rak yang dibuat dari ban bekas. Di rak itu, buku-buku bergambar dinosaurus berdiri bersandar pada papan.

Bengkel itu milik Darsa (58). Ia membukanya pada 1994, dan lima tahun lalu mulai memajang buku bekas bagi anak-anak yang menunggu orang tuanya menambal ban. Sekarang ada sekitar 600 buku, hasil sumbangan orang yang lewat dan tetangga.

“Aku suka buku dinosaurus,” kata Naya (10), duduk di atas ban. “Pak Darsa suka ngasih tahu kata-kata yang susah.”

Kartu pinjamnya dibuat dari kardus bekas. Peminjam menulis nama sendiri di sana. “Hampir tidak pernah hilang,” kata Darsa.

Darsa hanya lulus SMP. “Saya tidak sekolah tinggi,” katanya sambil menyeka tangan berminyak. “Tapi saya tidak mau anak-anak sini ketinggalan.”

Menjelang magrib, seorang anak masih membaca. Ban motor di sebelahnya masih menunggu ditambal.

Catatan penulis

  • Struktur: bukan piramida terbalik. Lead adegan, alur (siapa dia, apa yang ia lakukan, mengapa), lalu penutup yang menggema ke lead.
  • Detail: kartu kardus, rak ban bekas, dan tangan berminyak menggantikan kata sifat seperti "mulia" atau "menginspirasi".
  • TV: PTC dipakai sebagai jembatan di tengah, 20 sampai 30 detik, bukan di akhir. SOT Darsa sengaja ditaruh menjelang penutup.
  • Akurasi: adegan harus benar-benar disaksikan penulis, bukan direka. Tahun dan angka tetap diverifikasi.
  • Garis tipis: jangan mengagungkan narasumber. Biarkan fakta dan perbuatannya bicara.
Contoh 4: advertorial

Advertorial: Kopi Lereng Biru Reserve

Konten komersial berbalut gaya editorial. Aturan pertamanya: harus berlabel jelas.

ADVERTORIAL

Bahan lapangan (fiktif)

  • Klien fiktif: Kopi Lereng Biru, merek kopi lokal.
  • Produk baru: Lereng Biru Reserve, kopi single origin, pengolahan natural process.
  • Dikelola 120 petani mitra, menurut produsen.
  • Harga Rp85.000 untuk kemasan 200 gram.
  • Dijual di kafe mitra dan toko daring milik produsen.
  • Kutipan klien: "Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil." (Rina Kusuma, Direktur Pemasaran)
  • Wajib: label "ADVERTORIAL" di awal, terpisah jelas dari berita redaksi.

Naskah TV: advertorial (±45 detik)

VIDEOAUDIO / NARASIDURASI
Teks di layar sepanjang tayang: ADVERTORIAL, "Konten berbayar. Kopi Lereng Biru." Lalu visual kebunVO: Berikut tayangan advertorial dari Kopi Lereng Biru.0'05"
Petani memetik biji kopi; jemuran biji di lahanVO: Di lereng yang sejuk, seratus dua puluh petani mitra memanen biji kopi pilihan. Biji dijemur dengan metode natural, menurut produsen.0'14"
Barista menyeduh; aroma, uapVO: Hasilnya, Lereng Biru Reserve, kopi single origin dengan rasa buah yang khas.0'10"
Rina Kusuma, Direktur PemasaranSOT: "Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil."0'06"
Kemasan produk; layar toko daringVO: Tersedia seharga delapan puluh lima ribu rupiah untuk kemasan dua ratus gram, di kafe mitra dan toko daring produsen.0'10"
Super: ADVERTORIALVO: Tayangan ini adalah advertorial.0'03"
Label di judul, di awal, dan di akhir

ADVERTORIAL: Lereng Biru Reserve, Kopi Single Origin dari 120 Petani Mitra

[ADVERTORIAL] Konten ini dibuat bersama dan dibiayai oleh Kopi Lereng Biru. Isi bukan produk jurnalistik redaksi.

Kopi Lereng Biru meluncurkan produk terbaru, Lereng Biru Reserve, kopi single origin dengan pengolahan natural process. Menurut produsen, kopi ini dikelola 120 petani mitra di lereng pegunungan.

Harga adil untuk petani

“Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil,” kata Rina Kusuma, Direktur Pemasaran Kopi Lereng Biru.

Cara mendapatkannya

Lereng Biru Reserve dijual seharga Rp85.000 untuk kemasan 200 gram, tersedia di kafe mitra dan toko daring milik produsen.

Konten advertorial dari Kopi Lereng Biru.

Halaman iklan, berlabel, tata letak berbeda dari berita

Lereng Biru Reserve: Kopi dari Lereng, Dikelola 120 Petani Mitra

ADVERTORIAL (kotak berbingkai di bagian atas halaman, huruf tebal)

Kopi Lereng Biru meluncurkan produk terbaru, Lereng Biru Reserve, kopi single origin dengan pengolahan natural process. Menurut produsen, produk ini dikelola 120 petani mitra di lereng pegunungan.

“Kami ingin petani mitra mendapat harga yang adil,” kata Direktur Pemasaran Kopi Lereng Biru, Rina Kusuma.

Lereng Biru Reserve dijual Rp85.000 untuk kemasan 200 gram di kafe mitra dan toko daring milik produsen.

Halaman ini adalah advertorial. Isi menjadi tanggung jawab pemasang.

Catatan penulis

  • Label: wajib ada, jelas, dan sejak awal. Pembaca harus tahu ini konten berbayar, bukan berita redaksi.
  • Atribusi klaim: "menurut produsen" dipakai untuk klaim yang tidak bisa kamu verifikasi. Jangan menulisnya seolah fakta redaksi.
  • Dihindari: klaim superlatif tanpa bukti ("terbaik di dunia"), klaim kesehatan, dan perbandingan yang menjatuhkan pesaing.
  • Pemisahan: tata letak, nama rubrik, dan penulis harus berbeda dari berita. Tim redaksi tidak boleh menyamarkannya.
  • Gaya: boleh persuasif dan hangat, tetapi tetap jujur dan tidak menyesatkan.
  • Rujukan: kebijakan redaksi, Kode Etik Jurnalistik, dan P3SPS mengatur pemisahan iklan dan berita.
Satu fakta, tiga gaya

TV Ditulis untuk Telinga, Online untuk Mata yang Memindai, Cetak untuk Pembaca yang Tekun

Faktanya sama. Cara menyajikannya berbeda karena cara orang menerimanya berbeda.

FAKTATVONLINECETAK
TVOnlineCetak
Pembaca/penontonMendengar sekali, tidak bisa mengulangMemindai cepat, mudah pindah halamanMembaca lebih tenang, bisa membaca ulang
LeadSatu kalimat lisan, pendekSatu sampai dua kalimat, sudah memuat intiBisa lebih padat atau naratif
KalimatSekitar 12 sampai 18 kataPendek sampai sedangBoleh lebih panjang, tetap jelas
AngkaDibulatkan, dieja sesuai bacaanAngka lengkap dalam digitAngka lengkap, pembanding, tabel
KutipanSOT pendek, 8 sampai 15 detikKutipan langsung, singkatKutipan lebih lengkap
JudulSuper atau teks di layarMemuat kata kunci, sekitar 40 sampai 70 karakterHeadline plus deck
PembaruanEdisi berikutnya atau breakingDiperbarui dan diberi penanda waktuTidak bisa diubah setelah cetak
Menulis untuk TV

Tulis Seperti Berbicara

Penonton hanya mendengar sekali. Naskah harus enak diucapkan dan sejalan dengan gambar.

"dengar"UNTUK TELINGA

Tulis untuk didengar

  • Satu ide per kalimat, kalimat pendek.
  • Baca keras-keras. Bila tersendat, pecah kalimatnya.
  • Hindari kalimat bertingkat dan kurung.
  • Subjek di depan, kata kerja segera menyusul.
Sebelum

Banjir yang terjadi di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai, yang meluap pada malam hari, menyebabkan ratusan warga mengungsi.

Sesudah

Sungai meluap Senin malam. Ratusan warga mengungsi.

Naskah mengikuti gambar

  • Jangan menyebut apa yang sudah jelas terlihat.
  • Tambahkan konteks yang tidak tampak: siapa, berapa, mengapa.
  • Tulis dulu gambar yang kamu punya, bukan yang kamu inginkan.
  • Beri jeda untuk natural sound di momen kuat.
Hindari

Tampak air menggenangi rumah warga.

Lebih baik

Tiga rumah hanyut. Warga hanya sempat menyelamatkan anak-anak.

Angka untuk pendengar

  • Bulatkan: 412 menjadi "sekitar empat ratus keluarga" bila konteks cukup.
  • Satu angka penting per kalimat.
  • Ditulis dengan huruf bila perlu dibaca (dieja sesuai pengucapan).
  • Hindari angka desimal yang panjang.
Catatan

Bila angka tepat adalah inti beritanya, sebut tepat dan tampilkan di layar.

Suara narasumber dan reporter

  • SOT: 8 sampai 15 detik, membawa emosi atau otoritas, tidak mengulang VO.
  • Perkenalkan SOT dengan kalimat yang menyiapkan, bukan mengulang isinya.
  • PTC: tampil bila reporter benar-benar menambah informasi atau jembatan.
  • Nama dan jabatan ditampilkan sebagai teks di layar.

Menyambung bagian

  • Gunakan satu kalimat jembatan antara VO dan SOT.
  • Ucapan penutup SOT jangan dipotong tiba-tiba.
  • Akhiri dengan fakta terbaru atau langkah berikutnya, bukan kalimat klise.
Contoh

Warga yang bertahan di bantaran sungai punya cerita lain.

Menulis untuk online

Pembaca Memindai, Bukan Membaca

Pembaca online memutuskan dalam hitungan detik. Judul, lead, dan subjudul harus bekerja keras.

klikgulirONLINE

Judul yang jujur dan jelas

  • Muat kata kunci dan inti peristiwa.
  • Sekitar 40 sampai 70 karakter agar tidak terpotong.
  • Aktif dan spesifik.
  • Janji judul harus dipenuhi isi.
Lemah

Warga Cimandala Panik, Ternyata Ini Penyebabnya!

Kuat

Banjir Bandang Rendam Enam Desa di Cimandala, 412 Keluarga Mengungsi

Ringkas dan mudah dipindai

  • Lead satu sampai dua kalimat, sudah menjawab apa yang terjadi.
  • Paragraf pendek, satu ide, idealnya di bawah 70 kata.
  • Kalimat penting jangan terkubur di tengah.
  • Tuliskan waktu dan lokasi dengan jelas.

Bantu mata bergerak

  • Subjudul tiap tiga sampai lima paragraf.
  • Tautan ke berita terkait atau sumber, dengan teks yang bermakna.
  • Daftar atau kotak info untuk data.
  • Pastikan foto dan keterangan foto akurat.

Berita yang hidup

  • Tulis "Berita ini akan diperbarui" bila belum final.
  • Beri penanda waktu pembaruan.
  • Koreksi dicatat secara terbuka, tidak diam-diam.
  • Letakkan informasi terbaru di bagian atas.

Yang harus dihindari

  • Judul yang menyembunyikan inti ("Ternyata...", "Bikin heboh").
  • Judul yang menjanjikan lebih dari isi.
  • Kata sifat berlebihan: mengejutkan, viral, heboh.
  • Memelintir kutipan demi klik.
Prinsip

Klik yang dibeli dengan kekecewaan pembaca mahal harganya: kepercayaan.

Menulis untuk cetak

Ruang Terbatas, Pembaca Tekun

Cetak memberi ruang untuk kedalaman, tetapi ruangnya tetap dihitung baris per baris.

HARIAN TERBIT

Headline dan deck

  • Headline memuat kata kerja dan padat.
  • Deck memberi satu informasi tambahan penting.
  • Hindari singkatan yang tidak dikenal pembaca.
  • Pastikan judul muat di kolom.
Contoh

Banjir Bandang Rendam Enam Desa, 412 Keluarga Mengungsi. Deck: Satu warga masih dicari; hujan lebat diperkirakan berlanjut hingga Rabu.

Dateline dan alur

  • Mulai dengan dateline: "CIMANDALA –".
  • Lead memuat inti, tubuh menambah konteks, latar, dan perbandingan.
  • Paragraf pendek untuk kolom sempit.
  • Boleh memakai latar sejarah singkat.

Kutipan lebih lengkap

  • Kutipan boleh lebih panjang dan utuh.
  • Atribusi di tengah atau akhir kutipan.
  • Deskripsi suasana secukupnya, dengan detail yang bisa dipercaya.
  • Hindari kutipan yang hanya mengulang paragraf sebelumnya.

Naskah yang bisa dipotong dari bawah

  • Susun agar editor bisa memotong dari paragraf terakhir tanpa merusak inti.
  • Ikuti jumlah kata atau baris yang ditetapkan redaksi.
  • Tenggat cetak tidak bisa digeser; koreksi baru muncul keesokan harinya.
Catatan

Koreksi di media cetak biasanya dimuat di edisi berikutnya pada ruang khusus.

Kuis cepat

Ini Gaya Apa?

Enam kutipan. Tentukan platform yang paling cocok.

?ABC
Latihan menulis

Satu Fakta, Tulis Sendiri

Pilih platform, tulis judul dan naskah, lalu periksa dengan pemeriksa naskah. Pemeriksa hanya membantu; keputusan tetap di tanganmu.

Bahan (fiktif)
  • Kebakaran pasar di Kecamatan Tirta Mulya, Selasa dini hari sekitar pukul 02.30.
  • 48 kios terbakar; tidak ada korban jiwa.
  • Damkar mengerahkan 9 unit dan memadamkan api sekitar pukul 05.00.
  • Penyebab masih diselidiki polisi.
  • Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Yusuf Rahman: "Api cepat membesar karena kios berdempetan."
  • Pedagang Sari (39): "Dagangan saya habis, tinggal baju yang melekat."
Naskahmu
Bagian 5 dari 7  |  ± 20 menit
05

BAHASA DAN KAIDAH

Kalimat yang efektif dan bahasa yang benar

Disusun oleh Agung Hardiansyah

sangat sekali penting sekalipenting
Kalimat efektif

Satu Ide, Satu Kalimat

Kalimat berita yang baik dipahami pada bacaan pertama.

satu kalimat panjang yang berbelit-belitsatu idesatu idesatu ide

Satu ide per kalimat

Sebelum

Banjir yang terjadi semalam, yang disebabkan hujan deras dan meluapnya sungai, merendam enam desa dan membuat 412 keluarga mengungsi serta menghanyutkan tiga rumah.

Sesudah

Sungai meluap semalam dan merendam enam desa. Sebanyak 412 keluarga mengungsi. Tiga rumah hanyut.

Utamakan kalimat aktif

Pasif berat

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan terhadap korban.

Aktif

Tim gabungan mencari korban.

Catatan

Pasif boleh dipakai bila pelaku tidak penting atau tidak diketahui.

Hapus kata yang tidak bekerja

Boros

Pada hari ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

Hemat

Polisi memeriksa tiga saksi.

Klise yang sebaiknya dibuang

  • dalam rangka
  • sebagaimana diketahui
  • merupakan salah satu
  • mengatakan bahwa
  • sangat sekali
  • pada kesempatan itu
Catatan

Setiap kata harus punya kerja. Bila dihapus maknanya sama, hapuslah.

Kata kerja membawa tenaga

Lemah

Terjadi pembakaran terhadap kios oleh api.

Kuat

Api membakar 48 kios.

Kaidah

Baku Itu Bukan Kaku

Kesalahan kecil menurunkan kepercayaan pada naskah. Ini ringkasan, bukan pengganti buku gaya redaksi.

sangat sekali penting sekalipenting
Baku vs tidak baku
BakuTidak baku
aktivitasaktifitas
analisisanalisa
risikoresiko
JumatJum'at
apotekapotik
kualitaskwalitas
praktikpraktek
silakansilahkan
izinijin
nasihatnasehat
objekobyek
sekadarsekedar
hakikathakekat
mengubahmerubah
Kaidah lain
  • di dan ke: sebagai kata depan dipisah (di rumah, ke pasar); sebagai awalan disambung (dibakar, diselidiki).
  • Angka: ikuti buku gaya redaksi. Umumnya angka di bawah sepuluh dieja di awal kalimat.
  • Singkatan: tulis lengkap pada penyebutan pertama, singkatan sesudahnya.
  • Huruf kapital: nama, jabatan yang diikuti nama orang, awal kalimat.
  • Rujukan: KBBI dan PUEBI, serta buku gaya redaksimu.
Kuis cepat

Pilih Kalimat yang Benar

Enam pasangan. Pilih yang paling baik.

?ABC
Bagian 6 dari 7  |  ± 15 menit
06

AKURASI DAN ETIKA

Naskah yang cepat harus tetap benar dan adil

Disusun oleh Agung Hardiansyah

AKURAT
Sebelum kirim

Tujuh Hal yang Diperiksa Ulang

Kecepatan penting, tetapi kesalahan fakta lebih mahal.

AKURAT
  1. Nama orang, lembaga, dan tempat: ejaan dan jabatan.
  2. Angka: korban, kerugian, usia, tanggal. Hitung ulang.
  3. Waktu: hari, tanggal, jam, zona waktu.
  4. Kutipan: sesuai ucapan, konteks tidak diputar.
  5. Atribusi: setiap klaim punya sumber yang jelas.
  6. Dua sumber untuk klaim penting dan kontroversial.
  7. Hak jawab: pihak yang disudutkan sudah diminta tanggapan.
Etika

Kata yang Kamu Pilih Punya Dampak

Rujukannya Kode Etik Jurnalistik. Periksa kebijakan redaksimu untuk detail.

Hindari kata yang menghakimi

Bias

Pelaku kejam itu membabi buta menyerang.

Netral

Pelaku menyerang korban dengan senjata tajam, menurut polisi.

Sebut identitas bila relevan

  • Jangan menyebut suku, agama, ras, atau golongan bila tidak relevan dengan peristiwa.
  • Hindari generalisasi tentang kelompok.
  • Periksa apakah label itu memang bagian dari fakta.

Lindungi yang rentan

  • Jangan menyebut identitas korban kekerasan seksual.
  • Lindungi identitas anak yang berhadapan dengan hukum.
  • Hindari detail yang memperparah trauma.
  • Pertimbangkan dampak gambar dan nama.

Tersangka belum tentu bersalah

Salah

Maling itu tertangkap basah.

Tepat

Polisi menangkap seorang pria yang diduga mencuri.

Catatan

Gunakan "diduga" dengan atribusi, bukan sebagai pagar pelindung kalimat tanpa dasar.

Pemisahan iklan dan berita

  • Label jelas di awal konten berbayar.
  • Klaim diberi atribusi.
  • Jangan menyamarkan iklan sebagai berita redaksi.
Dilema

Apa yang Kamu Lakukan?

Lima situasi. Pilih tindakan yang paling bertanggung jawab.

?ABC
Bagian 7 dari 7  |  ± 30 menit
07

LATIHAN DAN KASUS

Menyunting, mengambil keputusan, dan membedah kasus

Disusun oleh Agung Hardiansyah

Menyunting

Sunting Naskah Sendiri

Enam kalimat bermasalah. Pilih suntingan terbaik.

SEBELUMSESUDAH
Simulasi

Satu Hari di Meja Redaksi

Enam keputusan. Pilih yang paling bertanggung jawab dan efektif.

Studi kasus

Lima Kasus, Satu Kesepakatan

Diskusikan dalam kelompok. Setiap kasus fiktif; tidak merujuk peristiwa nyata.

?!

Banjir dan Kutipan Pejabat

Seorang pejabat bilang "tanggul aman" dua hari sebelum banjir. Warga menuduh pejabat lalai.

  • Apa yang bisa kamu tulis sebagai fakta?
  • Bagaimana memberi ruang tanggapan pejabat?
  • Apa yang tidak boleh kamu simpulkan sendiri?
Catatan fasilitator

Bedakan fakta (pernyataan dan kejadian), tuduhan warga (beratribusi), dan simpulan yang belum boleh ditulis.

Profil Warga Inspiratif

Narasumber feature bercerita sangat mengharukan, tetapi sebagian ceritanya tidak bisa diverifikasi.

  • Bagian mana yang aman ditulis?
  • Bagaimana menandai cerita tanpa verifikasi?
  • Apa risikonya bila dipoles?
Catatan fasilitator

Beratribusi penuh, verifikasi sebisanya, dan jangan menambahkan adegan yang tidak kamu saksikan.

Siaran Pers Peluncuran Produk

Humas mengirim naskah siap tayang berisi klaim "terbaik se-Indonesia".

  • Bagian mana yang menjadi berita?
  • Klaim mana yang perlu atribusi atau dibuang?
  • Perlu label advertorial atau tidak?
Catatan fasilitator

Bila ada pembayaran, wajib label. Bila tidak, tetap verifikasi dan atribusi klaim.

Korban Anak di Berita Online

Foto korban anak sudah beredar di media sosial. Redaktur ingin memakainya.

  • Apa risikonya?
  • Bagaimana alternatifnya?
  • Siapa yang memutuskan?
Catatan fasilitator

Lindungi identitas anak. Keputusan akhir ada pada redaksi mengikuti kode etik.

Breaking News Tanpa Konfirmasi

Ada kabar kebakaran di pusat perbelanjaan dari satu akun media sosial.

  • Apa yang boleh ditulis sekarang?
  • Bagaimana memverifikasi cepat?
  • Bagaimana memperbarui?
Catatan fasilitator

Tulis hanya yang terkonfirmasi, tandai "akan diperbarui", dan verifikasi lewat pihak berwenang.

Pegangan

Sepuluh Pegangan Menulis Tajam

Bawa pulang, tempel di meja.

siapa, jabatan, konteks
  1. Tentukan inti dalam satu kalimat sebelum menulis.
  2. Pisahkan fakta, atribusi, spekulasi, dan opini.
  3. Pilih angle yang berdampak dan jujur.
  4. Susun dengan piramida terbalik untuk hard news.
  5. Tulis lead yang menjawab, bukan menggoda.
  6. TV ditulis untuk telinga, online untuk mata yang memindai, cetak untuk pembaca yang tekun.
  7. Kalimat pendek, aktif, tanpa klise.
  8. Verifikasi nama, angka, waktu, dan kutipan.
  9. Lindungi yang rentan; patuhi praduga tak bersalah.
  10. Beri label pada konten berbayar.
Penutup

THANK YOU

Butuh diskusi atau kolaborasi lebih lanjut? Silakan hubungi redaksi TILTUP.ID.

ALAMAT REDAKSIJalan A. H. Nasution No. 75, Bandung 40195

TELEPON08567699366

EMAILnewsroom@tiltup.id

Disusun oleh Agung Hardiansyah

◂ Geser kiri atau kanan untuk pindah slide ▸